Sabtu, 25 September 2010

MENDAPATKAN KONTAK BATHIN DENGAN PARA DEWA


link untuk e-book:
https://www.scribd.com/doc/294314474/Mendapatkan-Kontak-Batin-Dengan-Para-Dewa


Ini adalah buku pertama yang aku tulis, suatu amanat yang harus kujalankan dan tidak bisa ditawar lagi. Judul buku, banyaknya pengalaman, dan berapa jumlah yang harus dicetak. Semua ditentukan oleh Guru pembimbingku. Tujuan ditulisnya buku ini, menurut Guru pembimbingku ditulisnya buku ini adalah untuk jalan dharma. Berbagi pengalaman itu untuk menuntun manusia kejalan yang benar.

Tulisan dalam buku ini mewakili kepercayaanku saat ini, yaitu agama Buddha. Karena kontak batin yang kualami selama ini adalah kepada para Dewa agama tersebut. Jadi aku bisa mengatakan bahwa tulisanku ini berdasarkan kepercayaanku itu. Tapi dalam menangani kasus seseorang,aku tidak pernah membedakan agama/aliran apapun. Karena Guruku telah berpesan mengenai hal ini untuk tidak pilih-pilih dalam menolong orang. Salah satu Buddha sudah memberitahukan apa aliranku. Tapi untuk saat ini aku belum diizinkan untuk menulisnya disini karena aku masih dalam bimbingan untuk memahami aliranku tersebut. Saat aku menulis kata pengantar ini aku belum mengetahui seperti apa gambar sampul/cover buku ini. Karena Guru pembimbingku ingin agar aku menyiapkan semua tulisanku terlebih dahulu, baru dia akan memeriksanya dan setelah itu akan memberitahukan kepadaku seperti apa sampul buku nanti.

Isi dalam buku ini adalah pengalaman yang terjadi padaku selama memperoleh kontak batin dan bimbingan, walaupun belum begitu lama, tapi telah banyak hal terjadi dan begitu cepat, sehingga buku ini bisa diterbitkan lebih awal dan bisa dibaca oleh orang-orang yang berjodoh. Dalam penulisan buku ini,nama-nama Dewa, roh/arwah dan nama orang yang kasusnya kutulis disini. Tidak bisa kutuliskan dengan jelas karena bersifat pribadi, jadi aku mencari nama pengganti untuk nama-nama tersebut. Begitu juga nama-nama tempat yang aku kunjungi saat menjalankan tugas tidak bisa aku sebutkan disini. Semua itu untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Aku mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para Buddha, para Dewa, para Guru, dan Guru sejatiku. Tanpa bimbingan dan pengarahan yang mereka berikan, aku tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Juga terima kasih yang teramat sangat kepada suamiku, yang tidak lelah-lelahnya mendampingi aku dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan.

Juga kepada keluarga suamiku yang banyak memberi masukan, dorongan semangat kepadaku didalam menjalankan tugas-tugas. Juga kepada teman-teman yang dengan tulus membantu sehingga buku ini bisa terbit.

Semoga buku ini bisa bisa memberi kebaikan bagi kita semua.


OM, MANI PADME HUM

Penulis,
Desi

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Isi buku ini menceritakan pengalaman-pengalaman batin yang aku alami sejak terbukanya jodoh dengan alam Dewa. awalnya tidak terbersit sedikitpun akan berjalan sampai sejauh ini, hanya mengikuti setiap petunjuk yang diberikan oleh para Dewa kepadaku. Bisa berjodoh dengan banyak Dewa adalah pengalaman yang paling berkesan bagiku. Karena sebelumnya aku tidak pernah merasakan sedikitpun getaran-getaran keberadaan para Dewa, apalagi mahluk gaib lainnya. Aku menjalani hidup ku seperti orang awam pada umumnya. Banyak bersenang-senang dan sedikit beribadah.

Pengalaman yang aku dapatkan ini, walaupun pada awalnya terfikir datang dengan tiba-tiba. Tapi sesungguhnya setelah lama menjalani, baru mengetahui bahwa apa yang terjadi padaku itu memang sudah digariskan. Hanya saja waktu itu aku tidak mengetahuinya. Dan sekarang aku sudah mengetahui jalan hidupku dan berusaha menjalaninya dengan lebih tenang. Semua itu berkat bimbingan Guru sejatiku yang selalu menjaga dan melindungiku setiap hari, tidak pernah membiarkan aku mengalami kesulitan dan tidak pernah membiarkan aku berbuat kesalahan. Suatu anugrah besar bisa berjodoh dengannya, walaupun aku tau jodoh dengan Guru sejatiku sesungguhnya telah terjalin pada kehidupanku yang lalu. Aku tetap bersyukur atas bimbingannya, karena adanya Guru sejatiku ini. Aku bisa melihat dan memahami arti hidupku ini.

Semua pengalaman menjalankan dharma ini, banyak didukung oleh suamiku. Semua nasehat dan perkataannya begitu menyentuh hatiku, walaupun dia sendiri belum terbuka jodohnya, tapi pemahamannya mengenai jalan dharma lebih luas dariku. Kadang perkataannya hampir mirip dengan perkataan para Dewa. bersama suamiku aku sering bertukar pikiran dan aku banyak berkonsultasi padanya. semua yang kualami ini bermula darinya, dia membimbingku sekian lama dengan kesabaran dan telah membuat aku sadar. sehingga aku bisa membayar karma masa laluku dan bisa bertemu dengan guru sejatiku , sekaligus berjodoh dengan banyak Dewa.

Dalam kehidupan ini, banyak sekali hal-hal yang tidak kita mengerti. Permasalahan manusia di dunia ini juga beragam dan berbeda-beda. Tapi semua penderitaan yang terjadi pada manusia, sesungguhnya selain disebabkan oleh karma masa lalu orang tersebut, masih ada juga disebabkan kekuatan gaib yang dikirim oleh orang yang jahat. Sebagai manusia yang hidup didunia, berkumpul dengan orang-orang yang tidak terlihat isi hatinya, mungkin membuat kita kuatir. Teman kadang bisa menjadi lawan, saudara bisa menghianati. Hati manusia memang tidak bisa ditebak. Aku menulis buku ini besar harapan agar banyak manusia yang bisa memahami, bahwa untuk menghindari dari hal-hal yang tidak baik itu hanyalah mendekatkan diri kepada tuhan, memohon perlindungan dari para Dewa, dan membuat perlindungan untuk diri sendiri dengan cara memperbanyak menjapa mantera dan berbuat kebajikan.

Selama menempuh jalan dharma ini, banyak hal telah kualami. Apa yang kutulis dalam buku ini adalah benar-benar yang terjadi dalam kehidupanku selama mendapatkan kontak batin dengan para Dewa. aku juga tahu, bahwa menempuh jalan ini yang orang bilang jalan spiritual penuh dengan gaib. Harus berhati-hati terhadap bimbingan yang diterima. Siapa Guru sejati dan siapa Guru pembimbing haruslah diketahui kebenarannya. Aku sudah mencari tahu mengenai hal itu, dan aku merasa bahwa jalanku ini sudah benar. Mengapa aku mengatakan demikian, karena setiap petunjuk dan bimbingan yang aku terima selama ini, tidak menyimpang dari Buddha dharma. Menuntunku berbuat kebaikan dan dibimbing untuk menolong sesama. jadi saat ini aku sudah benar-benar mantap dalam menjalaninya.

Pemahamanku mengenai agama Buddha, mungkin tidak terlalu baik untuk saat ini. Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan terus  dibimbing oleh Guru sejatiku, aku percaya bahwa suatu hari nanti, aku pasti bisa memahami ajaran Buddha dengan lebih baik dan lebih memahami makna dari pengalamanku ini.

DAFTAR ISI



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …                                                  
PENDAHULUAN…                                                      DAFTAR ISI
                                                         
  1. BERJODOH DENGAN AGAMA BUDHA …                            
  2. MULAI MEMBACA MANTERA…                                    
  3. MULAI BERTEMU DENGAN GURU SEJATI…                              
  4. SEMPAT KEHILANGAN KEYAKINAN…                            
  5. BERUSAHA MENGENDALIKAN DIRI…                            
  6. MERASA DITINGGALKAN GURU SEJATI…                         
  7. MENCARI KEBENARAN BIMBINGAN…                            
  8. MENGETAHUI JATI DIRI DAN KEHIDUPAN MASA LALU…           
  9. COBAAN DAN GODAAN DATANG…                                
  10. DI ABHISEKA DAN MENDAPAT NAMA BUDHA…                     
  11. PERUBAHAN DEMI PERUBAHAN PADA TUBUH…                    
  12. DIAJARI MENARI DANJURUS OLEH GURU SEJATI…               
  13. BERJALAN-JALAN DI ALAM NIRWANA DAN ALAM NERAKA…          
  14. SATU DEMI SATU DEWA DATANG MEMBIMBING…                  
  15. MENJALANKAN TUGAS DARI GURU…                            
  16. MENDAPATKAN BANTUAN DARI DEWA KEUANGAN…                 
  17. TERBUKANYA MATA KETIGA…                                  
  18. MERASAKAN AURA SUATU TEMPAT…                             
  19. ROH YANG MEMINTA DISEBRANGKAN…                           
  20. SEMPAT BERPIKIR MENINGGALKAN KEDUNIAWIAN TOTAL…         
  21. DIUNDANG PERAYAAN ULANG TAHUN DEWA REJEKI…              
  22. HARI ULANG TAHUN YANG BERBEDA…                          
  23. JUBAH YANG DIBERKATI…                                    
  24. PESAN SALAH SATU BUDHA UNTUK TIDAK MEMBEDAKAN ALIRAN…   
  25. DIKIRIMI ILMU HITAM…                                     
  26. PENUNGGU SEBUAH TELAGA…                                  
  27. KISAH SEORANG MEDIUM…                                    
  28. AKIBAT BERKATA KASAR PADA ORANG LAIN…                   
  29. ROH YANG MENGIKUTI KAKAKNYA…                            
  30. AMANAT MENULIS BUKU PERTAMA…                             
  31. SILUMAN ULAR DAN SILUMAN BURUNG…                         
  32. BERTEMU DENGAN DEWA-DEWA CILIK…                         
  33. MENJALANKAN SADHANA …                                    
  34. SEMPAT INGIN MENYERAH…                                   
  35. HATI-HATI DENGAN GUNA-GUNA…                              
  36. PERGI KETEMPAT-TEMPAT KERAMAT…                           
  37. DIBIMBING DEWA PENGOBATAN…                               
  38. BIMBINGAN DEWA LANGIT…                                   
  39. MEMOHON HUJAN MEREDA…                                    
  40. KARMA KEHIDUPAN LALU ADALAH NYATA…                      
  41. PELIMPAHAN JASA PARA LELUHUR MEMBUAHKAN HASIL…           
  42. DEWA MEMILIH TEMPAT UNTUK DATANG…                       
  43. KEGAGALAN = NAIK TINGKAT…                                
  44. TUBUHKU BANYAK MENGANDUNG UNSUR YANG…                   
  45. DEWI GUNUNG KHULUN…                                      
  46. TIDAK MENGINDAHKAN PERTANDA BURUK…                       
  47. MELATIH MATA BATIN…                                      
  48. ALAM GAIB YANG SEMPAT DITUTUP DIBUKA KEMBALI…           
  49. SELALU MENDAPAT HADIAH BILA SELESAI MENJALANKAN TUGAS…  
PENUTUP…                                                          

Jumat, 17 September 2010

ISI BUKU


1.BERJODOH DENGAN AGAMA BUDHA

    Aku adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya membantu suami menjalankan usaha dirumah.  Aku anak ketiga dari 6 bersaudara, 1 laki-laki dan 5 perempuan.  Dan aku sendiri telah memiliki 2 anak yang manis, 1 laki dan 1 perempuan mereka adalah anugrah terbesar yang aku terima dari tuhan.
Awalnya, aku adalah seorang yang beragama Kristen. Ini adalah agama yang aku anut secara turun temurun dari keluarga.  Dari saat aku dilahirkan oleh orang tuaku sampai aku selesai sekolah dan bekerja aku masih seorang Kristen.
     Sampai aku sudah menikah dan punya anak pertama aku juga masih seorang Kristen, tapi tetap menghargai suami yang keyakinannya berbeda denganku.  Suamiku beragama budha.  Aku melihat suamiku begitu rajin bersembahyang, kebiasaan rajinnya ini karena dukungan dari orangtuanya yang begitu memperhatikan anak-anak mereka baik dalam pekerjaan/karier maupun menjalankan ibadah mereka, orangtua suamiku selalu menyempatkan waktu mereka untuk memperhatikan anak-anaknya walaupun mereka telah berkeluarga dan masing-masing telah mempunyai anak masih tetap mendapat perhatian dan tidak ada pilih kasih dan selalu mengingatkan anak-anaknya untuk bersembahyang, orangtua suamiku adalah figure orangtua  yang baik dan yang aku dambakan. 
     Aku sering di ajak pergi oleh suamiku ke kelenteng-kelenteng/vihara pada setiap tanggal 1 dan 15 penanggalan china.  Atau pada saat hari-hari tertentu yang mengharuskan dia untuk pergi bersembahyang di sana.  Tapi tiap kali pergi menemaninya aku tidak pernah sekalipun masuk kedalam kelenteng/vihara tersebut untuk ikut bersembahyang, karena aku masih menganggap bahwa aku Kristen, dan melakukan sembahyang dihadapan patung-patung memang tidak ada dan tidak diperkenankan menurut ajaran agamaku.
      Suatu kali, suamiku berniat mendirikan altar dewa dirumah kami, mungkin supaya dia bisa setiap hari bersembahyang tidak hanya tiap tanggal 1 dan 15 saja, dan akhirnya altar dewa didirikan dirumah kami dengan rupang dewa rejeki dan dewa pelindung keluarga duduk dialtar tersebut.  Seperti pada umumnya, Altar tersebut berdiri menghadap pintu utama dan berada disisi pintu dapur.  Suamiku mendapatkan rupang dewa rejeki dari salah satu vihara dijakarta dan rupang dewa pelindung keluarga diberi oleh orang yang membuat altar tersebut.
      Saat beberapa hari para dewa itu duduk dirumah kami, suatu keanehan terjadi yang kadang tidak bisa aku terima dengan pikiranku.
Suatu hari, aku dibuat kaget setengah mati karena saat aku duduk diruang tamu rumah kami, tiba-tiba aku melihat seekor ular berjalan dari dapur kearah kamar mandi, aku ketakutan karena saat itu kebetulan aku sedang sendirian dirumah karena suamiku bekerja diluar dan aku juga sedang hamil besar anak pertamaku. Saat suamiku pulang ular itu tidak kelihatan dan besok paginya saat suamiku tidak ada, ular itu keluar lagi, tapi anehnya sudah semalaman ular itu hanya mondar mandir di dapurku saja dan tidak berani keluar keruang tamu, aku meminta tolong tetangga dekatku untuk menangkap dan membuangnya. aku berpesan agar jangan dibunuh.
      Esok harinya suamiku juga menemukan ular lagi diteras depan rumahku.  Dari kejadian ini aku sempat berfikir, apakah dewa itu memang benar ada ? dan apakah dewa juga melindungi kita dari roh jahat?.Karna sebelum ada altar dewa dirumahku, kakakku yang sempat menginap dirumahku mengalami mimpi yang sama denganku, yaitu bermimpi melihat seorang wanita dengan kedua mata hitam legam mengenakan kain putih berdiri diteras tepat dikaca jendela rumahku menghadap kedalam dan ditempat itulah suamiku menemukan ular. dan jauh sebelumnya ada yang memberitahukan kepada kami kalau ada roh/arwah didapurku.  Apakah penunggu rumahku sebelumnya yang tidak bersih telah terusik dengan kehadiran dewa dan mereka merasa tidak betah ingin segera keluar dari rumahku dan menjelma sebagai ular agar bisa ditangkap dan dikeluarkan.  Ini adalah pemikiranku, benar atau tidaknya akupun tidak tau, karena pada saat itu aku tidak begitu percaya adanya arwah/roh apalagi dewa.
     Sejak berdirinya altar dewa dirumah, suamiku selalu bersembahyang pagi dan sore, tapi aku tidak mengikuti dia.  Hanya kadang membantunya membersihkan altar dan menyusun perlengkapan untuk sembahyang, itupun aku lakukan dengan setengah hati dan sama sekali tidak punya keinginan untuk mengikuti kepercayaannya.  yang paling aku suka dari suamiku adalah, dia tidak pernah memaksakan diriku untuk mengikuti kepercayaannya itu, dia juga amat pengertian bukan hanya hari raya agama dia saja yang dirayakan, tapi pada saat hari natal dia juga mendukungku untuk merayakannya bersama keluargaku.

2. MULAI MEMBACA MANTERA

      Setelah sekian lama, entah dorongan dari mana telah membuat aku agak sedikit tertarik dengan agama budha, tapi itu hanya sekedar tertarik karena saat itu aku bisa bertanya pada orang pintar tentang masa depan, usaha,keluarga, kesehatan dll.  Aku berfikir menarik juga kalau diikuti, aku sempat menemui beberapa orang yang katanya bisa membaca nasib dan peruntungan.  Karna sempat sekali bertanya pada salah satu orang pintar dan terbukti benar terjadi, sampai tanggal dan bulan yang dikatakannya benar-benar tepat, dan dari situ aku sempat percaya adanya dewa.  Dan mulai sekali-kali ikut sembahyang dialtar rumah. 
     Suatu kali, aku pernah pergi kerumah seseorang, disana aku juga bermaksud untuk menemui orang pintar yang lain, dan ditempat itu aku melihat pemilik rumah tersebut begitu khusuk membaca mantra dihadapan altar dewa dirumahnya, katanya dia tiap hari membaca mantera dan sudah berlangsung lama dan katanya lagi, dengan membaca mantera akan bisa melihat hal-hal yang gaib disaat membaca mantera tersebut dengan menutup mata, seperti melihat alam yang indah tapi juga bisa melihat hal yang menyeramkan juga.
      Aku bertanya dalam hati, apa iya bisa begitu? Aku penasaran juga walaupun ada perasaan takut aku beranikan diri untuk mencobanya. dan inilah awalnya aku mulai membaca salah satu  mantera dewa didepan altar rumahku.
      Aku mulai membaca mantra itu sore hari setelah bersembahyang sebanyak 108 x yaitu 1 putar japamala.
      Pada hari-hari awal membaca mantera aku begitu bersemangat, setiap hari membaca 1 putaran japamala. Tapi lama kelamaan timbul sifat malasku, aku tidak lagi bersemangat membaca tiap hari karna aku merasa jenuh juga membaca terus-menerus kadang 1 putaran japamala begitu lama selesai rasanya.
      Jadi kalau aku lagi rajin bisa baca tiap hari, kalau lagi malas bisa 1 minggu tidak membaca lalu setelah itu mulai membaca lagi. Jadi pembacaan mantera yang kulakukan tidak konsisten, tapi tetap kulakukan disaat aku menginginkannya, karna selama membaca mantera itu aku tidak melihat apa-apa, apalagi pemandangan indah yang dibicarakan orang, sepertinya biasa-biasa saja.
     Sampai suatu hari, disaat aku membaca mantera entah sudah yang keberapa kali, aku seperti melihat dengan samar suatu pemandangan, semakin lama semakin jelas, aku tidak tau tempat apa itu,apakah tempat itu yang pernah diceritakan orang kepadaku. Aku semakin penasaran, menjadi semakin rajin membaca mantera tersebut, saat itu setiap pagi dan sore sehabis sembahyang 1 putaran japamala bahkan bisa sampai 3 putaran japamala, karena terlalu penasarannya.
     Dan sejak pengelihatan pertamaku itu dengan semakin banyaknya pembacaan manteraku, aku jadi sering melihat hal-hal gaib disaat aku menutup mata dan membaca mantera tersebut. Seperti pada saat hari sejit salah satu dewa , dalam pengelihatanku itu, aku dibawa kesuatu sungai, disitu ada sebuah perahu dan aku menaikinya, aku berdiri diujung perahu itu dan perahu itu berjalan menyusuri sungai yang permukaannya penuh dengan bunga, dari kejauhan aku melihat cahaya terang dan kembang api bertaburan, seperti ada suatu perayaan disana yang begitu meriah. Apakah itu tempat perayaan dewa tersebut?. Aku bertanya-tanya antara percaya dan tidak, tapi ini benar-benar nyata. Kekuatan mantera yang kubaca itu memang ada dan tidak sembarangan, ada suatu kegaiban jika kita sering membacanya.
      Pada saat itu, walaupun aku melakukan sembahyang dan membaca mantera dirumah, tapi kehidupanku tidak begitu baik. Kehidupan duniawi yang penuh dengan kesalahan dan dosa telah aku jalani, semua itu demi untuk mencari suatu kebahagian didalam hati yang selalu saja merasa tidak puas dengan apa yang telah kudapatkan.  Saat itu mengira bahwa kebahagian itu bisa didapat dari hura-hura, pesta dan bersenang-senang, ternyata aku salah. semakin diikuti keinginan itu aku semakin tidak puas dan tidak mendapatkan kebahagiaan setelahnya, kehidupanku yang penuh dengan kesalahan itu berlangsung cukup lama dan mungkin hampir saja membuat aku hilang kendali. Dan disaat puncak kesenanganku dan pencarian kebahagiaan yang aku inginkan itu, pada suatu malam aku bermimpi.
      Didalam mimpiku itu terlihat dengan jelas, aku pergi kesuatu vihara bersama dengan teman-temanku dengan membawa satu kantong kain berisi bunga melati, lalu bersujud dihadapan rupang dewi yang terlihat cantik, tapi aku tidak begitu jelas dewi apakah itu.  Disaat aku selesai bersujud 3x dihadapannya, aku melihat mata dewi tersebut melirik kesisi kanan pipinya, dan aku melihat rambut dewi tersebut terbakar dan hampir mengenai pipinya, melihat hal itu aku segera berusaha memadamkan api dirambutnya dan mengelap pipi kanannya yang terkena noda hitam akibat kebakaran itu, dewi tersebut terlihat bahagia dan tersenyum atas apa yang kulakukan.
      Beberapa hari setelah mimpiku itu, aku di ajak seorang teman untuk memperingati sejit dewi welas asih. Kami membuat persembahan dan melipat kim cua/kertas sembahyang berbentuk teratai. aku  membuat dan menyiapkan apa saja keperluan yang harus aku bawa pada 3 hari sebelum sejit dewi tersebut.
      Aku merangkai melati untuk dikalungkan pada rupang dewi itu, katanya dewi itu sangat suka dengan bunga melati.  Dan 3 hari sebelum sejitnya, aku dan teman-temanku pergi kesuatu bio/klenteng di daerah sewan tangerang, bio/klenteng tempat biasa aku bersembahyang dan berkumpul dengan teman-temanku. Dan meletakkan semua persembahan yang kami persiapkan di altar dewi welas asih yang ada di bio itu dan kami mengalungkan rangkaian bunga melati keleher rupang dewi welas asih yang besar. Disampingnya ada rupang-rupang dewi welas asih kecil, ditengahnya duduk rupang dewi welas asih besar. Saat tengah sibuk mengatur persembahan, salah seorang yang ada dibio itu bilang kalau pipi rupang dewi welas asih yang besar ada noda hitam, seperti kena sarang laba-laba.  Karna 3 hari lagi hari sejitnya, rasanya tidak bagus jika wajah dewi itu kotor.  Jadi mau dibersihkan, tapi tidak ada yang mau naik untuk membersihkannya.  Akhirnya aku yang diminta untuk naik dan membersihkannya.  Dan saat aku membersihkan noda hitam di pipi kanan rupang dewi tersebut aku tersadar, apa yang kulakukan saat ini kenapa seperti didalam mimpiku.
      Aku sempat melamun, kok bisa kebetulan, kejadiannya bisa sama dengan mimpi.  Menyembahyangi seorang dewi, membawa melati dan mengelap pipi kanannya dari noda hitam. Apa artinya ini ??? Tanda Tanya besar bagiku.
     Kejadian ini membuat aneh bagiku tapi aku sempat tak menghiraukannya,  tapi sejak kejadian itu entah kenapa hatiku merasa ingin selalu membaca manteranya terus dan punya keinginan untuk menghapalnya. Anehnya, dalam waktu yang tidak lama aku bisa menghapal manteranya itu yang kata-katanya begitu sulit untuk dihafal, tapi aku bisa.
      Dan lebih tidak aku kira lagi, sejak itu aku seperti dituntun untuk meninggalkan kebiasaanku yang lama yang tidak baik. Keinginan untuk hura-hura, pesta dan mencari kesenangan duniawi sepertinya hilang dalam pikiranku.  Berganti dengan keinginan untuk melakukan ibadah dan menjalankan agama budha lebih dalam. Padahal aku sama sekali tidak paham agama budha, sebelumnya hanya mengikuti suami sembahyang, memegang hio dan membaca 1 mantera saja.  Apakah ini yang dinamakan jodoh ? Apakah aku telah berjodoh dengan agama budha ?
       Sampai akhirnya aku dituntun untuk meletakan rupang dewi welas asih tersebut dialtar rumahku. akhirnya seperti diberi kekuatan oleh dewa, saat ini aku sudah bisa mempersiapkan perlengkapan untuk bersembahyang dan mulai lebih mendekatkan diriku pada para dewa.
       Perubahan tiba-tibaku ini membuat banyak temanku kaget dan tidak percaya, karena terlalu mendadak sekali.  sebagian temanku ada yang kecewa dengan perubahanku itu karna aku tidak lagi mengikuti kebiasaanku yang dulu, perubahaan ini sama sekali tidak pernah aku rencanakan, semuanya berjalan dengan sendirinya. Mungkin ini  sudah waktunya bagiku untuk mendekatkan diri kepada tuhan. disamping perubahan yang kualami ini tanpa paksaan dari siapapun, aku juga mendapat dukungan dari suamiku, dialah yang membuat aku kuat menjalani jalan yang kutempuh ini.  Aku mulai menata hidupku yang salah menuju kejalan yang benar dengan tuntunan para dewa, serta dukungan dari suami dan anak-anakku yang kucintai.

3. MENCARI RUPANG SEORANG DEWI
      
      Sejak dewi welas asih duduk dirumahku, kejadian-kejadian aneh yang berhubungan dengan para dewa  datang silih berganti. Berdasarkan pengelihatan yang aku terima, aku diberi petunjuk sebuah tempat dimana aku bisa menemukan rupang dewi tersebut, aku memanjatkan permohonan pada dewa dialtar rumahku agar aku bisa bertemu dengan rupang dewi  yang berjodoh tersebut. Dan saat aku membaca mantera, muncul pengelihatan sebuah toko dengan tulisan nama tokonya begitu besar dan jelas terlihat, toko itu memiliki pintu masuk terbuat dari kaca dan disisi kiri dan kanan pintu tersebut terpajang rupang-rupang dewa.
       Setelah mendapat petunjuk itu Aku bertanya pada suamiku, apa ada toko yang seperti kulihat itu ? suamiku menanyakan pada temannya. Ternyata ada sebuah toko dengan nama seperti itu didaerah Jakarta.  Dengan perasaan senang, aku dan suamiku pergi ketempat itu. Aneh sekali, saat aku sampai ditempat itu jantungku berdebar kencang, karna aku benar-benar telah tiba disebuah toko yang sama seperti yang aku lihat saat membaca mantera, nama toko tersebut, pintu masuk kaca, dan rupang-rupang dewa yang terpajang disisi kiri dan kanan toko itu.  Aku masuk dengan gemetar seakan tidak percaya, aku belum pernah ketempat itu sebelumnya, kenapa bisa benar-benar ada dan sama dengan apa yang aku lihat.  Kekuatan para dewa benar-benar menuntunku sampai ketempat itu. Tapi aku tidak menemukan rupang dewi yang kucari, yang berjodoh denganku.
       Akhirnya kami hanya membeli sebuah gambar seorang dewi lain yang ada bunyi manteranya, lumayan bagus juga. Itupun belum bisa langsung dibawa, harus menunggu 3 hari, karena lampu pada gambar tersebut tidak menyala. Disaat keputusasaan kami, ada titik dimana aku bisa mendapatkan rupang dewi tersebut di sebuah vihara di daerah Tangerang.  setelah meminta izin pengurus vihara itu dan menanyakan langsung melalui ramalan puak pue, rupang dewi tersebut boleh aku bawa. Aku mempersiapkan segala keperluan untuk menjemput rupang dewi tersebut.
      Walaupun setelah rupang dewi tersebut berada dialtar rumahku, ada yang mengatakan bahwa rupang dewi tersebut tidak di kaykuang dengan benar sehingga yang duduk bukan dewa melainkan siluman dan sehingga telah membuat wajahku penuh dengan kegelapan dan bisa memakan nyawa.  Aku tidak mempermasalahkan perkataan itu.  Semua tergantung dalam hati dan pikiran diriku sendiri, jika hatiku jahat maka aku akan selalu diselimuti oleh kebencian dan kemarahan. Tapi jika hatiku baik maka aku akan tenang menghadapi segala hal.  Karena rupang-rupang dewa adalah media bagiku untuk menghaturkan hormat dan bersyukur atas pertolongan dan perlindungannyz.  Jadi yang akan duduk dialtar, dewa atau siluman semua itu tergantung dari hati dan perbuatanku.
  
4. BERTEMU DENGAN GURU SEJATIKU

     Pada suatu hari, setelah aku membawa pulang gambar seorang dewi yang aku beli disalah satu toko perlengkapan sembahyang dijakarta.  Dan setelah aku memajang gambarnya dirumahku, keanehan kembali terjadi. saat itu aku dan suamiku sedang pergi bersembahyang keluar.  Penghuni rumahku ingin memakai telpon rumah untuk menghubungi keluarganya, tapi saat dia mengangkat telpon tersebut dan menekan nomor telpon yang ingin dia hubungi, dia mendengar ada suara, yang bunyinya sama dengan suara lafalan mantera yang ada di gambar dewi itu.
     Dia sampai bingung, dan mencoba masuk kamar untuk mencoba lagi, malah suara lafalan mantera itu semakin jelas terdengar olehnya di telpon.  Saat aku pulang dia menceritakan kejadian itu kepadaku. Aneh, kenapa bisa begitu gambar dan telpon kan jalur kabel listriknya berbeda, aku tidak percaya mendengarnya. Tapi dia meyakinkan aku bahwa dia benar-benar mendengarnya ditelpon dengan jelas. Karna aku sering mengalami kejadian aneh dan mendapatkan pengelihatan setelah aku membaca mantera. Aku berfikir dalam hati, apakah dewi di dalam gambar tersebut memanggil aku?  Karna setelah kejadian itu aku seperti punya keinginan untuk bermeditasi dihadapannya. Tapi aku takut, karna kata orang tidak boleh sembarangan jalanin meditasi bisa kesurupan atau melihat hal-hal yang aneh dan lagi aku juga tidak tau caranya. Tapi dalam hati ini ingin menjalaninya. Besok Malamnya kira-kira pkl 9 malam  aku mencoba memberanikan diri untuk meditasi dengan cara yang aku tau saja, duduk bersila, badan tegak, kedua tangan ditopangkan kekaki dan mata dipejamkan. Itu yang aku lakukan, caranya benar atau tidak aku juga tidak tau, toh aku hanya mencoba-coba saja pikirku.
     Ternyata duduk meditasi itu tidak enak, selama duduk diam tubuhku sakit semua, mana aku digigit semut lagi. Akhirnya aku menyudahi meditasiku itu karena aku tidak merasakan apa-apa dan tidak kuat bediam diri terlalu lama.  Tapi esok hari dan seterusnya, tiap pkl.9 atau pkl.10 malam aku menjalani meditasi itu, entah kenapa hati ini menginginkannya.
     Suatu malam, setelah aku selesai meditasi dan berniat untuk tidur, tiba-tiba jantungku berdetak sangat kencang, detakkannya sampai kurasakan memukul-mukul dadaku dengan keras, begitu aneh dan tidak pernah aku alami sebelumnya. Aku bingung kenapa bisa begini, tapi aku tidak merasakan sakit, kata suamiku mungkin disuruh meditasi lagi. Ada-ada saja, masak sih? Dengan perasaan aneh aku ikuti kata-kata suamiku dan kembali bermeditasi.
    Saat beberapa lama masuk dalam meditasi, tiba-tiba aku mendengar suara memanggil namaku 2 kali, aku bingung kenapa bisa ada suara sedangkan hari-hari sebelumnya tidak ada suara apa-apa, apalagi aku kan sendirian dan sedang meditasi. Awalnya Aku tidak menghiraukan panggilan itu dan terus konsentrasi dalam meditasi, tapi suara itu kembali memanggil namaku, dengan rasa penasaran aku menjawab panggilan itu dalam hati “ ya…???.”
Suara itu kembali terdengar dan berkata,
     “ desi, aku adalah dewi xxx, karma kehidupan masa lalumu telah selesai, rohmu telah terbangunkan dengan sendirinya.  Aku diutus untuk membimbingmu.  Sejak saat ini, kau akan bisa berkomunikasi dengan dewa dan roh, dan bisa mengetahui karma masa lalu seseorang. Aku menberi anugrah benda pusaka kepadamu, untuk melindungi dirimu. Jalanilah kehidupanmu dengan baik”. Aku mengikuti petunjuk dewi itu untuk mengulurkan tangan dan mengambil benda itu. Lalu suara itu menghilang.
     Keluar dari meditasi aku tertegun, apakah ini nyata dan benar-benar terjadi. Suaranya begitu jelas kudengar.  Masih dalam keadaan tidak mengerti dengan kejadian ini aku menceritakannya kepada suamiku apa yang baru saja aku alami.
      sejak malam itu, dewi itu selalu datang menemuiku.  Aku bisa merasakan kehadirannya dan panggilannya dari isyarat tubuhku. Dia selalu memberikan petunjuk-petunjuk penting kepadaku.  Membimbing dan melindungiku. Disaat aku sedang sedih dan mempunyai masalah, dia datang menghibur dan memberikan nasehat kepadaku. Sejak kehadirannya, keegoisan, kemarahan, kebencian dan keinginan yang tidak baik dalam diriku terkikis perlahan-lahan.
     Dia menuntunku untuk pergi menemui para dewa divihara/klenteng untuk berkomunikasi, memperkenalkan diriku, mengenal dewa-dewa dan mendapatkan berkat darinya. Tapi setiap petunjuk yang diberikan selalu tidak begitu jelas, menyuruh aku pergi menemui dewa disuatu tempat yang tidak ada alamat lengkapnya hanya nama daerahnya saja bagaiman aku mencarinya, untung aku didukung suamiku yang selalu punya waktu untuk mengantarku kemanapun aku pergi, jika tidak ada dia bagaimana aku bisa menjalaninya, mungkin dewi itu ingin menguji diriku apakah aku mau menjalaninya atau tidak dengan informasi yang minim itu. Dewi itu berpesan agar aku yakin pada petunjuknya, disaat mencari tempat itu harus dengan hati tenang dan tidak ragu-ragu apalagi tidak yakin bahwa tempat itu dan dewa itu ada, aku bisa kesasar dan tidak bisa menemukannya.  Karna pernah beberapa kali ragu dan tidak percaya, tempat itu tidak ketemu-ketemu dan kami hampir putus asa. Tapi disaat situasi itu dewi tersebut kembali mengingatkan untuk tenang dan kembali mencari berdasarkan petunjuknya, akhirnya tempat itu ketemu dan benar-benar ada. Seakan tidak percaya, tapi ini benar-benar terjadi.   Dan yang dikatakan dewi tersebut benar, aku bisa berkomunikasi dengan dewa-dewa divihara-vihara yang aku kunjungi tersebut mendapatkan nasehat dan berkat dari mereka.  Ini adalah pengalaman yang paling aneh dan paling berharga buatku.

5. SEMPAT KEHILANGAN KEYAKINAN

      Pernah suatu kali, aku diberi petunjuk oleh guru sejatiku untuk pergi menemui seorang dewa di daerah tangerang.  Dewa ini mempunyai tugas untuk mengurusi ilmu hitam, aku agak takut untuk pergi, takut terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan. Tapi guru sejatiku meyakinkan aku bahwa tidak apa-apa, hanya ingin menemui dewa tersebut untuk mendapatkan berkat. Akhirnya aku pergi juga, masih dengan informasi yang minim tentang tempat itu dan mencari tempat itu dengan yakin.dan ketemu.
       Tapi setelah kepergianku menemui dewa itu, tiba-tiba badan anakku  panas dan muntah-muntah.Aku berfikir apakah karena kepergianku semalam, hingga anakku sakit, aku menangis melihat hal ini dan merasa bersalah, seandainya tidak pergi pasti anakku tidak apa-apa.  Apakah guru sejatiku itu benar-benar dewi yang baik, kenapa setelah mengikuti petunjuknya anakku jadi sakit, aku sempat hilang keyakinan kepadanya dan berniat tidak ingin menjalani ini lagi. Sambil menangis Aku menghadap dewi tersebut bertanya mengapa bisa begini dan mohon supaya anakku disembuhkan, aku mengatakan tidak mau lagi menjalani ini.
       Saat aku dalam kesedihan, guru sejatiku datang memanggilku dia berkata’;
      “Desi..kau tidak boleh berfikir yang tidak-tidak. Anakmu panas bukan karena kau menemui dewa itu. Ini hanya kebetulan saja. Kau jangan bersedih, aku akan membantumu menyembuhkan anakmu.” Tapi bagaimana caranya.? “ambillah daun xxx ,lumatkan dengan mulutmu lalu tempelkan pada dahi anakmu, maka panas pada tubuhnya akan hilang.” Dengan hati sedih aku mengikuti petunjuknya, mencari daun itu dan melakukan cara yang dia katakan. Dengan hati cemas aku menunggu. Dan ternyata benar, anakku semalaman tidak rewel, sempat muntah sekali lalu tertidur dengan nyenyak dan esok paginya panasnya benar-benar hilang dan dia sudah ceria kembali. Guru sejatiku itu telah menyembuhkan anakku. Atas kejadian ini, yang tadinya sempat berfikir negative terhadapan bimbingan yang aku dapatkan selama ini menjadi sirna dan  aku kembali yakin dengan jalanku ini karna aku merasakan semakin hari bimbingan yang kuterima semakin baik dan berguna untukku, aku dituntun kearah yang baik bukan kearah yang jahat, ego dan kebiasaan jelekku pelan-pelan dirubah olehnya dari situ aku benar-benar percaya bahwa aku dibimbing oleh dewi yang baik dan aku tidak salah jalan.


6. BERUSAHA MENGENDALIKAN DIRI

      Semakin hari, aku semakin berjodoh dengan banyak dewa.  Yang awalnya hanya datang menemui para dewa untuk mendapatkan berkat.  Malah sekarang banyak dewa yang membimbingku dan memberikan aku pelajaran berharga, aku memanggil para dewa itu sebagai guru.  Tiap dewa memiliki kekuatan masing-masing, ada yang mengajari aku visualisasi, konsentrasi dalam meditasi, membuat hu, masuk kedunia gaib dan menangkal ilmu hitam, dan bimbingan dari para dewa itu masih aku jalani sampai saat ini.
     Dari pengalaman berkontak batin dengan para dewa ini, aku baru tau bahwa para dewa itu penuh dengan welas asih, membimbingku dengan sabar dan begitu melindungiku.  Apapun masalah yang aku hadapi, para dewa tersebut selalu datang memberikan aku petunjuk apa yang harus aku lakukan untuk mengatasi masalahku itu memberikan aku nasehat-nasehat berharga, begitu juga saat ada orang yang membutuhkan pertolonganku, aku selalu mendapatkan petunjuk apa yang harus dilakukan orang tersebut agar dia bisa terlepas dari masalahnya.
      Kita selama ini selalu menganggap bahwa para dewa itu terlalu banyak larangannya, tidak oleh begini dan begitu, menghendaki manusia menjadi orang suci.  Kita berfikir bahwa hanya orang suci saja/orang yang meninggalkan keduniawian saja yang bisa dekat dan mendapatkan kontak batin dengan para dewa. Dan menganggap bahwa kita sebagai orang awam sulit untuk mendekatkan diri kepada para dewa, dan berfikir bahwa kita yang masih hidup keduniawian dan masih melakukan hal-hal yang kurang baik, seperti minum-minuman beralkohol, mendengarkan music, mencari hiburan untuk menyenangkan hati itu tidak layak/tidak enak hati untuk mendekatkan diri kepada para dewa. 
      Aku ingin memberitahukan kepada orang-orang, berdasarkan pengalamanku selama ini. Bahwa para dewa itu begitu menyayangi umat manusia, tidak pilih kasih dalam melakukan penyelamatan/pertolongan kepada mereka.  Sesungguhnya para dewa tidak melarang untuk minum-minuman beralkohol, tapi para dewa tidak ingin melihat manusia bermabuk-mabukan, sesungguhnya jika kita menghindari dari mabuk, itu bukan untuk kepentingan para dewa, dan bukan untuk menyenangkan hati para dewa, tapi semua untuk manusia itu sendiri.  Karena Jika kita terlalu mabuk, terpengaruh terhadap minuman beralkohol tersebut, dan hanyut karenanya. kita menjadi lupa diri dan tanpa sadar telah  mempermalukan diri sendiri, menyakiti diri kita sendiri dan bahkan bisa menyakiti keluarga kita juga orang lain yang ada disekitar kita dan yang lebih parah lagi, kita bisa sakit.  Para dewa tidak ingin kita hidup menderita apalagi sampai kita sakit akibat ulah kita sendiri dan baru akan datang memohon pertolongan para dewa jika kita sudah mengalami penderitaan itu.
      Kenapa kita harus mengalami sakit terlebih dulu baru kita sadar ???
semua kesulitan dan penderitaan yang kita alami didunia ini sebagian besar karna perbuatan kita sendiri dimasa sekarang, dan sebagian lagi karna karma kita dimasa lalu.
      Kesedihan para dewa melihat prilaku manusia didunia ini sama sekali tidak bisa membuat manusia sadar.  Manusia telah terikat dengan kesenangan mata, hidung, telinga dan lidahnya. Mata suka melihat pemandangan yang indah, hidung suka mencium sesuatu yang harum, telinga suka mendengar pujian dan sanjungan, dan lidah suka makanan yang enak.  Keterikatan itulah yang membuat manusia lupa dan tidak tau kalau semua kesenangan itu hampa dan kosong.  Kebahagiaan duniawi itu tidak kekal dan abadi.  Demi mendapatkan kebahagiaan duniawi itu banyak yang harus dikorbankan.  Mengorbankan diri sendiri, keluarga dan oranglain.
     Jadi untuk apakah kita mengejar kesenangan dan kebahagiaan duniawi itu, jika pada akhirnya harus menderita ???
     Walaupun kita hidup didunia ini, kita boleh mempergunakan kesenangan duniawi itu tapi kita tidak terikat olehnya.  Seperti contohnya uang, selama kita hidup didunia ini tentu kita membutuhkan uang untuk menjalani hidup kita, tapi kita mencari uang tersebut bukan untuk merusak diri kita dengan berbuat hal-hal yang tidak baik, tapi mempergunakan uang tersebut untuk hal-hal yang berguna dan baik, karena dengan begitu kita akan lebih menghargai jerih payah kita dalam mencari uang tersebut.  jangan lah kita diperbudak oleh uang. Karna dengan adanya uang itu bisa membantu dan mempermudah kita menghadapi masalah dalam dunia ini tapi jika kita salah mempergunakannya, maka uang juga bisa mencelakakan kita tanpa kita sadari.


 7. MERASA DITINGGALKAN GURU SEJATI

      Pernah suatu kali aku tidak yakin dengan petunjuk yang diberikan oleh guru sejatiku yang tidak berwujud itu. Menganggap bahwa petunjuk itu tahayul dan tidak mungkin. telinga berdenging, dan telinga tertekan yang kadang aku alami kadang meberi firasat tertentu, guruku sudah meberitahu kalau akan terjadi sesuatu yang tidak baik/aku akan mendapat kabar buruk mengenai keluargaku. Karena kupikir tidak mungkin jadi petunjuk itu  tidak aku perdulikan Dan aku tidak melakukan apa-apa untuk menghindari hal tersebut.aku hanya terus saja sibuk dengan aktivitasku dan tidak berusaha untuk menjalankan petunjuknya untuk berjaga-jaga dan lebih berhati-hati.
      Sampai akhirnya sesuatu hal yang buruk benar-benar terjadi dalam keluargaku, aku amat bersedih saat kejadian itu dan menyesal sebelumnya tidak berbuat apa-apa untuk mencegah hal itu terjadi. Pengalaman ini membuat aku sadar, kelebihan yang aku miliki yang diberikan oleh para dewa tidak boleh aku abaikan, karna saat ini aku telah berada di dua alam, yaitu alam manusia dan alam gaib. Pertanda –pertanda yang ada disekitarku harus bisa aku ketahui maksudnya, karna para dewa kadang memberikan petunjuk tidak secara langsung, tapi kadang petunjuknya itu diberikan secara gaib dan tidak masuk akal bagiku. Tapi itulah para dewa penuh dengan rahasia dan kekuatan gaibnya sungguh besar.
      Dalam bimbingan guru sejatiku, pernah suatu kali aku marah besar, kemarahanku itu memuncak disaat aku menganggap kalau guru sejatiku itu tidak membantuku, dan membiarkan aku mengalami kegagalan dalam menjalani satu kasus. Padahal dia sudah memberitahu aku bahwa aku tidak gagal, tapi aku malah naik tingkat karena keteguhan hatiku menjalani kasus tersebut. Aku merasa tidak terima dan tetap marah kepadanya, aku menutup diriku, tidak menjalani meditasi lagi dan tidak ingin dibimbing lagi olehnya. Hari-hari berikutnya aku hidup tanpa bimbingan, tak ada lagi panggilan darinya ataupun pertanda keberadaannya, sepertinya dia sudah pergi meninggalkan aku.
      Tapi aku merasa hidup tanpa guru sejatiku itu begitu membuat aku sedih, aku merasa kehilangan.  Dan aku merasa bersalah, mengapa aku berfikir egois, dia sudah mengatakan bahwa itu bukan salahku, kenapa aku tetap marah dan tidak menghiraukan perasaannya. Aku merasa aku sudah menjadi seorang yang egois, selama ini dia membimbingku tanpa pamrih, menjaga dan melindungiku tanpa kenal lelah, tapi aku tidak menghargainya.  Aku telah tersadar akan kesalahanku, tapi dia sudah pergi, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan agar dia mau kembali membimbingku.
      Lalu aku kembali menjalani meditasi, dalam meditasiku itu salah satu budha datang dan memberiku nasehat.  Bahwa guruku itu amat menyayangiku dan tidak ingin aku bersedih atas kejadian itu, jadi sementara waktu dia tidak ingin menggangguku sampai aku benar-benar tenang. Suamiku saat itu menanyakan kepadaku, kenapa guruku tidak lagi memberiku petunjuk, akhirnya aku ceritakan apa yang telah kulakukan. Suamiku menyarankan agar aku meminta maaf pada guruku itu dengan tulus. Dan memohon bimbingannya kembali.  Dan benar saja, setelah aku melakukan apa yang suamiku sarankan, guruku mulai memanggilku kembali.aku bahagia sekali, hampir saja aku sia-siakan berkah yang aku terima selama ini ,mendapatkan bimbingan dari para dewa adalah berkah terbesar untukku. Sejak itu aku berikrar, bahwa aku akan berlindung padanya, dan siap menjalankan setiap petunjuknya untuk menjalani jalan kebenaran ini.


 8. MENCARI KEBENARAN BIMBINGAN

      Dalam menjalani petunjuk dan arahan para dewa, kadang yakin apa yang kujalani tapi kadang juga ragu atas semua petunjuknya.  Karna selama ini hanya roh tak berwujud saja yang datang membimbingku, aku berfikir untuk mencari seseorang yang punya pengalaman yang sama denganku.  Agar aku semakin yakin.  Aku pernah menceritakan apa yang aku alami pada seseorang yang telah lama membina diri/suhu, suhu ini aku kenal dari temanku, tapi aku belum pernah bertemu dengan suhu tersebut.  Kami berhubungan hanya lewat telpon dan sms.  Aku bertanya pada suhu itu, apakah yang aku alami ini benar ???
      Aku mengatakan kepadanya bahwa aku bisa berkomunikasi dengan para dewa. Dia mengatakan itu bisa saja terjadi, bisa berkomunikasi dengan roh gaib namanya telepati.  Tapi suhu tersebut mengatakan bahwa untuk apa bisa begitu, kalau diikuti bisa jadi paranormal dan akan banyak orang yang akan datang untuk meramal nasib mereka kepadaku. Untuk mencapai penerangan sempurna itu dicapai dengan usaha diri sendiri katanya. Dia juga menanyakan kepadaku apakah aku kerasukan.  Aku bilang tidak. Pendapat suhu itu mungkin ada benarnya, kita memang harus berusaha sendiri untuk mencapai pencerahan itu, tapi apakah salah jika kita mendapatkan berkah kelebihan dari para dewa dan kita benar-benar mengamalkan untuk menolong sesama tanpa pamrih.  Aku merasa perkataannya itu tidak menenangkan hatiku dan tidak menjawab atas semua yang aku alami.
      Lalu disaat aku pergi ke suatu vihara yang ada di daerah bogor, aku membaca satu buku spiritual dan membawanya pulang.  Dirumah aku membaca dengan penasaran, karna yang dialami oleh penulis buku itu sepertinya sama dengan yang aku alami, kelihatannya orang tersebut agak bijaksana jika aku lihat dari isi tulisannya.  Aku berniat untuk menemuinya dan berkonsultasi dengannya mengenai apa yang aku alami.  Aku pergi dengan suamiku kerumahnya yang berada didaerah jakarta, tapi ternyata sikap dan kata-katanya tidak seperti apa yang aku pikirkan. 
      Aku berusaha menguatkan hatiku untuk berbicara dengannya. tapi sebelum aku, ada seorang wanita yang datang bersamaan dengan kami, dia datang dari luar jakarta. Dia ingin minta petunjuk dari orang itu untuk mengatasi masalahnya yang pelik dan wanita itu mengatakan sudah putus asa, tapi wanita itu tidak mendapatkan solusi bagi masalahnya karena terlalu rumit.
     Aku jadi bingung melihatnya. Kenapa orang yang sudah berpengalaman lama dalam hal spiritual tidak bisa memberi bantuan, bukankah dia sudah mendapatkan kontak batin dan bimbingan dari guru-guru rohnya, mengapa dia tidak bisa memberitahukan kepada wanita itu apa sesungguhnya yang salah dan apa yang harus diperbaiki.
      Aku jadi bertanya-tanya didalam hati, apakah sudah benar aku datang menemuinya untuk meminta bimbingan.   akhirnya aku mengurungkan niatku untuk berkonsultasi lebih dalam mengenai diriku padanya.
      Melihat situasi itu aku tersadar, bahwa mendapatkan kontak batin dengan para dewa itu, mungkin bisa saja manusia dapatkan. Tapi kemana arah bimbingan yang diterima dan apa tujuan akhir dari tuntunan para dewa itu, seharusnya bisa  kita pahami sendiri baik atau tidak. Mungkin kita tidak percaya bahwa roh itu ada karena kita tidak merasakannya.
      Aku percaya bahwa kita ini terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Percaya bahwa jika roh kita sudah bangun kita akan mendapatkan bimbingan yang baik dari dewa yang mendampingi kita selama ini, tapi kita tidak menyadarinya. Setiap manusia pasti ada dewa yang mendampingi dan baru akan membimbing kita jika roh kita sudah terbangunkan, dan untuk mendapatkan itu semua setiap orang menjalani proses yang berbeda-beda waktunya.  Ada yang saat dilahirkan rohnya sudah bangun, ada yang harus mengalami dua kali kelahiran baru rohnya terbangunkan, ada juga yang sudah tua baru rohnya terbangunkan.
     Selama ini, dikarenakan roh dalam diri kita belum terbangunkan, sehingga jiwa dalam diri kita menuntun kita kearah yang salah dan kita tidak menyadarinya. Jika roh kita sudah terbangunkan, kita akan merasakan bahwa roh kita menuntun kita kejalan yang baik sekaligus jika berjodoh dengan para dewa kita akan mendapatkan bimbingannya untuk melewati kehidupan kita yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan didunia ini dan menuntun kita mensucikan roh kita sehingga kita bisa masuk surga/naik ketanah suci sukhavati dan tidak lagi mengalami lahir, sakit, tua dan mati.  


9. MENGETAHUI JATI DIRI DAN KEHIDUPAN MASA LALU

       Suatu saat, dimeditasiku yang dalam, tiba tiba aku melihat setitik sinar/cahaya, cahaya itu semakin besar dan menutupi mataku, lalu sinar itu berganti dengan suatu pemandangan yang aneh.  Awalnya aku melihat diriku dimasa aku masih sekolah disma, lalu gambar itu bergerak mundur kemasa-masa aku remaja sampai aku kecil dan dilahirkan serta dikandung oleh ibuku, lalu mundur lagi ketempat yang asing dan melihat seorang wanita yang tidak aku kenal, kejadian-kejadian yang dialami oleh wanita itu terlihat olehku dengan jelas, dan setelah itu masih aku lihat tempat yang berbeda dan wanita yang berbeda pula. semua kejadian itu bergerak mundur. Aku tidak mengerti, disaat aku mulai mencari-cari ada apa sebenarnya. Guruku memanggil, dia berkata bahwa aku telah mengetahui jati diriku dan kehidupan masalaluku.  Asal rohku dan Karma apa yang telah kulakukan dimasalalu telah aku ketahui dan telah kubayar dikehidupanku ini. Sehingga aku bisa mendapatkan bimbingan para dewa dikehidupanku ini.
       Ternyata tujuan dari terbukanya jati diriku itu adalah, agar aku mulai melatih diriku yang sekarang, mulai mengumpulkan jasa pahala dikehidupanku sekarang ini, sehingga rohku menjadi suci bersih dan layak untuk datang menghadap para dewa.  Dan ternyata tidak hanya itu, aku juga dipersiapkan untuk mulai membina diriku dengan dibimbing para dewa, agar bisa menjalankan kebenaran dan menolong orang, sesuai misi yang diberikan oleh guruku.
        Menurut guruku, terbangunnya rohku, mengetahui jatidiri dan dapat berkontak batin dengan para dewa dan guru sejatiku, itu semua karna adanya ikatan jodoh kehidupan lalu.  Tiap manusia memiliki jodohnya masing-masing dengan para dewa yang selalu menjaga dan melindungi manusia itu, kadang disaat manusia itu melakukan perbuatan tidak baik ataupun membiarkan dirinya dimasuki oleh roh tidak baik, dewa yang berjodoh dengannya masih mendampinginya.
       Melihat jati diri dan kehidupan masalalu, membuat aku terharu. Membuat aku semakin sadar bahwa hidup didunia ini tanpa mendapatkan bimbingan rohani dan mendekatkan diri kepada tuhan, menghabiskan masa muda dengan berfoya-foya, hura-hura mencari kesenangan duniawi itu tidak ada artinya. Walaupun ada yang mengatakan, bahwa aku menyia-yiakan hidupku. Mengatakan bahwa aku masih muda, untuk apa punya uang tapi tidak dinikmati selagi muda. Malah menghabiskan waktuku untuk menjalankan rohani dan menghindari kesenangan duniawi.
       Aku tau, mungkin saat ini aku punya uang dan bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Tapi untuk apa semua itu ??? selain untuk memenuhi ego diri sendiri.  Memenuhi keinginan duniawi tidak ada habisnya, semakin dikejar dan diikuti, semakin tidak puas.  Aku mengatakan hal ini karna aku sudah merasakannya, sudah pernah mengejarnya, tapi tidak bisa benar-benar membuat aku bahagia.  Hanya awalnya saja merasa senang, tapi setelah itu penyesalan yang datang dan hati merasa bersalah.
       Seandainya saja tiap manusia bisa mengalami hal yang aku alami saat ini, mungkin mereka akan bisa mengerti.  Semua yang terjadi padaku begitu alami,tiada paksaan dan tiada penyesalan.  Aku bahagia menjalaninya, karna begitu banyak rahasia yang dibukakan di depan mataku, hingga aku terpana dan terkagum-kagum dan terintropeksi diri.  Inilah sesuatu yang misterius itu, alam dewata, alam gaib satu persatu terbuka dan memberiku banyak pengetahuan yang tidak kudapatkan didunia ini jika aku masih menjalani hidupku seperti dulu. Suatu pengalaman yang menakjubkan dan berkesan.    


 10. COBAAN DAN GODAAN DATANG

      Dalam menjalani jalan kebenaran ini kerap kali cobaan dan godaan datang menghampiriku.
Disuatu malam, didalam konsentrasi meditasiku, tiba tiba ada suara yang memanggil namaku, aku mengira guruku yang memanggil, ternyata bukan, katanya dia adalah hatiku. Hatiku itu berbica kepada ku.
      “ desi, untuk apa kau menjalani semua ini.  Jangan kau sia-sia hidupmu.  Kembalilah kekehidupanmu yang dulu, yang penuh dengan kebahagiaan, kesenangan dan makan makanan yang enak. teman-temanmu menunggumu.  Jangan kau ikuti perkataan dewa-dewa itu, mereka hanya memanfaatkanmu untuk kepentingan mereka. Kembalilah… “
      Aku menjawab.:
      “ kau hatiku yang baik atau yang jahat ??? “
      “ aku hatimu yang baik.”
     “ jika kau hatiku yang baik, maka engkau tidak akan menyuruhku untuk kembali berbuat kesalahan. Kau pasti bukan hatiku yang baik.”
      “ aku hatimu yang baik. Aku tidak mau kau menyia-yiakan hidupmu dengan mendekatkan dirimu pada dewa-dewa itu.tidak ada gunanya.”
      “ pergi kau, kau bukan hatiku yang baik. Jangan ganggu aku, aku tidak akan mengikuti perkataanmu.”
     Suara yang mengatakan bahwa dia adalah hatiku itu terus menghasutku agar aku kembali kekehidupanku yang dulu.  Tapi dengan sekuat tenaga aku mengusirnya. Hatiku yang jahat itu datang sampai 3 kali untuk menghasutku disaat aku meditasi, dan aku selalu mengusir dia agar jangan menggangguku. Dan disaat terakhir salah satu budha datang dan membuat suara yang mengaku hatiku yang baik itu menghilang bagai ditelan bumi.
      Budha itu berkata.:
“ desi … kau sudah melewati masa pencobaanmu, telah dapat menghilangkan keAKUan didalam dirimu, selanjutnya kau akan mendapatkan kebudhaan dan kebahagiaan serta perlindungan para dewa.”  
      Aku mengucapkan terima kasih kepada budha tersebut.
Setelah itu, tidak ada lagi suara hasutan setiap aku meditasi, hanya kehadiran para dewa yang membimbing dan memberiku nasehat.
     Pengalaman ini membuat aku mengerti bahwa didalam diri manusia memang ada sisi baik dan ada sisi jahatnya. Tergantung sisi mana yang menguasai dirinya. Jika dia mengikuti sisi jahatnya, dia akan menjadi  orang yang tidak berperasaan dan selalu berbuat hal-hal yang tidak baik. Tapi jika dia mengikuti sisi baiknya, maka kehidupannya akan banyak mendapatkan kebaikan dan akan menuntunnya kejalan yang benar.


11. DI ABHISEKA DAN MENDAPAT NAMA BUDHA

     Salah satu guruku, memberiku petunjuk agar aku pergi menemui satu dari tiga budha di sebuah vihara didaerah Jakarta, awalnya aku tidak langsung menjalaninya karna saat itu aku agak sedikit bimbang dan ragu untuk menjalaninya, sampai hari menjelang malam dan aku sudah selesai dengan pekerjaanku aku tidak menjalankan petunjuk guruku itu.  Kemudian tanpa rasa bersalah sedikitpun, Aku membasuh diri lalu mulai sembahyang dan membaca mantera di depan altar rumahku, dan menyambungnya dengan meditasi.
     Dan disaat meditasi itu dua budha datang menemuiku dan salah satunya berkata kepadaku .;
    “ desi … mengapa kau tidak menjalankan petunjuk yang diberikan kepadamu hari ini?, mengapa engkau meragukannya?. Ini adalah kesempatanmu untuk bisa mensucikan rohmu, jati diri telah kau ketahui tentunya harus menjalankan setiap petunjuk dan berbuat kebajikan.  Apakah kau mau terus mengalami tua, sakit, mati dan dilahirkan kembali???.” Lalu budha itu menghilang. Dan aku keluar dari meditasi dan secepatnya memberitahu suamiku untuk pergi menjalankan petunjuk.
     Akhirnya kami sampai divihara yang dimaksud pkl.8 malam, dan mulai bersembahyang disana, kemudian menuju altar budha yang ditunjuk.
     Dengan hormat bersujud dihadapannya dan mulai berkomunikasi dengannya didalam meditasi. Budha itu berkata.:
     “ desi … kau sudah datang menemuiku, sungguh tidak mudah.”
“awalnya aku tidak berniat pergi, tapi ada budha lain yang datang menemuiku agar aku segera pergi bertemu dengan engkau.”
     “ kehidupanmu sudah diatur dan digariskan, karna itu setiap hal yang kau lakukan sekarang ini akan menimbulkan reaksi yang cepat. Aku memintamu kesini untuk memberimu abhiseka dan nama budha. Agar kau bisa menjalani jalan dharmamu dengan baik”
     Aku kaget dan bingung, bukankah abhiseka dan nama budha hanya bisa didapat jika kita menjadi anggota suatu vihara dan ditahbiskan oleh bhikhu divihara tersebut.  Sedangkan aku tidak aktif di vihara manapun hanya sembahyang dialtar rumah dan sesekali kekelenteng dan vihara untuk bersembahyang pada hari tertentu. Bagaimana aku bisa mendapatkan abhiseka dan nama budha? Apakah ini benar ? pikirku.
    “desi … aku tau apa yang kau pikirkan, kau mendapatkan abhiseka dan nama budha langsung dariku, itu adalah anugrah terbesar untukmu, jadi jangan kau sia-siakan.
“baiklah terima kasih.”
     Lalu aku merasakan sinar begitu terang menyinari tubuhku dan wajah dan tubuhku sedikit panas. Aku mendiamkannya sampai ada petunjuk lebih lanjut. Lalu …
     “ desi... aku telah memberi abhiseka kepadamu dan mulai saat ini nama budhamu adalah xxx, jalanilah kehidupanmu dengan baik.” Lalu budha itu menghilang. Dan aku keluar dalam meditasi dengan perasaan terharu. Seandainya saja aku tidak diingatkan oleh salah satu budha untuk menjalankan petunjuk menemui budha yang mengabhiseka dan memberi nama budha padaku, mungkin aku tidak akan merasakan betapa bahagianya mendapatkan perlindungan para dewa dan juga perlindungan para budha.


12. PERUBAHAN DEMI PERUBAHAN PADA TUBUH

     Dalam menjalani bimbingan para guru dewata, membuat aku sering mengalami perubahan-perubahaan aneh  pada tubuh ku yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
      Dulu aku suka sekali makanan laut, seperti kepiting, udang, cumi dan kerang.  Aku dulu sering mengadakan pesta makan seafood dirumahku, atau kadang dirumah temanku pada saat-saat hari libur. Sejak berjodohnya aku dengan guruku, kebiasaanku makan makanan laut dan mahluk hidup lainnya hilang, aku mulai bervegetarian tanpa ada perjanjian apapun.  Selama vegetarian ini, aku seperti mengalami proses pembersihan tubuh, 1 hari aku bisa buang air sampai lebih dari 3 kali, atau setiap aku habis makan aku pasti akan kekamar mandi untuk buang air, sampai aku mengalami ambeien dan terasa sakit. Padahal dulu aku tidak seperti itu, kadang sampai 3 hari aku tidak buang air.  Isi perutku seperti dikuras habis dari semua kotoran yang menempel pada organ dalamku.  Awalnya aku sempat kuatir kenapa aku mengalami hal itu, tapi guruku mengatakan:
      “ kau sedang dalam proses pembersihan dari segala yang kotor yang telah masuk ketubuhmu. tidak usah kuatir, tubuhmu akan kembali pulih dan rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya setelah proses pembersihan itu selesai.”
      Benar saja setelah beberapa hari, aku tidak lagi sering buang air, tapi berganti menjadi buang air setiap pagi. Ternyata proses pembersihan itu memberikan manfaat juga buatku, aku yang dulu selalu mengeluh karna berat badanku sulit untuk turun, dengan berbagai cara dari olahraga, senam dll tidak menghasilkan berat badan yang kuinginkan. sekarang bisa aku dapatkan berat badan yang ideal dengan bervegetarian.
      Setiap kali aku menjalankan tugas yang diberikan oleh guruku untuk pergi kesuatu tempat, atau pergi mengunjungi salah satu dewa, selesai menjalankan tugas itu aku pasti merasakan tubuhku menjadi ringan, aku seperti merasakan perasaan yang lapang dan enteng.  Sepertinya rohku mendapatkan kekuatan sehingga bisa semakin bangkit dan aku seperti tidak merasakan tubuh jasmani ini. Terlebih lagi saat aku diperciki air suci dari salah satu guruku, aku seperti tidak berada dibumi ini.  Walaupun aku melihat banyak orang berlalu lalang, dan melihat suasana yang begitu ramai, tapi aku merasa seperti tidak berada ditempat itu.  Berada bersama mereka tapi aku merasa seperti berada di alam yang berbeda dengan orang-orang disekitarku itu. 
     Pada saat aku mulai bingung atas apa yang ku alami itu, guruku memberitahu :
    “kau telah berbeda dengan orang awam yang rohnya belum terbangkitkan, rohmu telah bangkit, dengan semakin banyaknya berkah yang kau dapatkan dari para dewa, maka kau akan semakin berbeda dengan orang awam. Kau tidak perlu takut dengan perubahaan itu, nanti kau akan terbiasa. Dengan adanya perubahan itu kau akan dapat memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang awam.”
     Sampai saat ini aku masih mengalami perubahaan-perubahan itu setiap kali aku melakukan sesuatu hal yang baik, saat selesai menjalankan tugas, dan saat mendapat berkah dari dewa.  Rohku semakin bangkit dan menguasai tubuh jasmaniku, sehingga aku bisa dengan penuh ketulusan melakukan puja bakti dan semakin dekat dengan para dewa.
 

13.DIAJARI MENARI DAN JURUS OLEH GURU

    Selama dekat dengan guru-guru tak berwujud, aku banyak mendapatkan pengetahuan yang tidak kudapatkan didunia ini.  Pelajaran disekolah amat berbeda jauh dengan pelajaran yang diberikan oleh guru-guruku itu.  Kadang tata karma dan cara pengajaran hampir sama, tapi apa yang diajarkan disekolah amat bertolak belakang dengan yany sekarang aku terima ini.
     Guru-guruku itu ada yang mengajarkan aku menari, visualisasi, membuat hu, mantera, mudra dan jurus-jurus untuk melindungi diri. Tarian yang diajarkannya adalah tarian putri kerajaan, terasa aneh bagiku tapi kaki dan tanganku bergerak dengan sendirinya, berputar kesana kemari dengan gemulai bak seorang putri, dengan gerakan yang teratur dan rapi seperti sudah dipelajari padahal baru sekali itu aku melakukannya. Lalu diajari gerakan melindungi diri dari ilmu hitam oleh guru sejatiku, diajari bervisualisasi melihat dewa, membuat hu untuk berbagai keperluan dan lain sebagainya. Guru-guruku berpesan kepadaku agar aku selalu melatih setiap pelajaran yang aku terima karna semua itu akan berguna untukku nantinya.
     Awal menerima pelajaran itu aku agak tidak yakin bahwa apa yang aku pelajari itu ada gunanya, karna aku merasa aneh dengan semua itu.  Tapi setelah beberapa lama aku menjalani, setelah aku benar-benar mengalami hal-hal gaib yang membutuhkan jurus-jurus yang diajarkan oleh guru-guruku untuk menghadapinya. Dan semua itu benar-benar berfungsi.  Sepertinya kita tidak melihat dengan mata jasmani, tapi dalam dunia gaib kejadian itu benar-benar terjadi dan aku alami.  Sejak mengalami pengalaman gaib itu, aku jadi tidak meremehkan lagi setiap pelajaran dan bimbingan yang diberikan para dewa kepadaku, dan dengan kesungguhan hati melatih diri dengan sebaik-baiknya.
      Sampai saat ini aku sudah banyak mendapatkan pelajaran yang berarti dari pengalaman-pengalaman gaib, beberapa dewa telah menjadi guruku. Membimbingku dengan cara mereka dan dengan ciri khas mereka.  Dari sini aku baru mengetahui bahwa dewa itu seperti manusia pada umumnya, mereka punya karakter dan kebiasaan masing-masing, cara pengajaran masing-masing dewa juga berbeda, tapi dengan tujuan yang sama membina diriku agar aku bisa menjalankan misi yang telah diberikan.  Para dewa tidak ada kesombongan, penuh welas asih dalam membimbing, menjaga dan selalu mengingatkan aku, sehingga aku tidak salah jalan.
Guruku dan salah satu budha mengatakan :
      “ Mendapatkan berkah dari para dewa tidak boleh sombong, benar-benar mempergunakan setiap bimbingan dan pelajarannya untuk menolong orang lain dan mencapai kebudhaan, melatih diri bukan untuk tujuan mendapatkan kesaktian. Jangan kau kejar kesaktian itu, Tapi biarlah hal itu datang dengan sendirinya tanpa ada ambisi didalam hati.”
Pesan itu yang selalu aku ingat sampai saat ini, membuat aku selalu mawas diri, dan tidak berusaha menyimpang dari ajaran guru-guruku.
       Mendapatkan berkah demikian besar tidak ingin kusia-siakan, karna tidak semua orang bisa mendapatkannya, asalkan tidak ada ambisi dan keserakahan, jalan yang kutempuh ini pasti akan membuahkan hasil yang baik tanpa adanya gangguan dari luar maupun dari dalam diri sendiri.


14. BERJALAN-JALAN DI ALAM NIRWANA DAN ALAM NERAKA

     Mendapatkan kontak batin dengan dewa dan mendapatkan bimbingannya amat mebuat aku terkagum-kagum.  Aku yang dulu sama sekali tidak mengetahui alam gaib, apalagi nirwana dan neraka itu seperti apa.  Disaat mata ketigaku terbuka, semua itu bisa kusaksikan dengan mudah, tentunya dengan bimbingan dan tuntunan dari salah satu guruku, selain dia mengajarkan aku untuk visualisasi dia juga mengajakku berkeliling alam nirwana dan alam neraka. Ini adalah pengalaman yang paling menakjubkan yang aku alami, merasakan roh ku keluar didampingi guruku itu, naik keangkasa, melihat bumi ini dari atas awan seperti melihat bumi dari atas pesawat terbang, tapi disini aku tidak ada perasaan takut karna aku bersama guruku.  Dari atas awan bumi ini terlihat begitu kecil tertutup laut yang begitu luas.  Lalu aku diajak semakin naik kesuatu alam yang begitu indah, subur dan tidak berpolusi.
      Dialam itu aku melihat binatang-binatang yang indah yang tidak pernah kulihat dibumi, binatang-binatang itu seperti mempunyai karisma yang agung, tidak seperti binatang pada umumnya.  Lalu aku diajak ketempat-tempat alam dewa, tempat pertemuan, tempat penghargaan, alam teratai, ruang buku riwayat hidup manusia, tempat meditasi, kebun persik, ruang hampa, tempat roda kehidupan manusia, ruang kunci dll. semua itu aku kunjungi di alam nirwana bersama guruku.
      Dan tidak hanya itu, guruku juga mengajakku pergi kealam neraka, tapi sebelum aku melakukan hal itu, aku harus mendapatkan tambahan kekuatan terlebih dahulu agar bisa masuk ke alam neraka karena disana kekuatan hawa yin terlalu kuat, kalau tidak aku tidak bisa menembusnya.  Tidak semudah kepergianku kealam nirwana.  Aku menjalani petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh guruku itu. Dan setelah mendapatkan tambahan kekuatan, baru guruku itu membawaku kesana.
       Hari itu baru kuketahui bahwa alam neraka itu ada di bawah bumi ini, aku harus masuk kesana, pantas aku harus punya kekuatan untuk menembusnya karna harus melewati tanah yang padat.  Benar saja pertama kali aku mencoba masuk aku tidak bisa, lalu guruku mengandeng tanganku dan menyuruhku untuk tenang dan jangan takut, baru aku bisa masuk kedalam. Setelah keluar dari meditasi aku merasa tanganku yang sebelah kanan tidak bisa kugerakkan, karna saat aku masuk kedalam bumi itu aku sempat tidak bisa tembus, tapi guruku mengatakan tidak apa-apa, nanti akan sembuh dengan sendirinya, jika aku tidak mendapatkan tambahan kekuatan sesuai petunjuk yang ada, mungkin aku bisa sakit dan cidera.
       Dialam neraka aku melihat tempat-tempat hukuman roh manusia, dengan tingkat kesalahan masing-masing. Begitu tragis dan membuatku mual melihatnya. Ada yang dihukum karena kesalahan panca indra, yaitu kesalahan yang dilakukan oleh mata, mulut dan tangan. Lalu ada yang dihukum karena berbuat asusila, melakukan bunuh diri dan lain sebagainya. Ada juga hukuman bagi hamba tuhan yang berbuat kesalahan dengan tingkatan masing-masing pula. Pengalamanku kealam neraka membuat aku merinding dan takut.  Manusia hidup didunia ini tidak menyadari telah berbuat kesalahan-kesalahan.  Karna rohnya tidur sehingga tidak mendapatkan bimbingan ke jalan yang benar.  Aku bersyukur rohku telah bangkit, sehingga diusiaku yang masih muda ini, aku sudah mulai bisa memperbaiki kesalahanku, sehingga tidak mengalami penyesalan di kemudian hari, menyadari kesalahan setelah tua dan setelah mati. Itu sudah terlambat.
         Melihat semua itu aku menyadari bahwa, masa muda itu bukan untuk dinikmati, tapi masa muda adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada yang maha kuasa dan mulai melatih diri untuk mendapatkan pencerahan dan kebudhaan. Sehingga tidak mengalami penderitaan didunia ini dan di alam neraka. Mungkin sebagai seorang awam, orang akan berkomentar bahwa aku terlalu berlebihan, tapi itulah kenyataannya.  Kehadiran dewa tidak bisa kita rasakan jika kita tidak membuka diri kita.  Kita Lebih banyak mendekatkan diri kita pada kesenangan duniawi dan tengelam semakin dalam hingga tak bisa tertolong lagi. 
        Sesungguhnya tidak ada kata terlambat, jika kita mempunyai niat untuk merubah hidup kita menjadi lebih baik.  Hanya seberapa besar usaha kita dan kerelaan kita meninggalkan kebahagiaan yang semu itu demi mendapatkan kebahagiaan yang abadi.


15. SATU DEMI SATU DEWA DATANG MEMBIMBING

       Entah berawal dari mana, tiba tiba saja aku berjodoh dengan banyak dewa.  Satu persatu dewa turun membimbing dan mengangkatku menjadi muridnya.  Ada dewa tao, dewa ilmu hitam dan ilmu gaib, dewa hidup, dewa pelindung, dewi welas asih, dll.  Masing masing dewa itu sebelumnya berbicara dengan guru sejatiku, yaitu guru yang pertama kali berjodoh denganku dan selalu membimbingku setiap waktu dimanapun aku berada. Untuk mengangkatku sebagai murid harus melewati guruku ini, baru guruku tersebut menyuruhku menghadap dewa tersebut.  Ini sudah aturan yang berlaku dilangit, dan para dewa itu selalu berusaha tidak melanggarnya.
       Pada awalnya, dewa-dewa itu membimbingku satu persatu, jika satu dewa telah selesai dengan bimbingannya maka ada dewa lain yang datang menggantikannya, begitu seterusnya.  Tapi belakangan ini tidak seperti itu, saat ini bisa dua sampai tiga dewa yang membimbingku sekaligus, sampai aku agak kewalahan pada awalnya.  Sempat kelelahan dalam belajar dan merasa tertekan, tapi guru sejati berpesan agar aku menghadapi semua pelajaran dengan tenang, maka akan bisa menjalaninya dengan baik.
       Bimbingan dari dewa tao begitu ketat, ada beberapa aturan-aturan yang diajukan padaku selama menerima bimbingannya. Dia ingin aku disiplin dan tidak boleh tidak mengikuti bimbingannya 1 haripun, memperhatikan setiap gerak-gerikku dan cara bicaraku dls. Dia mengajarkanku jurus-jurus dalam meditasi.
       Bimbingan dewa ilmu hitam dan ilmu gaib, membuat aku dekat dengan alam gaib, cakra keningku dibukakan olehnya sehingga aku bisa merasakan mahluk gaib jika ada didekatku, dan bisa merasakan adanya mahluk gaib pada suatu tempat.  Dia memberikanku benda pusaka dan jurus-jurus untuk perlindungan dalam dan luar tubuhku dari kekuatan gaib.
       Bimbingan seorang budha hidup membuat aku kagum padanya, dulu aku sempat membaca buku karya tulisnya mengenai mantera, tapi pada saat itu rohku belum terbangunkan sehingga tidak mengerti isi buku yang dia tulis dan tidak memahami dunia gaib.  Saat ini setelah rohku bangun dan dekat dengan alam gaib serta mendapatkan bimbingan darinya, aku mengkoleksi buku-buku karya tulisnya dan mempelajari isinya. Dan anehnya saat ini aku bisa memahami arti dari tulisannya tersebut. Dan meyakini semua yang dialaminya, karna aku juga mengalaminya saat ini.  Dia mengajarkan visualisasi dan mengajakku berjalan-jalan kea lam nirwana dan neraka.
       Bimbingan dewi welas asih, memberiku kekuatan tubuh, iman dan pengetahuan. Anugrah air suci dan kekuatan menolong orang telah dia berikan kepadaku.  Aku terharu dengan kelembutannya membimbingku sehingga aku tersadar bahwa aku adalah manusia yang penuh dengan dosa dan kesalahan di masa lalu, dan mengucapkan terima kasih kepadanya karna telah menyadarkanku dari jeratan mara/setan yang mengelilingiku selama ini.
       Bimbingan dari dewa pelindung, memberiku pengetahuan dalam membuat hu, aku yang selama ini tidak mengerti mengenaiku, kali ini dibimbing untuk membuatnya agar bisa menolong orang.  Tulisan yang kukira tidak ada maknanya dan terlihat aneh, setelah disahkan olehnya, hu yang ku tulis punya kekuatan juga. Aku sudah pernah mencobanya beberapa kali untuk menolong orang, dan medapatkan hasil yang sesuai dengan hu itu. 
      Walaupun awalnya menerima bimbingan dari para dewa itu membuat hatiku bimbang, tapi dengan adanya kasus yang kuhadapi, aku baru menyadari bahwa setiap bimbingan para dewa itu ada manfaatnya untuk umat manusia. Dan para dewa tidak akan mengajarkan hal yang tidak benar kepadaku, karna selama aku menjalani setiap petunjuknya tidak ada yang menyakiti manusia, apalagi menuntunku berbuat hal-hal yang tidak baik, atau membiarkan aku terjerumus kejalan yang salah.  Mereka selalu melindungi aku dan keluargaku dari mara bahaya, dan memberi aku nasehat jika aku mulai marah/kesal pada sesuatu hal yang tidak kusuka Dan Membuat aku cepat sadar akan perbuatanku dan mengetahui dimana letak kesalahanku dan memperbaikinya.  


16. MENJALANKAN TUGAS DARI GURU

      Pada suatu hari, salah satu guruku memanggil dan memberiku petunjuk agar aku menolong satu keluarga.  Karena orang itu telah taat bersembahyang kepadanya dan guruku itu berhutang kepadanya.  dan saat ini bencana sedang mengincar keluarganya, guruku minta agar aku menolongnya dan mengatakan kepadanya bahwa guruku itu selalu melindungi dia dan keluarganya.
      Aku tidak tau siapa keluarga itu, guruku hanya memberitahu dimana aku bisa menemui orang itu seperti biasa hanya daerahnya saja tapi alamat tidak jelas sekaligus melihat niatku untuk menjalankan tugasnya ini, ternyata orang itu tinggal didekat daerah rumahku. Dan tanpa menunda lagi aku segera memberitahukan memberitahu suamiku tentang petunjuk itu, kami segera ketempat yang ditunjuk tersebut.  Aku mengira dengan mendapatkan petunjuk tempat yang dekat pasti mudah ketemu. ternyata sama saja, kami berputar-putar di daerah itu dan beberapa kali bertanya pada orang yang kami temui didaerah itu, tapi tidak ada yang mengetahui perihal orang yang disebut guruku itu, aku putus asa dan memutuskan untuk kembali kerumah dan disaat mobil kami memutari suatu gang, kami melihat didepan kami ada anak laki-laki kecil yang tertabrak motor, darah mengalir dari dahi anak tersebut begitu banyak keluar, ibunya terlihat panik, begitu juga pengemudi motor yang menabrak anak kecil itu. Kami melihat kepanikan mereka dan segera turun dari mobil membantu ibu tersebut agar membawa anaknya kemobil kami dan kami langsung membawanya ke dokter praktek tidak jauh dari tempat itu. Sampai diruang dokter darah anak kecil itu berhenti, dan setelah diperiksa lebih lanjut ternyata anak itu tidak terlalu mengkuatirkan dan tidak apa-apa.  Setelah ayahnya datang, kami mengantar mereka kerumahnya.
      Sepulangnya kami kerumah, aku langsung menghadap guru yang memberiku tugas.  Dan mengatakan kepadanya bahwa aku tidak bisa menemukan orang yang guruku maksud. Malah bertemu dengan anak yang tertabrak motor dan membantunya untuk berobat.
Guruku mengatakan :
      “ desi … keluarga yang kumaksud, yang kuharapkan engkau tolong adalah keluarga itu, hari ini mereka akan mengalami suatu bencana. aku mengatakan bahwa orang itu memang menyembahyangiku pada kehidupannya yang lalu, kehidupan yang sekarang dia beragama lain, jadi tidak menyembahyangi dewa. Jadi untuk membalas budinya di kehidupan yang lalu, aku minta kau membantunya dikehidupannya yang sekarang. Aku harap kau mengerti apa yang ku maksud. Kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik.”
      Walaupun aku masih tidak mengerti kenapa guruku memberiku tugas itu, tapi aku bahagia, karena hari ini aku dan suamiku telah berbuat kebaikan.
      Satu hal lagi, oleh guruku yang sama aku diberi tugas untuk menemui satu dewa di sebuah vihara di daerah Jakarta.  Hanya itu petunjuknya, aku dan suamiku pergi juga untuk menjalankan tugas. Dan sesampainya didaerah itu aku mulai bingung dan bimbang.  Bagaimana mungkin aku bisa menemui vihara itu sedangkan daerah itu terdiri dari gang-gang yang sempit dengan rumah-rumah yang saling berdempetan.  Apa ada vihara ditempat seperti itu ? tanyaku dalam hati. Karna aku bisa berkomunikasi dengan guruku dimanapun aku berada, aku mecoba untuk minta petunjuk darinya mengenai tempat itu.  
      Karna gang itu sempit dan banyak belokan, guruku member tahu kepadaku arah yang harus aku tuju. Jika ada pertigaan gang aku bertanya padanya harus kearah mana, maka guruku itu akan memberitahu harus kekiri, kekanan atau lurus saja. Aku menjalani petunjuknya dengan keyakinan, sampai sesuatu hal yang sepertinya terjadi, vihara itu benar-benar ada didaerah pemukiman padat itu dan lumayan besar.  Dari sini aku mengetahui bahwa , Petunjuk dewa tidak mungkin salah dan tidak akan menyesatkan aku. Aku pasti bisa sampai ketempat tujuan asalkan aku yakin dan percaya sepenuhnya atas petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadaku.  


17. MENDAPATKAN BANTUAN DARI DEWA KEUANGAN

      Dalam aku menjalani jalan kebenaran yang diberikan guru-guru kepadaku. Aku juga masih menjalankan kehidupanku dalam berumah tangga dan berusaha dirumahku. Pada suatu kali usahaku itu mendapatkan banyak pesanan, tapi berhubung karyawan yang bekerja dengan ku tidak banyak, sedangkan para langganan sudah tidak sabar menunggu pesanannya itu dikirimkan. Aku memutuskan untuk menambah karyawan dan mencari tempat yang lebih besar, dan anehnya disaat aku memikirkan hal itu tiba-tiba saja apa yang aku pikirkan terwujud, ada tempat yang lebih besar yang ditawarkan kepadaku, tapi masalahnya aku tidak memiliki dana saat itu.
      Lalu aku mengurungkan niatku itu, lalu salah guru sejatiku memberiku petunjuk agar aku menjalankan rencanaku dan jangan ragu, untuk mewujudkannya pasti dibantu oleh dewa. Dengan perasaan bimbang aku mencoba menjalankan pesan itu, dan berharap dana untuk menjalankan rencana itu bisa tersedia pada saatnya.
      Lalu keesokan harinya, guru sejatiku memanggil.  Katanya aku harus menemui dewa keuangan didaerah tangerang. Dewa ini akan bisa memberiku modal untuk usahaku itu.  Mendengar petunjuk itu aku seperti tidak percaya, apakah ini sungguhan? Aku bisa mendapatkan modal untuk menjalankan rencana menambah karyawan dan mendapatkan tempat yang lebih besar? Walaupun tidak terlalu yakin, toh aku tetap menjalani petunjuk itu.
      Ternyata tidak mudah mencari dewa yang disebutkan guruku itu, aku dan suamiku bertanya-tanya kesana kemari tapi tidak ada yang mengetahui keberadaan dewa tersebut.  Dan bahkan nama dewa itu saja belum pernah mendengar. Kami mencari kesana kemari tapi masih didaerah yang ditunjuk, tak terasa jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Masih belum ketemu juga.  Kembali mulai putus asa dan memutuskan untuk pulang, tapi dalam perjalan pulangku itu, entah kenapa aku merasakan tidak enak, kepalaku pusing dan merasa mual. Aku mengatakan apa yang aku rasakan pada suamiku. Suamiku bilang mungkin aku tidak boleh pulang dan harus bisa ketemu dewa tersebut hari ini juga.  Akhirnya kami kembali kedaerah itu dan anehnya rasa pusing dan mualku hilang.  Guruku memberi tahu agar aku masuk ke satu perumahan dan menyusuri tiap blok perumahan itu. Kami menjalankan motor kami dengan perlahan ditiap blok.  Disalah satu rumah kami berhenti karna aku melihat ada rupang dewa dirumah tersebut.  Aku turun dari motor dan bertanya pada yang pemilik rumah tersebut. Dewa apa yang dia sembahyangi. Dia mengatakan dewa xxx, saat aku berdiri didepan rumahnya aku seperti merasa tubuhku sedikit bergetar tapi aku tidak perhatikan.  Karna menganggap dewa yang ada dirumah orang itu bukan seperti yang disebutkan oleh guruku, aku beranjak pergi. Saat motor kami berjalan agak jauh dari tempat itu, aku mencoba berkomunikasi dengan dewa yang kucari itu. Dewa tersebut mengatakan bahwa aku telah melewatinya, dia adalah dewa yang ada dirumah orang yang sempat aku tanya tadi, apa tidak salah? Orang tadi mengatakan bahwa dia menyembahyangi dewa xxx.
       Dewa itu bilang bahwa dia adalah dewa xxx yang aku cari.  Aku segera memberitahu suamiku dan mengarah motor kami kembali kerumah tersebut.
      Sampai disana aku minta ijin pemilik rumah untuk bersembahyang dialtarnya, untung pemilik rumah itu ramah dan mengijinkan kami untuk bersembahyang dan menghadap dewa tersebut.  Sebelum pulang aku  memberitahukan kepada pemilik rumah tersebut suatu pesan yang diberikan oleh dewa tersebut untuknya. Kami pulang kerumah dengan rasa lega karena telah menjalankan tugas dengan baik.
        Keesokan harinya, aku mendapatkan kabar dari suamiku bahwa ada dana untuk menjalankan rencanaku mengembangkan usaha kami. Padahal sebelumnya kami tidak tau harus mendapatkan dana dari mana.  Dewa keuangan benar-benar membantuku mengatasi masalah yang kuhadapi.  Pengalaman ini membuat aku semakin yakin bahwa dengan usaha yang gigih dan tidak putus asa dalam menjalankan petunjuk para dewa, aku pasti mendapatkan berkah yang tidak terhingga.
     

18. TERBUKANYA MATA KETIGA

        Awal mulanya aku adalah seorang awam yang beragama Kristen, dan turun temurun keluargaku semua beragama itu.  Jadi waktu itu aku sudah terbiasa mengikuti kebaktian digereja dan belajar alkitab. membaca doa bapa kami dan 10 perintah allah sudah kuhafal diluar kepala.
        Disini Aku tidak ingin membandingkan agamaku sebelumnya dengan agamaku yang sekarang, berpindahnya aku keagama budha bukan karna paksaan atau pun merasa kecewa dengan kepercayaanku sebelumnya.  Mungkin jodoh kepercayaanku memang sudah digariskan dari atas, akan memeluk agama budha dikemudian hari tanpa aku rencanakan sama sekali.
       Sebelumnya aku sama sekali tidak mengetahui cara-cara sembahyang agama budha, hanya kadang melihat suamiku mempersiapkan perlengkapan saja disaat dia akan bersembahyang. Awalnya aku merasa canggung dan kaku, dan tidak tau apa yang harus aku lakukan disaat menghadap para dewa.  Hanya membakar dupa dan berdoa seadanya saja.  Mungkin para dewa mengetahui kesulitan yang aku alami ini.  Sehingga dengan tidak disengaja, ada saja orang yang mengajariku melipat kertas sembahyang.  Dan sejak roh ku terbangunkan aku dibimbing oleh guruku, sehingga dengan sendirinya aku bisa melakukan puja bakti di altar rumahku secara pribadi. Dan sampai saat ini kujalani puja bakti itu setiap hari.
        Pada saat aku mendapatkan anugrah pengelihatan gaib yang disebabkan seringnya melafal salah satu mantera,  pada saat itu mata ketigaku belum terbuka karna aku belum menjalani meditasi. aku juga belum mendapatkan anugrah-anugrah besar lainya dari guru-guruku, seperti mengetahui masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang dan belum bisa bekomunikasi dengan dewa.  Mata ketigaku baru terbuka dihari 21 aku menjalani meditasi.  Terbukanya mata ketigaku ini, membuat aku yang sebelumnya awam, dan tidak mengerti hal-hal gaib.  Menjadi bisa merasakan dan mengetahuinya. Kelebihan yang kumiliki itu timbul dengan sendirinya secara mendadak dan begitu cepat berkembang dalam diriku. Kadang disaat ada orang yang bertanya kepadaku tentang dirinya, aku bisa langsung mendapatkan petunjuk tentang orang itu dari guru sejatiku yang selalu membimbing aku siang dan malam.  Aneh kurasakan tapi begitu nyata kualami.  Pernah suatu kali, ada seorang rekan bisnisku datang untuk mengambil barang pesanannya kerumahku. Disaat dia duduk didepanku dan kami mengobrol, guruku itu memberi petunjuk bahwa orang tersebut ada masalah pada hatinya, memberitahuku agar menyuruhnya memeriksa kesehatan hatinya dan menghindari kafein dan makanan berlemak tinggi.
         Karna ini yang pertama kalinya aku memberi petunjuk pada orang lain aku sedikit tidak enak, iya kalau petunjuk itu benar, kalau tidak, aku bisa malu dengan orang itu. guruku menasehatiku, jika aku tidak memberitahu kepadanya sekarang, nanti dia akan menghadapi masalah karena kerusakan hatinya itu akan semakin parah.  Benar juga, akhirnya aku berfikir bahwa tidak ada salahnya untuk diberitahukan, kalau tidak benar tidak apa aku malu padanya yang penting aku sudah menjalan apa yang harus kujalankan, tapi kalau petunjuk ini benar bukankah bisa membantu dia sedini mungkin. Lalu aku memberitahu hal ini pada suamiku karna pada saat itu aku belum mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya, sehingga suamiku yang mewakili aku untuk mengatakan petunjuk itu padanya. Dan orang itu mengatakan akan memeriksakannya.
         Setelah kurang lebih 1 bulan kemudian, rekan bisnisku itu datang lagi untuk mengambil pesanannya yang lain. Dia mengatakan padaku kalau dia sudah memeriksakan hatinya itu. dan ternyata benar, dokter mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan lab bahwa membran/selaput/saringan hatinya ada penyumbatan/kotor dan batas perhitungan kesehatan membrannya sudah lebih dari batas normal dan dia dianjurkan untuk menghindari kafein dan makanan berlemak. Petunjuk itu sama dengan yang diberikan oleh guruku. Benar-benar mukjizat terjadi, perkataan dewa memang tidak boleh diragukan.  Dan dewa itu maha tahu, apa yang tidak terlihat dan tidak dirasakan manusia, dewa bisa mengetahui dan merasakannya.    
        Kelebihan mendapatkan petunjuk tentang hal itu adalah sebagian kelebihan yang aku miliki saat ini setelah mata ketigaku terbuka. Salah satu Anugrah yang besar yang diberikan dewa kepadaku.


19. MERASAKAN AURA SUATU TEMPAT

        Sejak mata ketigaku terbuka, aku seperti hidup di dua alam.  Alam manusia dan alam gaib.  Mungkin pembaca tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Tapi, ini benar ku alami.
        Mendapatkan bimbingan dari guru yang mengajarkan ilmu hitam dan ilmu gaib, juga menambah pengetahuanku akan hal-hal gaib.  Saat ini Aku bisa merasakan suatu rumah, tanah, daerah apakan dihuni oleh mahluk gaib, arwah atau sejenisnya.
        Dulu waktu aku baru mendapatkan bimbingan dari guruku. Aku bisa merasakan keberadaan mahluk gaib itu, tapi aku tidak diperbolehkan untuk berkomunikasi dengannya,karna ada mahluk gaib yang baik dan ada yang jahat, karna jika mahluk gaib itu jahat akan bisa mencelakakan aku karna pada saat itu pondasi kekuatan yang aku miliki belum cukup.
Jadi tiap kali aku merasakaan keberadaan mahluk gaib, aku memohon petunjuk guruku apakah aku diperbolehkan berkomunikasi atau tidak.  Jika guruku mengatakan boleh maka aku akan berkomunikasi dengan mahluk itu, tapi jika guruku mengatakan tidak boleh, aku tidak berani melanggarnya.  Karna aku percaya kalau guruku ingin melindungi aku dari mara bahaya.
        Pernah suatu kali, saat aku pergi kesuatu tempat untuk menjalankan tugas, didaerah itu aku merasakan keberadaan mahluk gaib, dan mahluk gaib itu berusaha untuk berkomunikasi denganku, karna dia sudah mengetahui keberadaanku didaerahnya. Karna guruku tidak mengijinkan, aku tidak berani dan berusaha menjauh dari daerah itu, atau aku tidak menghiraukan getaran mahluk itu.  mungkin karna tidak ada reaksi dariku, getaran mahluk itu hilang dengan sendirinya dan tidak kurasakan lagi saat aku telah jauh dari daerahnya.
        Tapi saat ini, aku telah diberikan bekal dan berkah dari para guruku untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan yang berasal dari alam gaib, dan secara perlahan alam gaib itu terbuka mengikuti perkembangan latihanku. Sepertinya guruku telah mengetahui sampai dimana kekuatan yang kumiliki saat ini, sehingga dia tidak membiarkan alam gaib itu terbuka sekaligus. Jika aku sudah sampai pada tahap tertentu, maka akan datang kasus seseorang yang bisa kutangani sesuai tahapan yang aku miliki. Begitu seterusnya. semakin lama, kasus yang datang menghampiriku semakin berat, butuh kekuatan ekstra untuk menghadapinya. Kadang bisa mengorbankan nyawaku sendiri demi menolong orang lain yang tidak kukenal.

20. ROH YANG MEMINTA DISEBRANGKAN

       Ini adalah kisah dimana aku pertama kalinya menjalankan tugasku menyebrangkan roh.
       Saat aku mulai bisa berkomunikasi dengan para dewa dan arwah, ada beberapa arwah yang meminta untuk disebrangkan. Petunjuk ini diberikan oleh guruku dan aku me riceknya kembali dengan berkomunikasi dengan arwah tersebut. Aku menuliskan cerita ini dalam suatu kisah.:
1. Salah seorang kerabatku dulu pernah menyewa rumah yang ada  disebelahnya untuk dijadikan gudang penyimpanan barang.  dia hanya menyewa beberapa tahun saja, karna pemiliknya berniat untuk menjual rumah tersebut. Karna dia merasa tempat itu dekat dengan rumahnya dia berniat untuk membelinya, tapi negosiasi dengan pemilik rumah itu tidak mendapatkan kesepakatan, sehingga kerabatku itu tidak jadi membelinya. Tapi sejak kerabatku tidak menyewa tempat itu, rumah itu tidak laku-laku dijual. Lalu kerabatku itu berniat untuk menawarnya kembali.  Tapi awalnya kerabatku itu tidak mau membelinya, karna mereka merasa ada penunggu dirumah itu, salah seorang penghuni ada yang diganggu, begitu juga pembantunya.  Kerabatku itu meminta petunjuk dariku, apakah rumah itu baik jika dia beli? apakah ada penunggunya? dan apakah rumah itu berjodoh dengan dia?. Aku menanyakan hal ini pada guruku, petunjuknya rumah itu baik, memang ada penunggunya seorang nenek tua yang tidak jahat tapi dia minta disebrangkan, dan rumah itu berjodoh dengannya dan akan menjadi miliknya. Begitulah petunjuknya. 
Akhirnya mendengar petunjuk itu, kerabatku berniat untuk membeli rumah tersebut, tapi sebelumnya ingin melakukan penyebrangan roh nenek tersebut. Lalu sebelum melakukan penyebrangan rohnya aku mencoba berkomunikasi dengan arwah nenek tersebut. Dan setelah bernegosiasi lagi dengan pemilik rumah tersebut dan melewati beberapa halangan akhirnya rumah tersebut bisa menjadi milik kerabatku, benar-benar telah berjodoh dengannya.

2. 2. Tidak biasanya aku memimpikan orang yang sudah meninggal, ini adalah pengalaman mimpiku yang pertama. Didalam mimpi itu, orang yang tidak begitu kukenal masuk dalam mimpiku, dia adalah kakak ipar adikku yang berbeda kepercayaan denganku. Yang telah meninggal akibat sakit komplikasi ginjal dan paru-paru. Dia memiliki 2 anak. Aku hanya merasa aneh pada mimpiku itu, aku tidak pernah bertemu dengannya, tapi nama orang itu pernah aku dengar dari adikku itu. aku menanyakan perihal mimpi itu pada guruku, dan guruku mengatakan bahwa jika orang yang sudah meninggal masuk kedalam mimpi orang yang masih hidup, maka itu berarti ada sesuatu yang ingin dia sampaikan. Aku diminta guruku untuk mencoba berkomunikasi dengan orang yang telah meninggal itu. malamnya aku mencoba berkomunikasi dengan orang tersebut, saat  komunikasi dengannya tersambung, aku mendengar suaranya begitu sedih, dia meminta tolong agar bisa disebrangkan. Karna sudah 1 tahun ini dia kedinginan, kelaparan dan tidak ada tempat tinggal. Aku bertanya kepadanya, bukankah saat kematiannya itu ada pemanjatan doa dari keluarga dan orang-orang yang seagama dengannya, mengapa dia masih berkeliaran.
   Dia sendiri tidak tau kenapa bisa demikian.  Aku katakan padanya bahwa kepercayaanku berbeda dengannya, jika aku melakukan penyebrangan roh tentunya sesuai dengan ritual agamaku.  Dia bilang tidak apa-apa, dia yakin rohnya bisa tertolong dengan ritual penyebrangan agamaku.  Mendengar suaranya aku menjadi terharu dan aku menceritakan hal ini pada adikku itu, yang lebih membuatku aneh, ternyata saat aku memimpikan dia, hari itu tepat 1 tahun kematiannya dan pada bulan yang sama pula dengan bulan kematiannya, begitu kebetulan. berhubung adikku itu kepercayaannya berbeda denganku, dia tidak begitu yakin dengan perkataanku. Jadi melihat reaksinya itu aku memutuskan untuk melakukan penyebrangan roh iparnya itu sendiri.
    Aku menjalankan ritual penyebrangan roh pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan china. Pada hari itu ada beberapa arwah dan roh leluhur yang aku lakukan pelimpahan jasanya dan sebelum mereka dibawa disebrangkan, aku mencoba untuk berkomunikasi kembali dengan arwah-arwah itu sekedar mengetahui keadaan mereka. Ternyata arwah tersebut merasa bahagia akan disebrangkan. 
   Ini adalah sebagian dari roh yang telah kusebrangkan, dan didunia ini masih banyak roh-roh yang terlantar dan belum tersebrangkan.  Menjalankan ritual penyebrangan roh adalah sebagian dari tugas yang harus kujalani. Setiap selesai menjalankannya, melihat dan mendengar para roh itu terselamatkan hatiku merasa bahagia.

21. SEMPAT BERFIKIR MENINGGALKAN KEDUNIAWIAN TOTAL

     Dalam menjalankan jalan kebenaran ini, kehidupanku yang dulunya banyak kuisi dengan mencari kesenangan, mencari teman untuk bercanda dan berkumpul untuk ngobrol. Menjadi hilang sama sekali.  aku tidak tau mengapa saat ini keinginan untuk berkumpul dan mengobrol dengan teman-temanku semakin pudar.  Aku lebih banyak mendekatkan diriku kepada para dewa, jika ada waktu aku habiskan dengan membaca mantera dan bersembahyang dan menjalani meditasi.  
     Sampai suatu ketika, saat aku sudah tidak menyadari lagi bahwa aku sudah semakin jauh dengan teman-temanku dan tidak memperhatikan suami dan anak-anakku, karna aku selalu menghabiskan waktuku dengan bersembahyang. Sempat terjadi hal yang membuatku sedih.  padahal aku menganggap aku sudah berbuat hal yang baik, tidak lagi bersikap egois, tidak lagi mudah marah dan  tidak lagi mempunyai ambisi mencari kesenangan duniawi. Aku sempat merasa kecewa terhadap apa yang aku terima. Menjalani kehidupanku saat ini begitu sulit.
     Dengan perasaan sedih, aku menghadap guruku untuk mencurahkan isi hatiku.
    Aku berkata kepadanya, mengapa disaat aku lebih banyak meluangkan waktu untuk mendekatkan diri pada tuhan, walaupun aku sudah bersikap sabar, tetap saja cobaan datang menghampiriku.
Aku bertanya kepada guruku, apakah aku harus meninggalkan keduniawian total agar bisa menjalani jalan kebenaran ini dengan lebih tenang? Apakah aku harus meninggalkan suami dan anak-anakku, sehingga aku tidak mendapatkan cobaan berat dalam menjalani hidupku?
Guruku berkata :
    “ desi … kau tidak diarahkan untuk meninggalkan keduniawian. Kau telah bisa melihat masa depanmu dan disitu melihat sendiri kau akan membentuk keluarga yang bahagia, jadi jangan berfikir yang tidak-tidak. Mendekatkan dirimu pada para dewa tentunya harus tetap memperhatikan keluargamu dan membina keluargamu sebaik-baiknya. menjalani kehidupanmu dengan menjalankan kerohaniaan sekaligus keduniawian memang tidak mudah, tapi jika engkau bisa melewatinya engkau akan semakin kuat menghadapi cobaan apapun.”
    Mendengar petunjuk guruku itu aku menjadi sadar, bahwa semua masalah yang aku alami dalam keluargaku adalah atas perbuatanku sendiri, jika aku berusaha menjaga dan tetap memperhatikan keluargaku dengan tulus. Maka aku tentu tetap bisa dengan bebas mendekatkan diriku pada para dewa. Dan tidak merasa tertekan karna harus menjalankan keduanya, yaitu menjalankan kebenaran sekaligus menjalankan kehidupanku sebagai orang awam.
  Aku tahu bahwa mencurahkan waktuku lebih banyak untuk bersembahyang tentunya akan membuat ikatan batin dengan tuhan semakin kuat.  Tapi aku hidup didunia ini sesungguhnya bukan mutlak menenggelamkan diriku dalam kerohanian dan tidak memikirkan kebahagiaan keluargaku.


22. DIUNDANG PERAYAAN ULANG TAHUN DEWA

     Pada suatu malam, aku dan suamiku pergi ke sebuah vihara didaerah Tangerang, kami bersembahyang disana untuk memperingati ulang tahun salah satu dewa di vihara itu. setelah aku selesai bersembahyang guruku memanggil.
     “ desi … kau telah diundang secara khusus oleh dewa rejeki untuk menghadiri ulang tahunnya ditempatnya.”
      “ sungguhkah..??? jawabku.
      “ ya, saat kau pulang nanti bermeditasilah.”
      “baik.”
     Perasaanku bercampur aduk menjadi satu, benarkah aku telah diundang oleh dewa rejeki untuk menghadiri ulang tahunnya.  Dulu sebelum rohku terbangunkan dan aku sudah bisa mendapat pengelihatan karena telah banyak membaca salah satu mantera. Pada saat hari ulang tahun dewa tersebut seperti sekarang ini, aku pernah pergi kesuatu tempat, menaiki sebuah perahu menyusuri sebuah sungai yang penuh dengan bunga. Dan melihat dari kejauhan kembang api berhamburan. Seperti apa tempat dewa rejeki itu dan aku belum pernah melihat dewa itu sebelumnya.
     Sesampainya dirumah aku membasuh diriku dan mulai untuk bermeditasi sesuai petunjuk guruku.  Saat memasuki Samadhi, rohku keluar dan pergi kesuatu tempat. Tempat itu sama persis dengan yang aku lihat dulu saat aku membaca mantera. Sebuah sungai dan sebuah perahu dan aku naik diujung perahu itu, perahu itu bergerak menyusuri sungai yang penuh dengan bunga, kembang api menyala dikejauhan. Benar benar sama, tapi kali ini apa yang kualami tidak hanya sampai disitu, perahu itu terus berjalan sampai ketepian. Sampai ditepi,Aku turun dari perahu itu dan melihat banyak sekali orang-orang, mereka semua seperti menuju suatu tempat, aku mengikuti orang-orang tersebut. Aku melihat pintu gerbang yang besar sekali, didalam pintu gerbang itu aku juga melihat rumah-rumah seperti daerah perkampungan. Aku terus berjalan dan sampai didepan sebuah rumah yang besar, anehnya orang orang yang datang pergi menuju kemeja penerima tamu dan menulis buku tamu. seperti menghadiri acara pernikahan saja. Tapi aku melakukan hal yang sama dengan orang-orang tadi, menuliskan namaku dibuku tamu itu dan aku dipersilahkan masuk. Saat aku masuk keruangan itu aku melihat banyak sekali tamu yang datang, bangku-bangku berjejer disebelah kiri dan kanan dan mereka terlihat bergembira. Aku berjalan ditengah ruangan itu menuju kearah depan.  Dan sesampainya didepan aku melihat ada seorang tua berjenggot dan memegang tongkat sedang duduk dan dikanan kirinya ada juga yang sedang duduk, wajah mereka hampir serupa, tapi memakai baju yang berbeda. Apakah yang ditengah itu dewa rejeki?
Saat aku sampai didepan dewa itu, ia berkata :

    “ desi … kau sudah tiba ? aku adalah dewa rejeki ,aku mengundangmu secara khusus untuk menghadiri acara ulang tahunku.  Semua ini karena jodoh sehingga kau bisa ketempatku ini. Semoga kau berbahagia.”

     Lalu aku dibawa oleh seorang pelayan untuk duduk ditempat yang telah disediakan untukku. Aku melihat semua orang bergembira, dan dewa rejeki mengundang para tamunya untuk bersulang arak dan aku ikut bersulang.  Pada saat waktu makan, salah seorang pelayan menawarkan aku sepotong daging ayam, aku katakan aku tidak makan itu, aku vegetarian. Lalu pelayan itu mengambilkan satu piring sayur untukku dan memakannya.
     Disaat acara belum selesai, aku berpamit pulang pada dewa rejeki, dan mengucapkan selamat ulang tahun dan mengucapkan terima kasih karena telah mengundangku.lalu aku beranjak pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan kagum.  Karna kali ini aku sudah bisa datang ketempat dewa rejeki dan bertemu dengannya.
    Ternyata jika roh sudah terbangun, mata ketiga telah terbuka.  Maka alam gaib dengan alam manusia terlihat hanya setipis benang saja.  Begitu dekat dengan diri kita tapi kita tidak merasakannya.


23. HARI ULANG TAHUN YANG BERBEDA

     Biasanya bila hari ulang tahunku sudah mau dekat, aku pasti sibuk untuk mempercantik diriku, membeli baju baru, mempersiapkan masakan dan merencanakan untuk mengundang teman-temanku kerumah. Dan setelah itu pergi kesuatu tempat untuk bersenang-senang dengan teman-temanku itu. hari ulang tahunku itu kuhabiskan dengan hura-hura dan bersenang-senang saja.
     Tapi dihari ulang tahunku saat ini, aku sama sekali tidak mempersiapkan apapun, tidak ingin membeli apapun dan tidak menginginkan apapun apalagi bersenang-senang.  Saat ini Pikiranku berubah, aku malah berfikir untuk membalas budi orang tuaku yang telah melahirkan dan membesarkan aku.  Pikiran ini terlintas begitu saja, aku merasa dihari ulang tahunku ini aku lebih ingin berbagi dengan orang tuaku untuk membalas jasa-jasanya. Orang tuaku sempat kaget, karna tidak biasanya seperti ini dan mereka belum pernah mengalami hal itu karena tidak ada tradisinya.
     Dulu saat hari ulang tahunku ,aku pasti menghamburkan uang demi memenuhi keinginan merayakan ulang tahunku itu.  tapi kali ini benar-benar berbeda, tidak ada lagi hura-hura dihari ulang tahunku.  Aku lebih banyak mendekatkan diriku pada guru-guruku, dan memohon bimbingan dan nasehat dari mereka.
     Pada suatu ketika, guru sejatiku memanggil. Dan mengucapkan selamat ulang tahun padaku dan dia memberikan aku hadiah ulang tahun yang berharga, begitu juga guru-guruku yang lain, masing-masing memberiku hadiah yang tidak ternilai dan amat berguna untukku. Aku amat bahagia saat itu, walaupun tiada perayaan,   tiada teman-teman yang berkumpul dan tiada kesenangan duniawi yang kualami dulu, tapi hari itu aku benar-benar bahagia dan terharu, menangis dihadapan guruku dan mengucapkan banyak terima kasih atas semua perhatiannya.
     Pengalaman mendapat perhatian dari para guruku pada saat ulang tahunku, mendapatkan hadiah-hadiah khusus dari mereka, akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan. Karna hari ulang tahunku kali ini benar-benar berbeda dengan yang dulu. Ulang tahunku ini lebih berarti dan lebih berkesan buatku.
     Aku sudah tidak ingin menghabiskan waktuku dan hidupku ini dengan suatu yang tidak berguna, selain berusaha untuk menjaga keluarga dan usaha, aku lebih tenang jika berada dekat dengan para guruku. Aku merasa terlindung karenanya. Mencurahkan semua isi hatiku padanya, karna para guruku lebih bisa dipercaya bisa menjaga rahasia.  Dan bisa membimbingku kearah yang baik.


24. JUBAH YANG DIBERKATI

    Pada awal-awal aku mendekatkan diriku pada para dewa, melakukan puja bakti dan ritual penyebrangan roh.  Aku hanya mengunakan pakaian yang biasa aku pakai sehari hari.  Pernah suatu kali saat aku akan diangkat murid oleh dewa tao, dewa tersebut memberikan aturan padaku agar aku memperhatikan pakaian yang aku pakai saat puja bakti atau pun saat menerima bimbingan dari para guruku.  Karna kadang aku bertemu dengan para guruku itu dengan hanya mengunakan kaos dan celana pendek saja, aku pikir yang penting hati tulus dewa pasti tidak akan marah, tapi peraturan tetap peraturan.
    Tiap kali dewa tao itu datang membimbing aku tidak diperkenankan memakai pakaian yang tidak sopan. Dan aku mulai memilih-milih pakaian saat menghadap guruku itu.  Ini membuat aku berfikir untuk mengunakan jubah puja bakti, agar aku terlihat lebih sopan saat menghadap para guru.  Suamiku penuh perhatian, dia membelikan aku jubah puja bakti itu di salah satu  vihara di jakarta, jubah itu berwarna kuning. Dan aku mulai mengenakan jubah itu saat puja bakti dan menghadap para dewa. ternyata dewa merencanakan lebih dari itu, aku diarahkan untuk memakai jubah luarnya.  Dan aku membelinya divihara yang sama. Jubah luarnya itu tidak boleh sembarangan bisa dipakai. Hanya orang-orang tertentu saja yang boleh memakainya. Aku meminta petunjuk dari guru sejatiku mengenai jubah itu, guruku mengizinkannya dan menganjurkan agar aku membelinya. Jubah pujabakti itu memang sudah dipersiapkan untukku dengan warna dan gambar yang telah ditentukan.
     Sampai dirumah aku mohon guruku untuk memberkati jubah itu agar aku bisa memakainya untuk pujabakti.  Tapi guruku mengatakan agar aku meminta berkat dari yang maha kuasa. Dan aku meminta petunjuk apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan berkat itu.  Karna aku bisa berkomunikasi dengan dewa, ternyata aku juga bisa berkomunikasi dengan yang maha kuasa, mungkin pembaca tidak percaya.
     Disaat aku memohon agar yang maha kuasa mau memberkati jubahku itu, DIA meminta agar aku meditasi dan menyuruh aku mengenakan jubahku itu . Awalnya aku tidak tau maksudnya, tapi disaat aku meditasi menghadap kelangit.  Tiba-tiba rohku keluar dan tiba diistana langit. Didepan aku melihat pintu gerbang yang dijaga 2 orang penjaga. Tapi gerbang itu sudah terbuka dan kedua penjaga itu membungkukkan badan saat aku melewatinya. Aku melewati 3 gerbang tanpa hambatan sedikitpun tidak seperti sebelumnya aku pernah dihalangi oleh penjaga gerbang itu dan harus bersujud 3 kali baru bisa masuk keistana langit. 
     Aku pernah datang keistana langit 2 kali. Dan ini yang ke 3 kalinya.
Sampai diistana langit aku masuk kedalam dan menghadap yang maha kuasa. DIA berkata :
    “ desi kau sudah datang,?”
    “ yang maha kuasa, kenapa aku bisa kesini, aku kira ENGKAU hanya akan mengirimkan sinar kearahku untuk memberkati saat aku meditasi?”
    “ aku akan memberkati jubahmu, tentunya kau harus datang menemuiku.”
     Lalu aku melihat DIA membuat dua lembar hu, dia memegang 1 hu disebelah kanan dan satu hu lagi disebelah kiri, lalu hu itu tiba-tiba terbakar dengan sendirinya. Tidak lama kemudian aku melihat seekor naga dan seekor burung hong datang menghampiri DIA. Yang maha kuasa menyuruhku berdiri dan mengarahkan kedua tangannya kepadaku, lalu naga dan burung hong itu melesat kearahku dan masuk kedalam jubahku.
     “desi … aku telah menganugrahkan naga emas dan burung hong emas kepadamu, mereka akan melindungi dan menjagamu. jalanilah tugasmu dengan baik. Kau boleh kembali.”
     Aku mengucapkan terima kasih kepadaNYA, dan berpamitan.
Sejak itu jubahku telah diberkati oleh yang maha kuasa dengan kekuatannya.

25. PESAN SALAH SATU BUDHA UNTUK TIDAK MEMBEDAKAN ALIRAN

     Pada suatu hari salah satu dewa yang menjadi guruku telah selesai membimbingku, dan biasanya bila satu dewa selesai membimbing akan ada dewa lain yang akan mengantikannya.  Hal ini akan diberitahukan oleh guru sejatiku, kapan waktunya, siapa dewanya dan kemana aku harus menghadap dewa tersebut.
     suatu hari, saat aku dan suamiku sedang berbincang diruangan kantor kami, tiba2 saja ada salah satu pengurus vihara didaerah tangerang menghubungi suamiku lewat telpon genggamnya, pengurus vihara itu ingin mencari donatur/penyumbang untuk acara cioko/penyebrangan roh di viharanya, karna baru beberapa hari yang lalu kami telah mengadakan acara yang sama, kami mengatakan bahwa dengan berat hati bahwa saat ini kami tidak bisa menyumbang.  Setelah pembicaraan selesai aku merasakan guruku memanggil dan berkata:
     “ desi … kau harus ikut berpartisipasi, biar sedikit yang penting kau ada ketulusan untuk membantu, karna hal ini termasuk ujianmu untuk mendapatkan bimbingan dari salah satu dewa yang ada divihara itu.”
     Demikianlah guruku itu berkata, akhirnya kami memutuskan untuk ikut berpartisipasi. Suamiku langsung menyiapkan barang-barang yang akan dibawa ke vihara itu, sementara menyiapkan barang-barang tersebut, terlintas dalam pikiran suamiku untuk mengajak saudara-saudaranya ikut berpartisipasi juga dan bersama-sama melakukan kebajikan.  Ternyata saudara-saudaranya itu mau ikut. Yach… lumayan untuk tambahan membantu orang lain. Lalu keesokan harinya aku dan suamiku pergi kevihara itu dengan membawa barang-barang yang telah kami persiapkan dan sekaligus menemui dewa yang ada divihara itu.
     Sesampainya disana, aku langsung bersembahyang kepada para dewa di vihara itu, setelah selesai aku menuju ruang dewa yang diberitahukan oleh guruku itu. karna dewa tao tersebut duduk disamping salah satu budha, aku menghadap budha itu terlebih dulu dan memohon petunjuk darinya. Begini petunjuk yang diberikan olehnya.:
     “desi, menjalani jalan kebenaran janganlah membedakan antara aliran. biarkan sekelompok orang mengatakan bahwa mencapai kebudhaan itu hanya bisa dicapai atas usaha diri sendiri, dan biarkan sekelompok orang mengatakan bahwa untuk mencapai kebudhaan itu disamping dari usaha diri sendiri juga dibantu oleh mahluk suci/dewa yang membimbing seperti yang sedang engkau jalani saat ini. Karna Semua aliran adalah sama, tujuannya membawa manusia kembali kepada Tuhan.”
      Aku tahu dalam dunia ini, manusia memupunyai kepercayaan dan keyakinan yang berbeda, kepercayaan itu ada yang sudah dianut sejak lahir, ada yang setelah dewasa baru bertemu dengan kepercayaannya itu. yang penting didalam hati tulus dan yakin sepenuhnya terhadap kepercayaannya itu dan tidak tergoyahkan, aliran apapun/kepercayaan apapun akan tetap bisa membawa manusia kembali kepada tuhan dan mendapat tempat yang baik bersama denganNYA.  Bukankan itu yang diharapkan oleh kita umat manusia ??? 
     Tapi kadang aku juga suka mendengar dan melihat, banyak orang yang suka membanding-bandingkan agama/aliran tertentu dan menganggap bahwa agama/aliran yang mereka anut itu adalah yang paling benar. Sesungguhnya semua agama/aliran adalah sama, bertujuan membimbing manusia kejalan yang benar. Semua tergantung manusianya, apakah benar-benar menjalankan ibadahnya dengan baik atau tidak.


26. DIKIRIMI ILMU HITAM

     Pernah suatu malam, akibat melepaskan seseorang dari percobaan guna-guna, pengirim guna-guna tersebut menemuiku dengan sangat marah.
      Aku mendadak terbangun pada pukul 3 pagi, karena merasa sesuatu yang tidak enak dalam diriku. Mataku begitu terang dan tidak bisa dipejamkan lagi saat itu, biasanya aku paling susah untuk bangun pagi, tapi pagi ini sepertinya agak berbeda. Aku merasa tidak nyaman untuk berbaring, akhirnya aku bangun dan mandi dan memutuskan untuk bermeditasi.  Sebelum meditasi aku melafal mantera terlebih dahulu, tapi badanku semakin tidak enak rasanya. Aku berusahan menyelesaikan mantera yang kubaca lalu langsung masuk dalam meditasi. Dalam meditasiku itu tiba tiba aku merasakan ada getaran mahluk tidak bersih, sepertinya mau berkomunikasi denganku. akhirnya komunikasi dengan seorang pengirim guna-guna tersambung.
     “ siapa kau, mengapa menggangguku ?” orang itu bertanya.
     “ namaku desi, aku mengganggu kamu? Balik aku bertanya dengan bingung.
     “ ya, kau sudah membuat mahluk yang kumasukkan pada tubuh pasienku kembali.”
     Mendengar perkataannya itu aku baru ingat, karna baru kemarin aku melepaskan seseorang dari guna-guna, memberikan air putih yang telah aku beri mantera. ternyata dialam gaib itu cepat sekali reaksinya. Dalam satu hari dia sudah tau keberadaanku dan saat ini datang menemuiku.
     “ aku tidak bermaksud mengganggu, ini hanya kebetulan saja. Orang yang kau guna-guna itu masih kerabatku, dan kebetulan dia datang kerumahku. Maaf jika membuatmu terganggu.”
     “ tidak bisa, kau harus menerima akibat perbuatanmu menolong orang itu.”
     “ tolong jangan marah, sungguh saya tidak bermaksud sama sekali.”
      “ apa kamu mau saya santet hah…?
     Pengirim guna-guna itu semakin marah dan terus mengoceh padaku. Dalam meditasiku itu, tubuhku terguncang menahan serangannya dan rasanya tidak kuat lagi. karna pada saat itu aku hanya bisa menahannya dan belum bisa melawan serangannya. dan disaat puncak serangan itu, aku ditolong oleh salah satu budha. Budha itu menutup komunikasi kami dan memancarkan sinar putih yang begitu terang,terlihat jelas walaupun mataku terpejam. Suara pengirim guna-guna itu mendadak hilang tidak terdengar lagi. Aku telah terlepas darinya.
Budha itu berkata kepadaku.:
     “desi , kau harus berhati-hati. Kau harus selalu mengikuti petunjuk guru-gurumu dan para dewa, agar kau terhindar dari hal-hal yang tidak baik.”
     Aku mengucapkan terima kasih atas pertolongan budha tersebut.
Ternyata kekuatan guna-guna itu memang ada, kali ini aku baru mengetahuinya dan hampir terkena juga, jika tidak ditolong budha.  Mengapa ada saja orang yang mempunyai niat jahat terhadap sesamanya, kemana hati nurani mereka? Demi harta dan harga diri menghalalkan segala cara untuk meraihnya.  Tega menyakiti orang lain yang tidak tau apa-apa.
    Kadang aku berfikir, mengapa tuhan membiarkan orang-orang seperti itu bebas merajalela di dunia ini, apakah tuhan tidak bisa membuat orang-orang jahat itu hilang kekuatannya agar tidak bisa mencelakai orang lain.  Mungkin karna manusia didunia ini terlalu banyak dosa dan kesalahan, sehingga harus mengalami hukuman didunia terlebih dahulu baru menjalani hukuman di neraka agar manusia lebih mawas diri. Entahlah … ini hanya pemikiranku. Segala aturan langit aku tidak mengetahuinya hanya para dewa yang tahu.


27. PENUNGGU SEBUAH TELAGA

      Pagi ini aku dan suamiku berangkat ke daerah puncak, pergi kesuatu telaga didaerah itu. ini adalah petunjuk dari guruku agar aku mendapatkan energy gaib dari tempat itu.  saat mendapatkan tugas itu, aku sempat takut, karna telaga itu dikatakan angker dan ada penunggunya. Aku takut jika aku bermeditasi disana aku diganggu/dirasuki oelh penunggu telaga tersebut.  Karna berdasar cerita yang kudapatkan dari internet, pernah ada satu orang yang mengunjungi telaga itu sempat diganggu.
      Tapi guruku meyakinkan aku bahwa tidak akan terjadi apa-apa, jika niat kita baik dan bersikap sopan saat mengunjungi telaga itu, tidak akan terjadi apa-apa. Aku diminta tidak usah takut. Karna para dewa melindungi.
      Akhirnya kami pergi juga, kami tidak berani membawa anak kami. Karna kata guru kami tidak boleh.  Karna anak-anak belum bisa melindungi dirinya dengan melafal mantera. Jadi tidak boleh dibawa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
      Kira-kira 1 kg jarak kami dari telaga itu, mendadak telingaku terasa aneh. Aku merasakan perbedaan daerah itu, sepertinya aku sudah masuk dikawasan berkekuatan gaib dan hal ini kurasakan terus selama aku berada ditelaga itu. Dan tidak lama kami sampai di telaga tersebut. Telaga itu adalah tempat wisata, tapi saat kami datang hari itu begitu sepi, hanya ada 3 atau 4 orang saja yang ada.
     Kami mencari tempat teduh untuk menunggu petunjuk selanjutnya. Ternyata tempat tersebut banyak sekali monyet-monyet liar berada disana.  Aku sempat takut karna ada satu monyet yang terus mengikuti kami. Lalu guruku memanggil dan meyuruhku untuk bermeditasi. Saat aku mengambil air telaga untuk membasuh wajah dan tangan dan kakiku, aku merasakan getaran aneh, tanda komunikasi dengan mahluk tidak bersih kurasakan.  Aku pikir mungkin aku tidak sopan, karna mengambil airnya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Aku bertanya pada guruku apa yang terjadi, kata guruku mahluk penunggu telaga itu ingin berkomunikasi denganku. Dan guruku mengizinkan aku untuk berkomunikasi dengan mahluk itu.
tiba-tiba dalam meditasiku, ada suara kudengar.
      “ hai perempuan siapa kau?”
      Aku memperkenalkan diriku, dan mengatakan kepadanya bahwa aku tidak bermaksud jahat dan hanya menjalankan tugas dari guruku untuk bermeditasi ditempat ini. Aku meminta izin darinya.
      “ kau sepertinya bukan orang biasa, karna kau dikelilingi oleh banyak dewa dan aku melihat ada dewa pelindung juga, mereka semua memancarkan sinar.”
     Sempat kaget juga mendengar perkataannya, ternyata dewa pelindung datang menemani aku dan suamiku. Pantas saja begitu banyak monyet disekeliling kami tapi tidak ada yang mengganggu. Penunggu telaga itu mengizinkan aku untuk bermeditasi ditempatnya.dan aku bisa meditasi dengan tenang
     Setelah aku selesai meditasi aku mengucapkan terima kasih kepada penunggu telaga itu. dan dia menitip pesan agar orang-orang yang datang ketempatnya tidak boleh memikirkan/membicarakan sesuatu yang tidak baik, karna hal itu akan menjadi mala petaka bagi mereka. Begitu pesannya. Dan kami berpamitan. Dalam perjalanan keluar telaga itu, kami harus melewati gerombolan monyet-monyet yang lumayan banyak, agak takut juga tapi berusaha tetap tenang melewatinya, anehnya melihat kami melewati mereka ,mereka tidak menyerang kami malah membuka jalan untuk kami bahkan aku melihat ada satu monyet yang bertiarap seperti member hormat. Ah ,akhirnya bisa keluar juga dari tempat itu tanpa ada gangguan sedikitpun.
     Saat dalam perjalanan pulang kira-kira 1 km dari telaga itu, telingaku kembali normal. Mungkin aku telah keluar dari daerah gaib. Dan sejak aku pergi ke telaga itu, kekuatan gaib yang kumiliki semakin kuat. Aku bisa dengan cepat merasakan keberadaan mahluk gaib. Itulah yang aku alami.


28. KISAH SEORANG MEDIUM

      Ada seorang medium datang kerumahku, dia masih teman suamiku. Dia mempunyai temperament yang agak kasar, dan emosinya suka meledak-ledak jika ada orang yang membuatnya marah.
      Saat dia datang, dia bercerita pada suamiku bahwa dia tidak sanggup lagi menjalani pekerjaannya menjadi medium dari seseorang yang mendanai dia. Pekerjaannya membantu orang yang mendanainya tersebut untuk melakukan hal-hal yang tidak baik dengan mengunakan tubuhnya dirasuki oleh mahluk gaib/arwah.
      Saat kami kerumahnya, aku belum merasakan apa-apa. Tapi saat naik keatas lotengnya, aku melihat banyak rupang dewa duduk dimeja altar, aku berfikir untuk bersembahyang dan bersujud dihadapan rupang-rupang dewa tersebut tapi aku agak binggung harus kemeja altar yang mana dulu. Saat aku dalam kebingungan salah satu dewa yang rupangnya ada dialtar tersebut berkata kepadaku.
     “ desi, kau tidak boleh bersembahyang dan bersujud disini. Rupang-rupang yang ada disini memang rupang dewa. tapi yang duduk bukan dewa, tapi mahluk-mahluk yang kotor.  Tempat ini sudah kotor, jadi pulanglah kerumahmu.”
     Aku tersentak mendengarnya, kaget dan sedih. Mengapa bisa begini. Mengapa medium itu tidak tau, kalau tempatnya itu sudah kotor dan bukan dewa yang duduk dialtarnya.  Dengan gontai dan berat hati aku turun kebawah dan mengajak suamiku untuk kembali kerumah.
     Sesungguhnya medium itu sejak dilahir telah didampingi oleh satu dewa dan melindunginya, tapi dia tidak menyadarinya, malah membenci dewa tersebut. Dia Lebih memilih dirasuki oleh mahluk-mahluk tidak baik agar dapat membantu orang yang mendanainya untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.  Dan ditubuhnya juga menempel satu arwah/roh seseorang, roh itu minta tolong kepadaku agar bisa membebaskan dia dari kurungan dewa yang melindungi medium itu. aku bertanya kenapa dia bisa terkurung ditubuhnya.  Roh itu bercerita, bahwa dulu dia amat membenci ayah dari medium itu, karena saat ayahnya masih muda telah melakukan pelecehan pada adik sepupunya, dan ayahnya itu tidak merasa bersalah atas perbuatannya. Sehingga disaat roh itu meninggal karna sakit, masih ada dendam didalam hatinya sehingga membawa dia ketempat ayahnya itu, tapi sampai disana malah ditangkap oleh dewa pelindung medium itu dan tidak bisa terlepas.
Aku mengatakan kepada roh itu akan mencoba untuk membantunya, yang penting dia berjanji untuk tidak menggangu keluarga medium itu. diapun berjanji.
     Awalnya aku memohon pada dewa yang mendampingi medium itu agar bisa melepaskan roh tersebut, dewa itu memberikan petunjuk agar aku memanterai air putih untuk diberikan kepada medium itu, tapi waktu aku berikan dia tidak meminumnya, akhirnya dewa pendampingnya itu tidak tahu lagi harus bagaimana untuk menolong orang yang dilindunginya itu, Akhirnya aku disuruh untuk  memohon salah satu dewa yang bisa membantu melepaskan roh itu sekaligus menyebrangkannya.  karna tidak ada jalan lain lagi. Setelah mendapatkan petunjuk dari dewa tersebut, aku menjalankan ritual penyebrangan rohnya sesuai tanggal yang ditentukan setelah roh itu dilepaskan oleh dewa tersebut. Dan roh itu mengucapkan terima kasih.
     Dari kejadian ini aku berfikir dalam hati, mengapa manusia yang telah memiliki indra ke-6/kelebihan yang diberikan oleh dewa, tidak dia pergunakan untuk hal-hal yang baik. Merelakan tubuhnya dirasuki oleh roh apa saja demi mendapatkan kekayaan.  Orang yang memiliki kelebihan dari para dewa, jika mereka mempergunakan kelebihan mereka untuk menolong orang banyak tanpa pamrih, mungkin kehidupan didunia ini tidak akan sekacau ini. Semua umat manusia akan hidup dengan damai dan bahagia. Tanpa ada kekuatiran, karena banyak para orang pintar membantu orang yang masih awam melepaskan kekuatiran mereka selama hidup didunia ini, dan secara perlahan membantu mereka membina diri dan mendekatkan diri pada para dewa. agar segala karma mereka bisa sedikit-demi sedikit terbayar
     Kenapa banyak manusia tidak menyadari bahwa semua perbuatan kita pasti berakibat. Karma itu tidak dapat dihindari bagaikan baying-bayang tubuh yang mengikuti diri kita, kemana dan dimana saja kita berada.
Hidup didunia ini sungguh menyedihkan, orang yang menapaki jalan kebenaran itu sedikit, yang sesat malah banyak.  Orang yang mendapat penerangan sedikit, yang terjerumus malah banyak. Sangat disayangkan.

29. AKIBAT BERKATA KASAR PADA ORANG LAIN

     Disini aku menceritakan satu kisah seorang wanita, yang sekitar beberapa tahun belakangan mulai sering kerasukan dan tak sadarkan diri. Dia tidak tahu kenapa bisa seperti itu. sudah beberapa kali menemui orang pintar tapi jawaban yang dia dapat tidak memuaskan hatinya.  Tanpa sengaja di main kerumahku untuk mengunjungi saudaranya yang saat itu berada dirumahku.  Dia menceritakan perihal dirinya itu saat aku berada disitu.  Dulu dia dan suaminya beragama budha, dan menurut cerita dia dan suaminya sudah pindah keagama lain disebabkan kecewa dengan pengurus diviharanya saat itu.
     Pada saat itu guruku memberi petunjuk bahwa ada roh yang menempel padanya, roh itu yang telah membuat dirinya mengalami kerasukan dan tidak sadarkan diri.  Dan pada saat itu juga roh tersebut ingin berkomunikasi denganku, guruku mengizinkannya. Akhirnya kami berbincang
      Roh itu mengatakan bahwa dia benci dengan wanita ini, karena saat mereka masih muda, mereka satu vihara yang sama. Dan wanita itu pernah mengucapkan kata-kata kasar padanya saat dia masih hidup sehingga roh itu membencinya. Karna itu saat orang yang dihina/dimaki tersebut meninggal rohnya mengikuti wanita itu. dan pada hari-hari tertentu roh tersebut membuat wanita itu hilang kesadaran, dan kadang keluarganya terkena penyakit yang aneh.
      Sesungguhnya dia ingin pergi tapi karena ada sesuatu yang belum terselesaikan dia tersangkut pada wanita itu.  aku katakan jika aku bisa membantunya pergi dari wanita itu dan menyebrangkannya apakah dia mau, ternyata dia mau. Tapi dia ada satu permintaan, katanya wanita itu harus sujud 3 x lebih dulu dengan menyebut namanya dan meminta maaf atas perbuatannya. Maka dia tidak akan mengganggu lagi. Aku menyanggupinya.
      Lalu aku beritahukan hal itu pada wanita itu, padahal aku tidak tau kalau dulunya wanita itu suka berkata kasar pada orang lain, dan wanita itu mengakui sendiri. Mendengar apa yang kukatakan, wanita itu mengikuti persyaratan yang diajukan oleh roh tersebut. Dan akhirnya roh tersebut pergi meninggalkan wanita tersebut dan tak menganggu lagi karna telah disebrangkan oleh salah satu dewa.
Ternyata tidak hanya sampai disitu, setelah beberapa lama roh tersebut pergi. Wanita itu masih suka tidak sadar, aku bertanya pada guruku kenapa dia masih seperti itu, padahal roh yang membenci dia sudah tidak mengganggu dia lagi.  Guruku berkata bahwa, roh yang menempel padanya karena dendam sudah tidak ada, tapi iman wanita itu tidak kuat sehingga dia mudah diganggu roh halus yang berada disekitarnya.
     Untuk perlindungan dalam dirinya sendiri harus dilakukan dengan sering membaca doa dan mantera dan mendekatkan diri kepada tuhan menurut kepercayaannya sehingga tidak ada lagi roh-roh jahat yang berani mendekatinya.  Karena tiap manusia berbeda-beda ada yang mudah dirasuki dan diganggu oleh roh jahat ada yang tidak. Manusia Yang mudah dirasuki roh jahat harus membuat perlindungan untuk dirinya.
     Hindarilah berkata kasar dan tidak baik pada orang lain dan janganlah membicarakan kejelekan/kekurangan orang lain, karena apa yang kita lakukan pasti ada karmanya yang akan kita terima dikehidupan saat ini atau dikehidupan kita yang akan datang. 
     Petaka atau bahagia tidak akan datang dengan sendirinya, tapi semua itu berdasarkan apa yang kita perbuat. Meyakini hukum karma, menjauhi kejahatan dan memupuk kebajikan adalah hal yang bijaksana untuk masa depan kita kelak.


30. ROH YANG MENGIKUTI KAKAKNYA

     Suatu hari aku melihat seseorang, sebut saja mila, guruku memberi petunjuk bahwa mila sedang diikuti oleh satu roh. Roh ini bisa membuat mila celaka, saat ini mila masih kecil, dan roh tersebut sedang mencari kesempatan untuk mencelakakannya, jadi guruku berpesan agar tidak membiarkan mila pergi kemana-mana seorang diri. Aku memberitahukan petunjuk guruku itu kepada orang tua mila.
     Esok paginya saat aku sedang mempersiapkan anakku untuk pergi kesekolah, tiba-tiba aku mencium bau wangi bedak wanita dan tubuhku merasakan ada mahluk gaib/roh yang berada didekatku. Tapi hanya sekilas kurasakan, guruku mengatakan bahwa roh yang aku ketahui ingin mencelakakan orang datang melihatku. Aku agak kaget, bagaimana dia bisa tau padahal orang yang dia ikuti ada didaerah lain. Guruku mengatakan dunia gaib itu hanya selembar kain tipis, jika sudah masuk kedunia gaib semuanya akan tersambung dan sekejab mata bisa mengetahuinya. Seperti diriku, alam gaib sudah terbuka untukku dan selalu mendapatkan petunjuk. Begitu juga dengan mahluk gaib lainnya dan orang-orang yang telah memasuki alam gaib itu.
     Merasakan roh itu telah datang kepadaku, aku memutuskan untuk berkomunikasi dengannya untuk mengetahui apa yang dia inginkan dan mengapa dia mengikuti mila. Sepulang mengantar anakku kesekolah aku memanggil roh itu untuk datang dan berkomunikasi dengannya.
     Dalam komunikasi roh itu mengatakan bahwa dia mati karena bunuh diri minum racun, hal itu dia lakukan karena telah ditinggal oleh kekasihnya. Dan disaat dia diambang kematian, kakak perempuannya tidak berusaha menolongnya dan tidak segera membawanya kerumah sakit. Akhirnya dia mati mengenaskan, karena rasa kesal pada kakaknya itu, roh itu mencelakai kakaknya tersebut hingga meninggal, dengan harapan kakaknya tersebut bisa menemaninya. Tapi dugaannya salah, kakaknya itu malah direinkarnasi lagi menjadi mila dikehidupan sekarang ini. Karena itu roh tersebut mengikuti mila dan mencari peluang untuk mencelakakan mila yang dia anggap kakaknya itu agar bisa menemaninya.
     Aku katakan kepada roh itu,supaya jangan menganggu mila karena dia tidak tau apa-apa, walaupun itu roh kakaknya tapi kakaknya tersebut sudah tidak mengenal dirinya. Mungkin saat dia minum racun tersebut kakaknya panik dan tidak tau harus berbuat apa sehingga tidak sengaja membiarkannya mati. Mendengar penjelasanku roh itu menangis, aku mendengar tangisannya yang begitu sedih. Dia kesepian dan tidak bisa reinkarnasi, kalau tidak mengikuti kakaknya itu kemana dia harus pergi. Begitu katanya.
     Aku katakan padanya bahwa aku akan membantunya. Mendengar perkataanku itu dia agak kaget dan bertanya apakah aku bisa membantunya. Aku katakan akan mencoba dan mencari cara agar dia bisa disebrangkan dan bisa reinkarnasi kembali. Aku memintanya untuk menunggu kabar dariku dan selama menunggu kabar dariku, dia tidak boleh menggangu mila. Dia menyetujuinya.
     Guruku menyuruh agar aku minta petunjuk pada salah satu dewa yang yang mengurus hal ini. Dan setelah mendapatkan petunjuk apa yang harus kulakukan aku segera memberitahu hal itu pada roh tersebut dan menyuruhnya untuk bersiap-siap.  dia mengucapkan terima kasih. Aku juga bertanya kepadanya apa permintaannya, dia mengatakan bahwa dia suka tubuhnya selalu harum dan dia meminta bedak wangi padaku. Cara penyebrangan rohnya agak berbeda, karna aku menyebrangkannya bukan disaat pintu alam baka terbuka. Jadi tata cara dan ritualnya agak khusus.  Akhirnya roh tersebut telah tersebrangkan, aku ucapkan terima kasih pada para dewa dan para budha karna satu roh gentayangan telah terselamatkan lagi.

31. AMANAT MENULIS BUKU PERTAMA

     Ikatan batin yang terjalin antara aku dan guru-guruku telah terlewati dengan baik, walaupun belum sampai bertahun-tahun tapi waktu kontak batin yang baru seumur jagung telah memberikan aku banyak pengamalan. Banyak hal yang terjadi selama waktu itu, kesedihan, kebahagiaan, kemarahan, kebimbangan datang silih berganti. Cobaan dan godaan tak henti-hentinya menghalangi jalanku ini.  Guru-guruku selalu memberiku kekuatan dan kesabaran yang besar kepadaku.
     Apa yang kulakukan dan apa yang kuperbuat tak luput dari perhatian guru-guruku. walaupun mereka selalu memperhatikanku, tapi mereka juga bisa menjaga privasiku, mereka mengerti bahwa aku adalah orang awam yang tak luput dari hal-hal duniawi.  Mereka selalu mengingatkan aku bahwa aku bukanlah orang yang meninggalkan keduniawian total sama sekali. yang terpenting berusaha menjalankan 5 sila sebaik-baiknya. yaitu, tidak mencuri, tidak berbohong, tidak berzinah, tidak bermabuk-mabukan dan tidak membunuh. Menjalankan kehidupan dengan baik dan berbuat kebajikan.
     Awal mula salah satu guruku mengamanatkan agar aku menulis buku pertamaku ini, aku sempat tidak yakin karena aku tidak bisa mengarang ataupun menulis buku. saat aku masih sekolah di smp dan sma setiap kali ada tugas membuat karya tulis aku pasti tidak pernah mengumpulkan karena tidak tau cara menulisnya dan malu untuk bertanya pada guru pembimbingku disekolah. makanya diberi amanat menulis buku pertamaku ini oleh guruku itu membuat aku gemetar dan tidak percaya diri, karna aku belum lama mendapatkan kontak batin dan bimbingan dari guru-guruku itu tapi sudah diminta untuk menulis buku.
     Apa sudah pantas bagiku untuk menulisnya dan apakah aku sudah diizinkan, tapi guru-guruku selalu meyakinkan aku untuk menulis buku ini, karena ini adalah buku pertamaku, jadi salah satu guruku yang memberikan judul untuk bukuku ini sekalugus membimbingku dalam penulisan sampai penerbitannya. Aku mengatakan kepada guruku bahwa tulisanku begitu berantakan dan kacau balau, kata-kata yang kutulis begitu polos dan membingungkan.  Tapi guruku berkata.
     “ desi, jika buku pertamamu ini telah tersusun dengan bagus dengan memakai kata-kata yang yang telah oleh dengan baik, itu namanya bukan buku pertama.  Buku pertamamu tentu saja akan tertulis dengan kepolosan dan apa adanya. Jadi kau tidak usah kuatir, tulislah semua pengalamanmu apa adanya.”
Mendengar nasehat guruku itu aku menjadi bersemangat menulis bukuku ini. Aku diamanatkan untuk membuat tulisan dengan 50 bahan cerita, pada saat tulisanku telah mendapatkan 23 cerita, aku mendapatkan cobaan. Aku mengalami panas dalam yang tidak pernah kurasakan sebelumnya sama sekali. selama 5 hari aku menahan sakit dan tidak bisa tidur. Tidak bisa bersadhana, membaca mantera dan meneruskan bukuku yang baru 23 cerita itu. rasanya aku tidak tahan dengan rasa sakit ini. Aku memohon pertolongan guruku agar bisa menyembuhkan sakitku ini, tapi guruku mengatakan bahwa aku sedang mendapat ujian dalam penulisan bukuku ini, guru sejatiku tidak boleh melanggar hukum langit dengan menolongku, aku harus melewati cobaan itu sendiri tanpa pertolongan darinya. karena jika aku bisa melewati cobaan itu maka aku akan naik tingkat lagi. Begitu petunjuk yang diberikan oleh guru sejatiku.
     Tapi aku begitu menderita selama 5 hari itu, segala macam obat telah aku minum, dari obat demam, sakit gigi, sakit kepala, panas dalam, radang dan antibiotic. Tapi sakitnya tidak hilang-hilang malah kian hari bertambah sakit saja. Tapi aku tetap tidak pergi memeriksakan diriku ke dokter dan tetap menulis buku dan memaksakan diriku untuk bersadhana dan membaca mantera. Sampai tulisan ku telah mendapatkan 31 cerita, sakitku mulai membaik, karena secara tiba-tiba saja suami ku menemukan ramuan/jamu yang berhasiat mengobati sakitku itu. Setelah minum ramuan itu beberapa kali aku mulai membaik.
     Dari pengalamanku ini, aku menyadari bahwa menulis buku untuk dapat membuka hati umat manusia itu tidak mudah, banyak cobaan dan godaan yang menghalangi. Jika hati tidak kuat menahan cobaan dan godaan itu, mungkin akan mengurungkan niat menulis. Aku bersyukur atas perlindungan dan pertolongan guru-guruku secara langsung maupun tidak kepadaku.  Atas segala berkat yang telah diberikan kepadaku, aku menahan segala penderitaanku  itu demi menjalankan amanat tersebut.


32. SILUMAN ULAR DAN SILUMAN BURUNG

     Aku pernah mencoba membantu seseorang yang suaminya terkena guna-guna, suaminya itu selalu mengalami halusinasi, merasakan bahwa istrinya berselingkuh dengan pria lain, padahal istrinya itu tidak melakukan apa-apa. Kadang suaminya tersebut entah kenapa ingin memukul istrinya tersebut, saat dia sadar dia tidak tahu mengapa dia sampai seperti itu. istrinya itu tidak tahan dengan sikap suaminya tersebut, karena telah jauh berbeda dengan yang sikapnya yang dulu.
     Akhirnya melalui salah seorang temanku, dia datang meminta bantuanku.  Aku mencoba membantunya dan meminta petunjuk guruku mengenai masalahnya itu. setelah mendapatkan petunjuk, aku segera memberitahukan orang tersebut. Ternyata lagi-lagi karena dendam dan kebencian, ada 2 orang yang telah mengirimi suaminya guna-guna sehingga membuat suaminya itu berubah. Dengan tujuan agar rumah tangga mereka hancur berantakan.  Ternyata kedua pengirim guna-guna itu adalah wanita. Aku tidak bisa menceritakan terlalu jelas mengenai motif guna-guna itu pada istrinya tersebut, untuk menghindari timbulnya masalah baru dalam rumah tangga mereka. Biar hanya aku yang tau, karena aku merasa itu lebih aman.
      Setelah aku memberitahukan apa yang harus dilakukannya untuk melepaskan guna-guna tersebut pada suaminya. Dia langsung menjalankan petunjuk yang kuberikan dengan segera.  Setelah 2 hari telah lewat, saat sedang sibuk dengan pekerjaanku, aku merasa aneh pada tubuhku, merasa dingin dan mual. Pertanda sesuatu tidak baik, aku memutuskan untuk bermeditasi.  Setelah beberapa lama aku masuk meditasi, tiba-tiba saja aku melihat seekor ular yang tidak begitu panjang dan agak gemuk bergerak-gerak dan berdiri didepanku, aku mendiamkannya beberapa saat sampai tersambungnya komunikasi diantara kami,lalu aku mendengar ular itu berkata.
“siapa kau berani-beraninya membuat aku keluar dari tubuh orang yang aku ikuti”
     “maaf aku bukan siapa-siapa, aku tidak bermaksud menganggu.”
     “ kenapa kau membuat aku tidak bisa menjalankan tugas yang diberikan oleh majikanku. Cepat kau lepaskan semua, agar aku bisa masuk kembali ketubuhnya.”
     “ mohon kau jangan menganggu dia lagi, dia sudah cukup menderita”
      “ tidak bisa, aku harus menjalankan tugas sampai tuntas.”
      “ maaf, aku tidak bisa melakukannya.”
     “ jika kau tidak mau melakukannya maka aku akan menyerangmu.”
Ular itu menghampiriku dan melilitkan tubuhnya padaku aku merasakan lilitannya semakin kuat, melihat hal ini aku tidak tinggal diam, segera mengeluarkan jurus yang diajarkan oleh salah satu guruku untuk melawannya, ular itu tidak tahan dan melepaskan lilitannya dan menjauh, tapi dia tidak puas dan masih berusaha untuk menggigitku, aku segera mengeluarkan jurus tertinggi yang diajarkan oleh salah satu guruku yang lain, ular itu terpental jauh dan lari. Aku telah selamat dari serangannya berkat ilmu yang diberikan oleh guru-guruku.
      Tapi tidak berhenti disitu, keesokan harinya aku kembali merasakan getaran yang sama. Dalam meditasiku aku melihat seekor burung terbang kearahku. Ternyata dia salah satu kiriman guna-guna pada orang yang aku bantu lepaskan, tapi burung ini tidak seperti siluman ular tadi. Dia lebih terlihat bijaksana dan tidak pemarah, dia bisa menerima perkataanku.  Dan rela pergi dengan baik-baik. Dia diberi tugas oleh majikannya untuk membuat orang yang dia tuju mengalami penderitaan, majikannya mendapatkan dia dari sebuah gunung. Aku agak lega karena Menghadapi siluman burung ini lebih mudah tanpa serangan darinya, hanya cukup bernegosiasi saja dia sudah mengerti.


33. BERTEMU DENGAN DEWA-DEWA CILIK

     Sejak aku mendapat bimbingan dari dewa yang menangani ilmu hitam dan ilmu gaib, aku menjadi dekat dengan alam gaib.
Suatu kali aku dan suamiku diajak makan oleh saudara kami di sebuah rumah makan, saat aku masuk kerumah makan itu aku belum merasakan apa-apa, tapi setelah aku duduk beberapa lama disalah satu meja, aku mulai merasakan suasana yang aneh.  Aku seperti merasa berada didunia yang lain, walaupun aku sedang duduk bersama keluargaku.
     Lalu aku pergi ke kamar mandi rumah makan itu, karena aku merasa agak aneh, aku memejamkan mata dan mencoba merasakan dan melihat suasana rumah makan itu dengan mata batinku, ternyata saat aku sedang meneliti tempat itu, aku melihat ada beberapa anak kecil dengan lincahnya berlari kesana kemari.  Aku pikir apakah rumah makan itu memelihara tuyul?  Dan kulihat yang makan ditempat itu lumayan banyak, tapi orang-orang yang makan disitu hanya berkumpul di satu sisi saja, karena sisi tempat duduk yang lainnya kadang diduduki oleh anak-anak kecil itu.  Dengan perasaan bingung aku kembali kemeja dan masih tetap merasakan sesuatu yang lain, kadang aku merasa seperti ada seseorang berada disampingku.  Dan dalam kebingunganku itu, guruku memberi tahu bahwa anak-anak kecil itu adalah dewa-dewa cilik yang berada didunia mengumpulkan jasa pahala mereka agar mereka bisa naik kenirwana dengan membantu manusia.
     Saat aku dan keluargaku selesai makan, kami segera keluar dari rumah makan tersebut.  Dan saat aku keluar dan naik kemobil, aku merasa punggungku tertekan seperti ada yang naik kepunggungku. Mendadak saja telapak tanganku terasa dingin tapi berkeringat. Apa yang sedang terjadi padaku? Sesampainya aku dirumah saudaraku, perasaanku semakin aneh saja, aku bertanya pada guruku. Guruku mengatakan bahwa salah satu dari dewa cilik yang ada dirumah makan tadi telah menempel padamu.  Aku kaget, kog bisa begitu dan untuk apa dia mengikutiku. apa yang harus aku lakukan, apakah dia akan mengangguku? Guruku bilang pertemuanku dengan dewa cilik itu karena jodoh, aku berjodoh dengannya. Dia akan bisa membantuku dalam menjalankan misiku dan dia bukan mahluk yang jahat. Mendengar petunjuk guruku aku agak lega.
     Dewa cilik itu selalu mengikutiku.  sesampainya aku dirumah, aku segera berkomunikasi dengannya. Dia memanggilku dengan sebutan nyonya dan dia memberitahukan aku siapa namanya. Lucu sekali, dan katanya jika ada hal yang butuh bantuannya supaya jangan sungkan untuk memberitahukannya.
Dewa cilik itu bisa membuat tubuhnya menjadi kecil, dan dia suka sekali duduk dihidungku, jika dia sedang duduk di situ aku pasti merasa tertekan pada hidungku ini.
Ternyata tidak hanya sampai disitu, teman-teman dewa cilik itu juga ingin membantuku, dan mereka meminta izin apakah diperbolehkan. Aku bertanya pada guruku mengenai permohonan dewa-dewa cilik itu, guruku mengizinkannya. Dan akhirnya beberapa dewa cilik ikut bersamaku.
     Suatu kali ada 1 dewa cilik yang tidak betah tinggal dengan tuannya, karena tuannya itu telah melakukan sesuatu yang tidak baik, sehingga dia memutuskan untuk pergi meninggalkan tuannya, mungkin jodoh dengan tuannya itu telah habis. Dan yang tidak habis pikir, dewa cilik itu juga ingin ikut bersamaku. Wah …  semakin ramai saja. Tapi dewa-dewa cilik itu tidak sembarangan bermain dan dia selalu meminta izin kepadaku terlebih dulu jika ada yang ingin mereka lakukan dan setiap aku membutuhkan bantuan mereka akan selalu datang membantuku.  Mereka selalu membantuku dalam menjalankan tugas-tugasku.


34. MENJALANKAN SADHANA

      Sejak aku berjodoh dengan seorang budha hidup yang menjadi guruku, aku selalu menjadikan guruku itu pemacu semangatku dalam menjalankan dharma, melakukan ritual penyebrangan roh, pelimpahan jasa dan bersadhana kepada para budha dan para dewa.  aku begitu mengagumi guruku itu, karena dalam kehidupan ini dia telah memiliki murid yang jutaan jumlahnya. Alirannya tersebar di segala tempat.  Dulu saat aku pertama kali membaca buku yang ditulis, aku tidak mengerti dan tidak memahami, mungkin karena pada saat itu aku belum terbuka dan roh ku belum terbangunkan, sehingga bukunya itu hanya kuanggap buku biasa saja.  Tapi jodoh memang berkata lain, walaupun aku tidak ingat lagi tentang buku tulisannya yang kubaca itu, seperti ada dorongan yang kuat membuat aku kembali mencari buku-bukunya tersebut dan kembali menyimaknya.
      Guruku itu berpesan agar mempelajari buku-bukunya tersebut, karena ada banyak sekali hal-hal dalam buku itu yang bisa bermanfaat untukku dalam menjalankan misiku saat ini. Memang aku akui setelah aku terbuka, aku lebih memahami semua yang guruku itu alami, apa yang dia alami dalam kehidupan ini, juga pernah kualami.  Roh kami sama-sama terbangunkan dengan sendirinya.  Awalnya aku tidak begitu yakin dengan apa yang aku alami, sepertinya tidak masuk akal. Guru sejatiku berkata, semakin aku pikirkan apa yang kualami ini semakin tidak masuk akal. Karena pada awalnya aku adalah seorang awam yang menjalani hidup seperti orang awam pada umumnya, lebih banyak menghabiskan waktu untuk kepentingan diri sendiri, jarang berpuja bakti dan mendekatkan diri pada para dewa.
      Tapi saat ini, aku telah merubah kebiasaanku dengan menjalani kehidupan duniawi seimbang dengan rohaniku sehingga menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan penderitaan ini aku menjadi lebih tenang. Aku juga melakukan sadhana setiap hari, membaca mantera dan bermeditasi disela-sela pekerjaanku, bimbingan dari guru-guruku juga masih kujalani setiap hari, aku sudah tidak banyak mengeluh lagi seperti pada awalnya aku diberi bimbingan. Aku sudah lebih mengerti keterbatasan para dewa dalam menolong umat manusia sehingga semakin hari aku semakin sabar dalam menghadapi masalah dalam hidupku.
      Mungkin jika aku yang dulu, banyak sekali keinginan dan harapan yang mau kucapai untuk kepentinganku dan khayalan-khayalan bisa memiliki sesuatu yang berharga dan bisa menyenangkan hatiku selalu berusaha kukejar. Tapi, aku tidak lagi seperti yang dulu. tidak ada lagi ambisi untuk memenuhi kebutuhanku sendiri, aku lebih memilih apa adanya, tidak ingin bersaing dan tidak ingin merasa lebih dari orang lain.
      Tujuanku saat ini adalah menjalankan bhavanaku dengan baik, bersadhana pada para budha dan dewa dan menjalankan misi yang telah diberikan kepadaku. Sadhana-sadhana yang kulakukan setiap hari bisa mendatangkan kontak batin langsung pada budha dan dewa yang ku sadhanakan. Dari menjalankan sadhanaku itu aku bisa mendapatkan petunjuk dan bimbingan yang baik dan bermanfaat.
      Aku katakan bahwa sadhana amat penting, para budha dan dewa turun untuk memberkati sadhana yang aku lakukan. Aku baru benar-benar menyadari hal ini ketika suatu kali aku menjalankan sadhana dialtar rumahku, saat sedang bershadana pada satu budha aku terpaksa menghentikan sadhanaku itu, karena harus mengurus karyawanku yang baru kembali mengirim barang. aku langsung ditegur oleh salah satu guruku, bahwa tidak boleh menghentikan shadana di tengah jalan, tidak baik. Karena saat aku bersadhana itu para budha dan para dewa turun untuk memberkatinya, tidak sopan jika harus membuat mereka menunggu. Para dewa mungkin tidak marah atas kesalahanku, tapi menjalankan sadhana haruslah sempurna agar apa yang kita mohonkan dikabulkan oleh para budha dan dewa. sejak itu aku selalu berusaha menjalankan sadhana dengan sempurna.


35.  SEMPAT INGIN MENYERAH

       Saat aku baru menjalani bimbingan kurang lebih 5 bulan, aku sempat berfikir ingin menyerah dan tidak mau lagi meneruskan semua ini. Pikiranku sempat kacau saat itu dan ingin berontak.  Karena aku tidak tahan dengan tekanan-tekanan yang kurasakan. Pada awalnya menolong orang amat membuat aku susah dan menderita rasanya jika ada orang yang bertanya dan meminta solusi untuk masalahnya aku mulai timbul rasa takut. Aku merasa lelah dan tidak kuat menjalaninya saat itu.
      Padahal guruku sudah mengatakan kepadaku, bahwa apapun masalah orang yang bertanya kepadaku, aku pasti akan mendapatkan petunjuk dari guruku itu, apa yang kudengar dari guruku itulah yang harus disampaikan, tidak boleh ditambah apalagi dikurangi. Tapi aku tetap takut waktu itu, aku takut petunjuk yang guruku katakan tidak sesuai dengan kenyataannya.  
       Rasa takut berbuat kesalahan itu yang membuat aku tertekan. Dan berusaha menghindar dari pertanyaan orang tentang masalah mereka. Padahal misi telah diberikan oleh guruku, rohku telah terbangunkan, dan mata ketigaku telah terbuka. Tapi aku tidak menjalankan misiku dengan baik malah berusaha menghindar dari misiku itu.
      Rasa tertekan itu demikian berat kurasakan, sampai sering membuat aku menangis. Dan sempat berfikir jika seandainya aku tetap menjadi orang awam mungkin aku tidak akan tertekan seperti ini. Dan ingin rasanya memberikan kelebihan-kelebihan yang kudapatkan ini kepada orang lain saja, agar aku bisa tenang.
Aku ini memang orang bodoh dan polos, mendapatkan kekuatan dari para dewa malah tidak menginginkanya. Semakin berusaha menghindar, malah dewa semakin dekat.
Guruku memberi nasehat kepadaku.
      “ kau berjodoh dengan para dewa, kelebihan yang kau miliki datangnya tanpa keinginan dalam dirimu, semakin engkau tidak menginginkannya, kelebihan itu akan semakin bertambah dalam dirimu. Tidak semua orang bisa mendapatkan berkah sepertimu, semua itu karena jodoh di kehidupanmu yang lalu. Mengapa engkau tidak menghargainya?.”
      Aku katakan bahwa aku tidak siap menjalani ini dan merasa tertekan.
     “ menolong orang jangan dijadikan beban. Jalanilah kehidupanmu dengan tenang dan ikutilah setiap petunjuk para dewa. maka kau tidak akan salah jalan. ”
      Mendengar nasehat guruku itu, aku kembali meyakinkan diriku dan mengumpulkan kekuatan dalam diriku untuk menghadapi segala hal yang akan terjadi pada diriku. Awalnya terasa berat dan tidak terbiasa menghadapi kasus-kasus orang yang datang padaku. Tapi sekarang aku sudah lebih tenang dan bisa menghadapinya dengan lebih jernih, karena aku yakin dan percaya bahwa guru-guruku, para budha dan dewa selalu memberikan petunjuk kepadaku sehingga aku taHu apa yang harus aku lakukan. Dan aku tidak berniat untuk mundur lagi, saat ini aku sudah setengah jalan, aku tidak mau mengecewakan guru-guruku yang telah membimbing aku dengan sabar selama ini.
      Semoga saja apa yang aku lakukan dalam menjalankan misiku ini, aku bisa memberikan kebahagiaan untuk orang banyak dan bisa melepaskan mereka dari kesulitan hidup didunia ini.


36. HATI-HATI DENGAN GUNA-GUNA

      Selama aku menjalani kehidupanku sekarang ini, membantu orang menghadapi kasus yang mereka alami, sebagian besar permasalahan yang mereka hadapi selain karna karma juga akibat guna-guna atau ilmu hitam yang dikirim seseorang.
      Guna-guna yang mereka terima biasanya dikarenakan rasa benci dan dendam seseorang. Biasanya karena kesalahan orang yang diguna-guna tersebut atau rasa sakit hati pengirim guna-guna itu. karena manusia hidup didunia ini selalu bersosialisasi, kadang tanpa sengaja menyakiti hati orang lain, namun kadang juga tanpa rasa bersalah karena memang sudah sifat dalam dirinya suka menyakiti orang lain.
     Manusia awam banyak yang tidak menyadari kalau dirinya terkena guna-guna, karena dalam dirinya tidak ada perlindungan dewa. ada guna-guna yang tidak besar kekuatannya tapi ada juga guna-guna yang kuat yang bisa merengut nyawa orang yang diguna-gunai itu.  menjadi manusia itu sesungguhnya serba salah. Berusaha berbuat baik pasti ada saja yang iri dan tidak suka, berbuat jahat malah lebih parah lagi. Hidup bersosialisasi dan bergaul dengan teman juga tidak menyadari telah diguna-gunai oleh teman sendiri.
      Hati manusia memang tidak bisa diduga, diluar terlihat baik dan bersahabat, Tapi didalam punya rencana yang jahat. kita tidak bisa menduga apa yang akan terjadi dalam hidup kita.  Karena itu, untuk menghindari hal-hal yang yang tidak diinginkan, ada baiknya kita lebih mendekatkan diri kepada para dewa, jangan disaat kita telah mengalami sakit dulu atau setelah kita terkena guna-guna itu baru kita datang kepada para dewa untuk memohon pertolonganNYA. Seharusnya sebelum hal itu terjadi, dekatkanlah diri kita selalu kepada para dewa, agar para dewa selalu melindungi kita dari hal-hal yang tidak baik yang akan mencelakakan kita dimanapun kita berada.
      Guna-guna itu sesungguhnya baru akan mengenai diri kita jika kita tidak ada perlindungan dalam diri kita dan tidak ada dewa yang menahannya karena kita jauh dengan para dewa. Apalagi jika hidup kita penuh dengan kesalahan dan dosa, jika ada orang yang membenci kita dan mengirimi kita guna-guna, maka dalam sekejap mata akan dengan mudah terkena guna-guna itu. selain mendekatkan diri kepada para dewa, kita juga harus menjaga sikap dan tingkah laku kita terhadap orang lain, selalu berbuat kebaikan dan mengindari dari perbuatan jahat. sehingga kita terhindar dari niat seseorang untuk mengirimkan kita guna-guna dan ilmu hitam.
      Berhati-hatilah dengan guna-guna, karena kita tidak menyadari seberapa besar kekuatannya. Bidang kedokteran tak bisa mendeteksi guna-guna, jadi jika ada seseorang yang mendadak sakit ataupun mendadak meninggal, hal itu terlihat begitu wajar. Karena gaib itu tidak terlihat hanya bisa dirasakan, tapi kita tidak tau apa yang terjadi dan kenapa bisa terjadi pada kita.
       Dalam menjalani kehidupan didunia ini, kita tidak boleh meremehkan sesuatu hal yang kita anggap tidak penting. Sehingga kita tidak mawas diri dan berhati-hati dalam berhubungan dengan sesama. Saling menghargai dan saling mengerti kesulitan dan penderitaan orang lain, akan membuat hidup kita lebih bermakna. Haruslah kita menjaga sikap dan tingkah laku kita dengan baik, agar tidak ada dendam ataupun kebencian orang lain terhadap kita.


37. PERGI KETEMPAT-TEMPAT KERAMAT

     Beberapa kali aku diberi tugas oleh guruku untuk pergi ketempat-tempat keramat, seperti gua, gunung, telaga dll.
      Mendapatkan tugas itu aku sempat bertanya-tanya. Untuk apa aku pergi kesana, karena berdasarkan yang aku dengar, tempat-tempat seperti itu biasanya didatangi orang untuk mendapatkan kekuatan/ilmu dan juga mencari kekayaan/pesugihan. Dan sepertinya bukan tempat-tempat yang baik menurutku. jika aku pergi ketempat seperti itu apa tidak ada gangguannya, dan orang-orang akan menganggap aku tidak benar.
Guruku mengatakan;
      “ desi … aku menyuruhmu untuk pergi ketempat seperti itu bukan untuk mencari ilmu ataupun mencari kekayaan, tapi agar kau bisa menyerap energy dari tempat itu untuk mendekatkan dirimu dengan alam gaib. Sesungguhnya tempat-tempat seperti itu energynya sangat kuat, hanya saja banyak orang karena ketamakan dan ambisinya untuk mendapatkan kekuatan dan harta menyalah gunakan tempat itu. aku tidak menuntunmu untuk menjalani ritual ditempat itu, atau memohon pada penunggu-penunggu tempat itu. tapi untuk menambah kekuatanmu dalam dunia gaib dan juga agar kau bisa menerima semua bimbingan dari para dewa. karena untuk berhubungan dengan para dewa, rohmu harus masuk kealam gaib, baru bisa menerima setiap bimbingan.”
      Petunjuk guruku itu, membuat semua pikiran-pikiran jelekku hilang. Dan aku tidak perduli lagi pada perkataan orang dan tidak takut jika ada hal terjadi saat aku pergi ketempat-tempat itu, guruku pasti menjaga dan melindungi aku. Akhirnya aku dan suamiku pergi menjalankan tugas
      Benar saja sampai di suatu gunung yang ditunjuk, aku dan suamiku dipandu oleh orang yang berasal dari daerah itu, kami diajaknya berkeliling dan sempat diajak ke makam keramat, dan biasanya orang-orang yang datang kesana akan menjalankan ritual ditempat itu dan memohon sesuatu. Aku dan suamiku disuruh untuk menjalankan ritual agar usaha lancar dll, Tapi berdasarkan petunjuk guruku aku tidak diperbolehkan menjalaninya. Aku ketempat itu hanya untuk bertemu dengan para dewa disana dan bermeditasi dialam terbuka. itu saja. Jadi kami menolak ajakan pemandu tersebut dengan baik-baik.
      Kadang ketempat seperti itu, banyak orang yang memanfaatkan kesempatan. Memasang harga yang mahal untuk perlengkapan sembahyang, malah kadang kami dipandu untuk sedikit-sedikit memasukkan uang kami disuatu tempat. Mereka memanfaatkan kesempatan bagi pendatang yang ingin bersembahyang disana. Saat kami bersembahyang ada orang yang memberikan kami dupa, kami mengira dupa tersebut kami bayar dengan sukarela, ternyata malah kami harus membayar dupa tersebut dengan harga yang telah ditentukan oleh mereka dan ternyata sangat mahal. Pengalaman sekali dimanfaatkan, kami tidak lagi menerima jika ada yang memberi kami dupa. Kami lebih memilih untuk beranjali dan bernamaskara saja dihadapan para dewa. Para dewa pasti mengerti dan mengetahui semua ini, terlebih lagi mereka tidak mengharuskan aku untuk mempersembahkan dupa kepada mereka.
      Sesungguhnya tempat-tempat keramat itu memang punya kekuatan gaib yang besar, asalkan manusia mempergunakan kekuatan yang didapat dari tempat tersebut untuk menjalankan dharma, mungkin akan sangat baik. Tapi kebanyakan manusia pergi ketempat itu untuk tujuan tertentu, menjadi sesat dan mempergunakan kekuatannya untuk mencelakai orang lain atau untuk mencari keuntungan materi semata.  
     Kebanyakan orang mengasumsikan tempat-tempat keramat itu tempat yang tidak baik, sebenarnya bukan tempatnya yang tidak baik, tapi orang yang datang kesanalah yang tidak mempunyai niat yang baik dan luhur.


38. DI BIMBING DEWA PENGOBATAN

      Aku punya pengalaman yang unik dengan guruku dewa pengobatan, dia mempunyai ciri khas yang jauh berbeda dengan guru-guruku yang lain. Dia tidak mempunyai jadwal dalam membimbingku, tidak seperti guru-guruku yang lain. Tapi dia selalu datang membimbingku secara spontan dan mendadak jika ada sesuatu yang akan terjadi padaku atau saat aku sedang menghadapi kasus yang membutuhkan pertolongannya. Aku saja sampai bingung, karena tidak tau kapan dia akan datang membimbingku, tidak ada jadwal yang pasti. Aku hanya bisa merasakan perubahan pada tubuhku jika dia mau datang membimbing.
      Guru sejatiku mengatakan bahwa, dewa pengobatan ini walaupun sikapnya seperti itu, tapi dia punya kekuatan yang besar. Aku bisa mendapatkan pelajaran berharga darinya. Tapi aku agak sulit mengikuti kebiasaannya ini. Karena kadang 1 hari dia bisa 2 kali datang membimbing, kadang 2 hari tidak datang membimbing. Tapi aku akui bahwa bimbingannya memang tidak sembarangan dan punya kekuatan yang besar seperti yang dikatakan guru sejatiku. Dia mengajarkan aku membuat hu, mantra dan kata-kata.  Dia berpesan kepadaku, bahwa kekuatan dalam diri itu tidak perlu diperlihatkan. Bersikap apa adanya saja dan jangan meninggikan diri.
      Tentu saja aku selalu ingat kata-katanya itu, maknanya amat dalam dan mengajarkan kepadaku agar selalu rendah hati. Karakter guruku ini memang amat berbeda, dia selalu datang menemuiku dengan ceria dan bergembira. Dengan santainya berjalan dan melompat, seperti tidak ada beban dalam hatinya. Aku kadang berfikir ingin sepertinya, bisa selalu ceria dan bahagia. Tidak ada beban, menjalani semua masalah dengan enteng saja.
      Saat pertama kali dia datang membimbing, aku tidak mengerti apa yang kurasakan, wajah dan bibir terasa tebal dan aku merasa agak sedikit pusing dan melayang. Saat aku sedang bingung, guru sejatiku memberitahu bahwa dewa pengobatan mau datang membimbing. Aku baru sadar dan langsung masuk kedalam meditasi untuk menerima bimbingannya. Kadang aku memang agak sedikit sulit membedakan perubahan dalam tubuhku ini, kedatangan dewa, panggilan guru sejatiku dan getaran mahluk gaib kadang tidak bisa kubedakan, hanya saja ada bagian tubuh tertentu yang membedakannya. Aku sudah mempelajari semua itu, agar aku bisa dengan segera mengetahui tanda-tandanya dan bisa bergerak dengan lebih cepat.
      Dewa pengobatan ini telah menjadi budha, dia bisa mencapai pencerahaan walaupun masih minum arak. Hanya saja dia tidak menganggap arak itu adalah arak, tapi dia menganggap arak itu adalah air . sehingga tidak membuatnya mabuk dan membuatnya lupa diri. Dia bisa mengendalikan dirinya walapun dia minum arak. 
      Kita sebagai manusia apakah bisa seperti dewa pengobatan ini? Kebanyakan manusia tengelam dalam kemabukan minuman keras, tidak bisa mengendalikan diri dan terjerumus semakin dalam. Menjadi tergantung terhadap minuman beralhokol dan tidak bisa melepaskan diri dari semua itu. sungguh disayangkan. Sesungguhnya bukan minuman beralkoholnya yang dilarang untuk diminum, tapi akibat dari mabuk minum alhokol itulah yang tidak dibenarkan. Tidak sadarkan diri dan mempermalukan diri sendiri.


39. BIMBINGAN DEWA LANGIT

Saat aku menulis buku ini, aku sedang dalam bimbingan dewa langit. Dewa langit ini mengantikan bimbingan dewa ilmu hitam dan gaib yang telah selesai membimbingku. Hanya tata cara dan peraturan kedua dewa tersebut memiliki kesamaan. Dan yang membedakan diantara mereka adalah, jika dewa ilmu hitam dan gaib membimbingku dalam meditasi dan rohku tidak keluar, hanya mendengarkan bimbingannya saja. Tapi dibimbing dewa langit, rohku harus keluar untuk pergi ketempatnya dilangit. Pada hari pertama dewa langit membimbing dia datang menemuiku dan aku merasakan rohku keluar dari tubuh jasmaniku ini, dan  keluar menghadap dewa langit itu.  aku agak sedikit bingung kenapa caranya seperti itu, mungkin dia adalah dewa langit yang tinggi, jadi akulah yang harus datang ketempatnya jika mau dibimbing.
Aku dibawa ketempatnya, dan melihat tempatnya itu begitu indah tapi seperti penuh dengan misteri. Aku merasakan suasana gaib yang begitu kuat didaerah itu. lalu aku dibawa ke rumahnya, dan langsung keruangan meditasinya. Aku bertanya pada dewa langit itu, kenapa disini juga ada ruang untuk meditasi? Apakah dewa langit juga meditasi. Dewa langit itu berkata bahwa walaupun dia adalah dewa langit, tetap menjalani meditasi. Jadi aku yang manusia juga harus rajin menjalankan meditasi, karena dari meditasi itulah segalanya bisa terbuka.
Diruang meditasinya aku diajarkan gerakan untuk menetralisir kekuatanku jika terlalu besar, Sekaligus diberi kekuatan olehnya. Diajarkan membuat hu dan diberi nasehat-nasehat.
Pada hari pertemuan yang kedua saat jadwal bimbingannya, aku tidak dijemput lagi oleh dewa langit tersebut. Rohku keluar dengan sendirinya dari tubuh jasmaniku dan pergi sendiri ketempatnya di langit untuk menerima bimbingan. Aku bisa mengeluarkan roh dalam tubuh jasmaniku sejak guruku yang  seorang budha hidup membimbing dan membawa rohku pergi kenirwana dan neraka. Jadi saat dewa langit memberitahu bahwa rohku harus keluar untuk pergi ketempatnya, aku sudah bisa melakukannya. dan kurasa dewa langit itupun sudah mengetahuinya.
Sesunggunya aku tidak pernah berfikir akan dibimbing oleh dewa langit yang tinggi tingkatannya, seakan tidak percaya dewa langit itu mau membimbing aku. Semakin lama dewa yang datang membimbing dan menjadi guruku tingkatannya semakin tinggi. Dan aku harus semakin menjaga sikapku pada mereka, karena semakin tinggi tingkatan dewa tersebut, semakin tinggi pula bimbingannya. Dan terlebih lagi peraturannya semakin ketat. Tapi sekarang aku sudah lebih mengerti dan tidak panik lagi seperti dulu, menerima semua bimbingan dengan tenang dan tidak merasa tertekan lagi. Karena untuk apa dihindari dan ditentang, jika memang jalan yang kutempuh sekarang ini memang sudah digariskan dari atas. Aku sudah mengetahui masa depanku, jadi aku hanya mengikuti semua petunjuk para dewa saja. Aku percaya jalan yang kutempuh ini adalah jalan yang benar.


40. MEMOHON HUJAN MEREDA

      Hidup dijakarta jika sudah masuk musim penghujan, pasti akan mengalami bencana banjir. Hal itu pasti dialami hampir setiap tahun, bahkan pernah dalam satu tahun harus mengalami 2 kali bencana banjir. Jika sudah terkena banjir pasti akan merasakan penderitaan. makan, mandi, bekerja, sekolah, berdagang tidak bisa dijalani dengan lancar. Sepertinya Jakarta memang tidak akan pernah luput dari bahaya banjir ini.
     Didaerah tempatku juga pernah mengalami kebanjiran, karena hujan lebat dan tidak berhenti-henti. Selokan mampat sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar. Kalau sudah melihat hujan turun dengan derasnya aku pasti sudah gelisah dan pasrah saja karena tidak tau harus melakukan apa agar hujan bisa berhenti sehingga tidak banjir.
     Sekarang karena aku sudah dekat dan bisa berkomunikasi dengan para dewa, aku sudah bisa memohon pertolongannya.  Pernah suatu kali, sama sekali tidak aku rencanakan. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya bercampur dengan guntur yang mengelegar dan petir menyambar dengan kuatnya Dan air hujan sudah hampir masuk kerumahku, Aku bertanya pada dewi welas asih, mengapa cuaca hari ini demikian buruk, apakah karena memang sudah musimnya ataukah ada sebab lain?
    “ desi … saat ini ada sesuatu hal yang terjadi di langit sehingga  hari ini tidak begitu baik.”
    “ bisakah dewi membantu agar hujan hari ini bisa mereda, hamba memohon hal ini agar tidak terjadi bencana banjir. Mohon pertolongan dewi.”
    “ Kaupun bisa langsung memohon pada yang maha kuasa. ”
    “ Saya tidak berani.”
    “ aku akan berusaha mengabulkan permohonanmu, kau tidak perlu kuatir.   jalanilah hidupmu dengan baik.”
    Benar saja, saat aku telah selesai berbicara dengan dewi welas asih tersebut, hujan yang tadinya turun begitu keras bisa segera mereda, Guntur dan kilat yang menyambar menghilang dengan begitu cepat.
    Pengalaman pertama permohonanku ini sempat membuat aku tidak percaya, mungkin kebetulan saja. Apakah permohonanku itu langsung dikabulkan dan benar-benar telah didengar oleh yang maha kuasa.
    Tapi sejak kejadian itu, bila aku melihat hujan mulai turun dengan derasnya dan diikuti oleh cuaca begitu buruk aku mencoba memohon pertolongan pada dewi welas asih lagi, Dan anehnya selalu dikabulkan permohonanku itu. begitu seterusnya, aku selalu memohon perlindungan dari bahaya banjir.
    Karena aku selalu takut terjadi banjir, maka selalu memohon para dewa dan yang maha kuasa membantu meredakannya. Yang tadinya daerahku sudah hujan deras atau sudah terlihat langit begitu gelap dan sudah mulai hujan, jika aku memohon pada para dewa maka hujan segera reda atau tidak jadi hujan, seakan hujan dipindahkan ketempat lain. Sepertinya tidak masuk akal, tapi hal ini benar-benar aku alami.
    suatu kali, cuaca begitu panas dalam beberapa hari. Sampai-sampai ac/pendingin tidak bisa berfungsi dengan baik, yang keluar bukan hawa dingin malah hawa panas. Cuaca yang panas beberapa hari itu telah menyebabkan anak laki-lakiku mengalami sakit panas dalam. dia tidak terbiasa dengan hawa yang terlalu panas, bahkan pendingin dikamar tidurnya tidak pernah dimatikan sama sekali. tapi karena cuaca begitu panas dan tidak turun-turun hujan dia tidak tahan. Melihat keadaannya itu aku tidak tega, dan memutuskan memohon para dewa membantu menurunkan hujan agar anakku bisa sedikit tenang.
    Lalu aku menghadap dewi welas asih untuk memohon pertolongannya mendatangkan hujan.
     “ dewi welas asih, hamba mohon pertolonganmu. Cuaca beberapa hari ini begitu panas dan hujan tidak turun-turun. Saat ini anak hamba sedang sakit panas dalam, bisakah dewi membantu menurunkan hujan.”
     “ desi … aku tahu kesulitanmu. Aku akan membantumu. Tapi jika hujan telah datang kau tidak boleh memohon untuk menghentikannya.”
    Keesokan harinya hujan benar-benar turun, lega rasanya melihat anakku sembuh dari panas dalamnya.
    Dari kejadian yang kualami ini aku berfikir bahwa, apa yang kulakukan menghentikan hujan dan mendatangkan hujan mungkin adalah keegoisan yang ada pada diriku karena aku melakukan hal itu untuk kepentinganku, keluargaku dan orang-orang disekitarku saja. Terakhir suamiku member aku nasehat bahwa tidak baik melakukan hal itu, karena apa yang kulakukan bisa saja membuat orang lain menderita.  Jika orang lain mengharapkan hujan turun tapi aku memohon untuk meredakan hujan itu apakah aku tidak egois. Begitu pula sebaliknya.  Ada orang yang mengatakan bahwa apa yang terjadi pada alam, kita tidak bisa berbuat apa-apa, bencana alam yang terjadi didunia telah ditentukan karena semua atas perbuatan kita sendiri yang tidak mencintai dan menjaga alam dengan baik.  Aku mulai memahami dan mengerti perkataan suamiku, dalam hal ini suamiku itu lebih bijak dariku yang masih hijau ini.
    Tapi sesungguhnya, dari kejadian yang kualami ini. Aku berfikir bahwa semua bencana yang akan terjadi dalam hidup kita yang tidak bisa kita ketahui kapan datangnya, jika kita dekat dengan para dewa, kita akan mendapatkan pertolongan. Apapun permohonan kita kepada para dewa pasti terkabulkan asalkan setulus hati memohon dan tidak hanya mencari para dewa bila kita telah mengalami kesulitan saja. Tapi disaat kita senang dan bahagia dan tidak mempunyai masalah, seharusnya kita juga mendekatkan diri. Hanya kadang manusia lupa, jika sedang tidak bermasalah dalam hidup tidak mau dekat dengan para dewa. menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang. Tapi jika sedang mengalami masalah berat baru memohon pertolongan malah kadang menyalahkan para dewa atas penderitaan mereka.

41. KARMA KEHIDUPAN LALU ADALAH NYATA

      Selama aku mendapatkan kelebihan bisa mengetahui karma masa lalu seseorang, sudah beberapa orang yang aku ketahui apa kesalahan mereka pada kehidupan yang lalu yang menyebabkan kehidupan mereka sekarang mendapatkan banyak rintangan dan hambatan. Mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan pada kehidupan sekarang ini adalah cerminan perbuatan mereka dimasa kehidupannya yang lalu. Ini terdengar rumit. Awalnya aku juga tidak begitu paham mengenai karma. Tapi dengan seringnya melihat orang dan mendapatkan pengertian dari guruku, aku sudah lebih memahaminyai
     Seperti salah seorang yang aku lihat ini, dikehidupan sekarang ini dia tidak bisa menjalankan hidupnya dengan baik, berbagai peluang kerja yang datang kepadanya tidak bisa dia dapatkan, sekalinya dapat dan mendapatkan gaji yang lumayan, dia malah sakit-sakitan dan tidak bisa meneruskan pekerjaannya itu dan kembali menganggur. Saat ini juga dia bukan seorang yang baik, sering melakukan pembunuhan mahluk hidup untuk dimakan dan dijual. Walaupun dia bisa mendapatkan uang yang lumayan dengan menjual mahluk hidup itu, tetap saja hidupnya susah karena dia tidak bisa mempergunakan uang yang dia dapatkan dengan baik, jika dapat uang hari itu, hari itu juga dihabiskan.  Jika sudah tidak ada cara lagi bagi dia untuk mendapatkan uang, maka dia akan datang ke rumah keluarganya untuk minta dibantu.padahal dia sudah berkeluarga dan sudah punya anak.
     Aku sempat mencoba melihat karma orang tersebut, ternyata karma masa lalunya begitu buruk, pada kehidupan yang lalu dia adalah seorang perampok dan pencuri pantas saja kehidupan dia sekarang hidupnya susah dan kebaikan tidak berpihak padanya. Melihat karma lalunya dan melihat kehhidupannya saat ini membuat aku sedih. Mengapa dia tidak menyadarinya, mengapa dia tidak tahu mengapa hidupnya susah. Seharusnya saat ini dia harus banyak berbuat kebaikan untuk membayar karmanya dimasa lalu dan tidak menambah karma nya itu semakin berat.  Aku sudah pernah mencoba memberinya nasehat mengenai karmanya tersebut agar dia menjadi sadar dan merubah kesalahannya.  Tapi dia tidak percaya adanya karma pada dirinya, malah menyalahkan orang tua.   
    Dia menganggap bahwa karma orang tualah yang membuat dia menjadi susah.
    Banyak orang tidak mengetahui dan tidak mempercayai adanya karma, apalagi kehidupan masalalu. Menganggap bahwa setelah mati mereka hanya pergi kesurga atau neraka, karena mereka tidak percaya adanya reinkarnasi/kelahiran kembali. Dulu aku juga tidak tahu dan tidak percaya adanya reinkarnasi. Tapi setelah aku mendapatkan bimbingan dalam ajaran budha aku baru mengetahui dan percaya adanya reinkarnasi itu.
    Orang yang kuceritakan diatas itu hanyalah sebagian dari orang-orang yang kuketahui karma masalalunya. Ada yang karmanya baik dan ada yang buruk.  Bagi yang karma masa lalunya baik, mereka mendapatkan kehidupan yang baik pula disaat ini. Tapi bagi yang karma masa lalunya buruk, maka kehidupan mereka pada saat ini juga buruk. Sepertinya segalanya sudah diatur, dan dari sini aku juga melihat bahwa orang-orang yang mempunyai karma masa lalu yang serupa, maka dikehidupan sekarang mereka menjadi satu keluarga. Kadang juga Dipertemukan menjadi orang tua dan anak.
   Karma itu benar-benar nyata, kita harus mempercayainya. Walaupun kita tidak mengetahui atau belum mengetahui masa lalu kita, sebaiknya kita mulai berbuat kebaikan untuk bekal dikehidupan kita yang akan datang. Karena kita tidak pernah tahu setelah kita meninggalkan dunia ini, roh kita akan kemana, ke surga, keneraka atau turun lagi kedunia untuk mengalami penderitaan tumimbal lahir.


42. PELIMPAHAN JASA PARA LELUHUR MEMBUAHKAN HASIL

      Pada waktu bulan ceng beng, atau saat pintu alam baka dibuka. Aku dan suamiku melakukan pelimpahan jasa untuk para leluhur. Dulu kami hanya mempersiapkan masakan vegetarian dan non vegetarian juga perlengkapan untuk bekal para leluhur. Kami melakukan pelimpahan jasa itu dengan setulus hati. Pada kesempatan ceng beng ini aku membuatkan teratai-teratai dari kertas sembahyang dan memberikan nama-nama leluhur kami pada setiap teratai. Dengan harapan mereka menerima persembahan kami itu.
      Saat ceng beng itu juga pertama kalinya ada pembacaan kitab suci penyebrangan roh di rumahku. Kitabnya sangat tebal, butuh waktu hampir 4 jam untuk membacanya tanpa berhenti. Dan sambil menunggu pembacaan kitab suci itu selesai, aku melafal mantera dihadapan altar rumahku sebanyak 108 x (satu putaran japamala).
     Dan saat aku melafal mantera tiba-tiba aku mendapat pengelihatan. Aku melihat ada satu dewa yang duduk diatas teratai datang menghampiriku, mengenakan jubah, memegang tongkat emas. Lalu aku melihat dewa itu turun dari teratai tersebut dan membungkukkan badan padaku seperti member hormat. Kemudian dewa itu membawaku kesuatu tempat, kami menyusuri jalan yang sepi dan tidak ada sinar matahari, saat kami memasuki tempat itu baju dan tubuh dewa itu berubah menjadi emas.
      Sampai diujung jalan aku melihat sebuah teratai agak besar, awalnya hanya satu teratai saja. Namun semakin kuperhatikan teratai itu bertambah banyak dan menyusun seperti tangga yang naik keatas, awalnya aku tidak mengerti apa maksud dari pengelihatanku itu, kenapa dewa itu membawaku ketempat itu dan melihat teratai itu.
      Setelah menyelesaikan pelafalan mantera aku baru sadar, saat ini aku kan membuat teratai untuk para leluhur, dan dewa itu ingin memberitahukan kepadaku bahwa teratai-teratai itu berguna untuk para leluhur sehingga mereka bisa naik kealam yang lebih tinggi. Menyadari hal itu aku begitu bahagia dan terharu, ternyata apa yang aku dan suamiku lakukan untuk para leluhur, telah diberkati oleh para dewa, sehingga mengutus dewa tersebut untuk memberi petunjuk padaku lewat pengelihatan karena saat itu aku belum bisa berkomunikasi dengan para dewa.
      Pada saat itu aku juga bisa melihat kedatangan para leluhur kami itu, melihat mereka menikmati hidangan yang kami sediakan untuk mereka. Dan juga melihat leluhurku yang beragama berbeda datang ketempatku, leluhurku itu agak bingung, karena saat itu adalah pertama kalinya aku melakukan pelimpahan jasa untuk mereka. Mereka menengok suasana disana dan disini seperti merasa aneh. Tentu saja mereka terlihat seperti itu, karena agama mereka berbeda denganku.


43. DEWA MEMILIH TEMPAT UNTUK DATANG

      Kita mengira bahwa para dewa akan turun pada semua tempat untuk mendengarkan permohonan umat manusia dan mengabulkannya. Sebenarnya  pada setiap tanggal 1 dan 15 penanggalan lunar para dewa berkumpul divihara langit, hal ini aku ketahui saat aku diajak guruku pergi kenirwana melihat tempat-tempat disana. Para dewa berkumpul divihara langit itu untuk memberkati umat manusia dan mendengarkan permohonan mereka. 
      Dalam menemui manusia, Para dewa tidak sembarangan turun kesuatu tempat. Setiap dewa memiliki tempat-tempat khusus yang paling suka dia datangi. Ini berdasarkan pengalamanku selama mendekatkan diri kepada para dewa dan mendapatkan berkatnya. Karena setiap aku diberi tugas oleh guruku untuk menemui dewa tertentu, pasti guruku menunjukan salah satu tempat dan aku harus pergi ketempat itu. berbeda dewa berbeda pula tempatnya.  padahal kan ditempat lain juga ada dewa itu, kenapa harus ketempat itu saja. Guruku mengatakan bahwa masing-masing dewa punya tempat yang paling berkenan dan nyaman baginya untuk turun. Jadi aku harus pergi ketempat yang ditunjuk saja baru dewa tersebut senang bertemu denganku dan memberikan berkatnya.
     Biasanya dewa-dewa baru benar-benar mau turun kevihara-vihara/altar-altar rumah yang bersih, yang tidak tercemar oleh mahluk kotor/siluman. Dan tempat tersebut sering menjalankan puja bakti dan pelafalan mantera-mantera.
      Pernah suatu kali, guruku memberiku tugas untuk menemui dewa penguasa 3 alam didaerah Jakarta, tapi karena aku tidak punya waktu dan tempatnya jauh dari rumahku, aku meminta izin untuk menemui dewa tersebut di tangerang saja. Mungkin guruku tidak ingin menyulitkan aku sehingga dia mengizinkannya. Tapi sampai disana dewa tersebut mengatakan maksudnya, bahwa dia tidak begitu senang datang ketempat itu, tapi karena dia ingin memberkatiku, mau tidak mau didatang ketempat itu juga.
      Orang menganggap bahwa para dewa itu terlalu banyak aturan, tidak boleh begini dan tidak boleh begitu. Selama aku menjalani ini, pendapat itu salah besar. Para dewa itu amat welas asih dan mau mengerti kesulitan manusia, malah kadang bersedih atas sikap manusia yang menyalahkan dewa. mereka bisa menjadi dewa karena telah banyak berbuat kebaikan menolong manusia saat mereka masih berada didunia ini. Sampai telah menjadi dewapun tetap menolong manusia.

44. KEGAGALAN = NAIK TINGKAT

      Aku pernah menanggani satu kasus, itu adalah kasus pertamaku sejak aku mendapatkan bimbingan dari para dewa. ada seseorang yang ingin mengetahui mengapa sampai saat ini dia belum juga dikaruniai seorang anak padahal telah menikah beberapa tahun.
     Setelah aku melihat mengenai dirinya itu, aku mendapatkan petunjuk bahwa dia memiliki karma masa lalu yang menyebabkan dia tidak bisa memiliki anak, aku meminta petunjuk guruku apa yang harus aku lakukan agar dia bisa mendapatkan anak, guruku mengatakan bahwa dia harus menghadap salah satu dewa yang menangani masalah karmanya itu, dan memohon pengampunan dengan tulus. Dan setelah itu baru memohon berkah seorang anak dari dewa pemberi anak. Aku memberitahukan mengenai hal itu kepada orang tersebut dan dia menjalankannya.
     Setelah belum ada 1 bulan sejak dia menjalankan semua itu, dia dinyatakan hamil. Mendengar kabar ini darinya membuat aku ikut berbahagia. Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, 1 bulan kemudian saat dia memeriksakan kondisi janinnya dokter menyatakan bahwa bayinya tidak berkembang dan harus digugurkan. Dia begitu sedih begitu juga aku, mengapa bisa jadi seperti ini. Bukankah awalnya begitu baik. Aku meminta petunjuk guruku mengenai hal ini, apakah janinnya tersebut harus digugurkan seperti yang dokter katakan. Tapi guruku mengatakan bahwa janin itu adalah anugrah yang diberikan oleh dewa kepadanya jadi jangan digugurkan, karena sama artinya tidak menghargai anugrah yang telah diberikan kepadanya. guruku mengatakan agar dia menyerahkan semuanya kepada para dewa, dan yakin sepenuhnya bahwa bayi itu akan baik-baik saja.
     Tapi namanya manusia, tetap saja ada kekuatiran. Kalau tidak dirinya yang kuatir, pasti keluarganya yang kuatir atas kesehatan dirinya. Aku memintanya agar banyak membaca mantera dan berdoa semoga ada keajaiban.  Sempat ada keajaiban, saat dia memeriksakan kondisi janinnya lagi, alat usg tidak bisa mendeteksi keberadaan janin tersebut, yang terlihat hanya kantong bayinya saja. Guruku mengatakan bahwa bayi itu sedang dalam perlindungan para dewa, jadi jangan kuatir. Tapi tetap saja dia panik dan terpaksa mengikuti petunjuk dokter untuk mengugurkannya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bersedih atas apa yang terjadi. Saat itu aku merasakan bahwa apa yang kulakukan untuk orang lain telah mengalami kegagalan. Dan sempat tidak menerima kejadian itu, dan tidak mau mendengar petunjuk-petunjuk guruku lagi.
      Suatu hari saat aku agak sedikit tenang, aku bermeditasi. saat itu datanglah salah satu budha berkata kepadaku.
      “ desi mengapa kau bersedih dan menjauhkan dirimu dari para dewa “
      “ maafkan hamba, sesungguhnya hamba kecewa dan sedih karena para dewa tidak membantu hamba menangani kasus yang hamba hadapi.”
      “ desi kau tidak boleh berkata seperti itu, para dewa telah membantumu. Apa kau tidak merasakannya?”
      “ tapi hasilnya tidak sesuai dengan kenyataan. Ini adalah kegagalan yang telah aku perbuat, aku tidak berani lagi menjalani hal ini.”
      “ desi … para dewa sudah menjawab semua permohonanmu untuk orang tersebut, hanya saja manusia tidak memiliki keteguhan hati, para dewa mengatakan agar apapun yang terjadi serahkanlah semua kepada para dewa, jadi yakinilah itu. maka keajaiban akan datang. Orang tersebut lebih mendengar perkataan manusia, bukan perkataan dewa. jadi ini bukan kegagalanmu, justru melewati kasusmu ini kau telah naik tingkat.”
      Aku kaget setengah mati, bagaiman bisa aku naik tingkat, apa yang kulakukan dalam menolong orang tidak membuahkan hasil dan tidak membuat mereka bahagia, bagaimana mungkin bisa naik tingkat.
     “ apa yang terjadi terhadap orang tersebut bukan kesalahanmu, kau telah bisa melewati ujianmu, karena tidak ada lagi keAKUan didalam dirimu. Kau rela menderita dan bersedih untuk orang lain, dan berusaha untuk membantu orang lain.”
     “ hamba tidak berani menerima penghargaan ini, hamba tidak siap.”
     “ desi berfikirlah dengan lebih jernih, kedepannya kau akan lebih mengerti dan lebih memahami semua hal didunia ini.”
Lalu budha itu menghilang, menyusul guruku yang datang menemuiku.    
     Guruku kembali meyakinkan aku, bahwa aku tidak gagal. Jadi aku diminta tidak bersedih lagi. Guruku memberi benda pusaka atas kenaikan tingkatku itu. akhirnya aku menerimanya dengan hati gamang.


45. TUBUHKU BANYAK MENGANDUNG UNSUR YANG

     Sejak aku dekat dengan para dewa dan selalu mendapatkan bimbingannya, aku menjadi tidak mudah terserang penyakit. Karena disamping mendapatkan perlindungan dari para dewa, kadang aku juga diberi anugrah-anugrah untuk kekuatan tubuhku ini. Hanya pada awal menerima berkah dan berkat, karena tubuhku masih banyak mengandung unsur yin, aku masih merasa lelah dan lemas karena belum terbiasa menerima berkah-berkah itu. Tapi semakin lama tubuhku semakin kuat.
      Semakin banyaknya berkah yang aku terima dari para dewa, aku merasakan hawa panas dalam tubuhku, tapi aku tidak sakit panas dalam. Hanya hawa yang keluar dalam tubuhku bersifat panas. Aku menanyakan hal ini pada guruku, guruku mengatakan bahwa unsur yang dalam diriku sangat besar, kau tidak akan mudah terserang penyakit dan diganggu roh/arwah yang berunsur yin. Tapi tubuhmu belum kuat untuk menahan unsur yang itu. guruku bilang akan memberitahukan kepadaku apa yang harus aku lakukan untuk mengatasi hal ini.
     Saat aku meditasi sore, salah satu budha datang menemuiku. Dia menyuruhku untuk pergi kesuatu tempat agar tubuhku bisa menerima unsur yang telah masuk pada diriku dan yang akan terus masuk kedalam tubuhku selama dalam bimbingan para dewa juga agar aku bisa mendapat kekuatan untuk menjalani tugas-tugas yang akan datang yang lebih berat lagi. Karena aku sudah naik tingkat.
     Aku bingung, kenapa bukan guruku yang memberi petunjuk ini, budha itu berkata bahwa aku bisa diberi tugas oleh budha/dewa apa saja. Karena aku memang berjodoh dan telah dekat dengan para dewa. guruku juga membenarkan petunjuk yang diberikan oleh budha itu. dan aku dengan tenang menjalankan tuga yang diberikan budha tersebut.
     Tempat yang ditunjuk budha itu adalah salah satu tempat wisata, yang hawanya mengandung banyak belerang. Sesampainya ditempat itu kami berfoto-foto dan membeli souvenir khas daerah itu sambil menunggu petunjuk selanjutnya dari guruku.
     Guruku menyuruh agar aku mencari tempat yang tenang untuk bermeditasi, aku menjalankannya. Saat aku mulai memasuki Samadhi, hawa belerang itu kuat sekali kurasakan masuk kehidungku, setelah beberapa lama aku mulai terbiasa dan tenang. Tidak lama kemudian budha yang menyuruh kupergi ketempat itu datang lagi.
     “ desi, kau telah menjalankan petunjukku dengan baik, aku senang melihat apa yang kau lakukan. Tidak semua manusia bisa mencapai tahap sepertimu ini. Kau sudah boleh menyudahi meditasimu, karena tubuhmu telah mendapatkan kekuatan kembali. Pulanglah dengan bahagia.”
     Saat perjalanan pulang kembali kerumah, aku merasakan hawa yang begitu dingin, aku mengigil dan kepalaku agak mengambang. Aku mencoba untuk tidur didalam mobil tapi tidak bisa. pikiranku melayang kemana-mana tapi tidak ada yang aku pikirkan. Seperti kosong. Setelah beberapa saat, aku merasakan kekuatan dalam tubuhku, aku merasa segar dan mataku begitu jernih. Dan hawa panas yang sebelumnya kurasakan hilang dalam diriku. Tubuhku kembali normal dan mendapatkan kekuatan lebih. Perubahaan ini hanya aku yang merasakannya.
     Sejak menjalankan tugas itu, dewa-dewa yang datang membimbingku semakin tinggi, dan kasus-kasus yang kuhadapi juga semakin tidak masuk akal dan semakin membutuhkan tenaga lebih banyak. Tapi aku tidak mau lagi mengeluh, karena para dewa membimbingku selama ini tanpa mengharapkan balasan apapun dariku.  

46. DEWI GUNUNG KHULUN

     Mendapat kontak batin dan berkah bimbingan dari para dewa, adalah anugrah terbesar dalam hidupku. Pada awalnya aku tidak menyadarinya, dan tidak menghargai setiap bimbingan yang aku terima. Para dewa dengan sabar dan penuh kasih memberiku banyak nasehat dan menguatkan hatiku. Semua ini karena jodoh antara aku dengan para dewa sudah tiba, karma masalalu telah kubayar dikehidupan ini, sehingga aku bisa mendapatkan kontak batin dan bimbingan dari para dewa.
     Mendapat petunjuk dari guruku, bahwa ada satu dewi yang akan membimbingku. Dewi ini adalah dewi dari gunung khulun, dia akan membimbingku dalam menyusun sadhana, melafal mantera dll. Dan tidak pernah kuduga sebelumnya, bahwa dewi gunung khulun inilah yang mengamanatkan agar aku menulis buku pertamaku ini.
    Saat dibimbing olehnya, aku harus memiliki keyakinan teguh dalam menjalankan kehidupanku sekarang ini. karena dengan keyakinan teguhlah semua yang diharapkan akan menjadi kenyataan dan bisa mendapatkan hasil yang baik. Menghadapi masalah juga harus yakin bisa menjalankannya.  Dia juga berpesan, untuk menolong manusia tanpa pilih-pilih dan minta petunjuk guru apakah boleh ditolong. Harus tau tata karma, hormat pada guru dan dharma. Harus rajin melatih diri dan mempelajari semua bimbingan dari para guru.
    Saat dewi itu menyuruh agar aku mulai menulis buku ini, aku merasa tidak yakin bisa melakukannya. Dan aku bertanya-tanya untuk apa aku harus menulis buku ini.  Karena menurut sepengetahuanku, menulis buku seperti ini banyak halangan dan gangguannya. Tidak hanya gangguan dari alam gaib, tapi juga akan mendapat ganguan dari orang-orang yang tidak menyukai bukuku ini.
    Dewi tersebut mengatakan kepadaku, agar aku tidak perlu takut. Karena jika para dewa sudah memberikan amanat ini, maka aku akan dilindungi. aku diminta untuk menuliskan semua pengalamanku selama mendapatkan kontak batin dengan para dewa. untung saja aku selalu menuliskan setiap kejadian dan bimbingan yang kudapatkan selama ini, jadi dengan melihat kembali catatanku itu aku sudah bisa menuliskannya kedalam buku ini.
    Pada buku pertamaku ini, aku diminta untuk menulis 50 isi pengalaman hidupku itu, dan setiap harinya dewi itu akan menanyakan perkembangan tulisanku sampai selesai. Jadi dewi itu yang membimbing aku dalam pembuatan bukuku ini. Jika ada hal yang aku tidak mengerti dan membutuhkan kata-kata yang tepat, maka dewi tersebut akan menjelaskannya dan memberitahukan kata-kata yang baik yang harus aku tulis.
    Dewi itu mengatakan, buku yang akan aku tulis ini akan bisa membuka hati umat manusia yang membacanya. Dan memberitahukan kepada mereka bahwa para dewa itu benar-benar ada. Jika ada ikatan jodoh dimasa lalu, maka manusia tersebut akan bisa mendapatkan kontak batin seperti diriku. Buku ini disebarkan untuk jalan dharma, jadi aku diminta untuk menulisnya dengan baik.


47. TIDAK MENGINDAHKAN PERTANDA BURUK

     Sejak aku mendapatkan kontak batin dengan para dewa, aku selalu mendapatkan pertanda-pertanda pada tubuhku.
Kadang tubuhku mengisyaratkan bahwa guruku memanggil, kadang member isyarat ada mahluk gaib atau dewa, kadang memberi isyarat ada ilmu hitam datang menyerang. Tapi anggota tubuh ku yang lain ada yang memberitahukan suatu pertanda baik dan buruk.
     Suatu kali telinga sebelah kananku berdenging kuat dan lama sekali, guruku mengatakan bahwa aku akan mendapat kabar kurang baik, biasanya aku akan menanyakan kepada guruku, kabar yang aku dapatkan ini dari keluarga terdekatku atau tidak. Jika guruku mengatakan bahwa kabar itu bukan dari keluarga terdekatku, aku akan sedikit tenang. Dan benar saja pada esok harinya aku mendapat kabar duka dari saudara jauhku.
     Dan suatu kali, telinga kananku berdenging lagi. Aku berfikir pasti aka nada sesuatu yang tidak baik. Karena guruku mengatakan jika berdenging di telinga kanan akan mendapatkan kabar tidak baik dan jika berdenging disebelah kiri akan mendapat kabar baik. Mengingat hal itu aku segera meminta petunjuk, guruku mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk pada keluargaku, mendengar perkataan guruku itu aku sempat tidak tenang, tapi aku tidak mengindahkan perkataannya dan tidak berusaha agar sesuatu hal yang buruk itu terjadi, aku sibuk dengan pekerjaanku saja dan tidak memperhatikan keluargaku dan tidak meminta mereka agar berhati-hati.
     Benar saja, esok paginya saat anakku menuruni tangga bersama susternya mereka tergelincir dan terjatuh ditangga, aku tidak bisa langsung melihat mereka karena sedang berbicara dengan rekan bisnisku ditelpon. Melihat mereka terjatuh, aku merasa amat bersalah. Mengapa aku tidak berhati-hati dan tidak segera mengambil sikap untuk mencegah hal ini. Guruku sudah memberitahukan hal ini kepadaku, tapi aku tidak mengindahkannya. Aku takut anakku dan susternya terjadi apa-apa, sambil menangis aku segera memohon guruku untuk membantu mengobati mereka. Guruku berkata kepadaku.”
     “ desi jangan bersedih, mereka tidak apa-apa hanya terkena benturan dan trauma sedikit, mereka akan kembali pulih. Jangan kuatir, berkatilah air putih untuk mereka minum.”
     Dan guruku itu memberi petunjuk untuk mengobati luka benturan yang dialami suster, karena dia lebih parah lukanya. Itu semua karena dia tidak melepaskan gendongannya pada anakku dan rela dirinya yang lebih terluka. Aku mengucapkan terima kasih padanya didalam hati, karena tidak semua suster anak seperti dia, dan aku memohon agar para dewa melindungi dia dan segera menyembuhkan luka-lukanya.
     Apa yang terjadi pada anakku itu diketahui oleh para dewa, dewi gunung khulun datang memberi petunjuk padaku, agar aku mempersiapkan hu yang dia ajarkan untuk diberikan kepada anakku dan suster. Hu ini untuk menghilangkan trauma dari kecelakaan, sehingga mereka tidak mengalami panas pada tubuhnya. Aku menjalankan petunjuk itu.
     Dengan harap-harap cemas, setelah semua yang ku lakukan. Aku dengan gelisah menunggu perkembangan mereka. Ternyata tidak terjadi apa-apa lagi. Anakku juga tidak panas dan bisa bergerak dan bermain dengan ceria, sepertinya benar yang dikatakan oleh guruku, bahwa anakku tidak akan apa-apa. Keyakinan memang bisa membuat semua menjadi kenyataan.


48. MELATIH MATA BATIN

     Sesungguhnya mata batin telah aku dapatkan saat aku banyak melafal satu mantera. Yang tadinya disaat mataku terpejam tidak melihat apapun, selain cahaya putih yang menjauh. Secara tiba-tiba bisa melihat pemandangan/suasana suatu tempat atau melihat kehadiran dewa dan roh. Aku melihat semua itu seperti gambar/film saja. Kadang datang pengelihatan yang sama sekali tidak aku pikirkan.
     Dulu pada awalnya, aku melihat kehadiran dewa tidak begitu jelas dan terlihat samar-samar saja. Guruku mengatakan agar aku melatih mata batinku dengan bermeditasi. ada jam-jam tertentu yang harus aku ikuti untuk melatih mata batinku agar bisa melihat kehadiran para dewa dengan lebih jelas. Karena waktu yang ditentukan amat sulit aku jalankan, karena pada jam-jam seperti itu, banyak sekali ganguannya. 
     Rasa mengantuk, malas dan lelah. Padahal aku harus melatihnya secara rutin setiap hari, tapi sulit sekali. kadang 4 hari aku bisa menjalankannya dengan teratur, tapi entah kenapa timbul lagi gangguan itu. memang tidak mudah untuk menjalankannya. Guruku sangat pengertian, dia tahu bahwa aku berat menjalankan hal ini, jadi tidak terlalu menekanku, hanya saja jika aku tidak selalu melatih mata batinku ini, aku tidak bisa melihat setiap kejadian ataupun kehadiran para dewa dengan jelas. Tentunya dengan begitu aku sendiri yang tidak mendapatkan manfaatnya.
     Aku berusaha untuk konsekuen melatih mata batinku, tapi aku tidak bisa terlalu ekstrem karena aku tidak hanya menjalankan kebatinan saja, tapi juga menjalankan kehidupanku sebagai orang awam, yang harus berkonsentrasi pada usaha kami. Aku berusaha menjalaninya dengan seimbang. Yang penting hati tulus dan tidak ada niat-niat yang tidak baik, para dewa pasti akan mengerti kondisiku ini.
     Guruku mengatakan, jika aku rutin melatih mata batinku, maka aku akan bisa melihat para dewa dan mahluk gaib tidak hanya saat menutup mata, tapi saat mata terbukapun aku akan bisa melihatnya. Aku berkata pada guruku, bahwa aku akan berusaha untuk melatihnya. Memang ada orang yang dari lahir sudah bisa melihat hal-hal gaib dengan mata terbuka, biasanya kelebihan ini dewa yang memberikannya. Tapi bagaimana orang tersebut bisa mempergunakan kelebihannya itu dengan baik, semua tergantung dari dirinya sendiri untuk menguasainya. Dan jika dia bisa memahami apa yang ada dalam dirinya itu dan bisa bertindak bijaksana, mempergunakan kelebihannya itu untuk menolong dan membantu orang, maka jodohnya dengan para dewa pasti akan terbuka dan dia akan mendapatkan bombingan kearah yang baik.


49. ALAM GAIB YANG SEMPAT DITUTUP DIBUKA KEMBALI

     Dulu saat aku baru menjalani bimbingan, hatiku tidak pernah teguh, masih selalu bimbang dan ragu terhadap setiap bimbingan yang aku terima dari para dewa. saat menjalankan tugas ataupun menghadapi suatu kasus, aku terkadang goyang dan tidak begitu siap. Selalu memikirkan hal-hal yang negative terlebih dulu, sehingga belum menjalani tugas atau kasus tersebut, aku sudah bergerak mundur.
      Guruku selalu meyakinkan aku, agar aku tetap teguh. Percaya sepenuhnya dengan petunjuk para dewa, maka tidak akan salah jalan. Mungkin pada awalnya guruku itu pasti merasa lelah membimbingku, karena aku ini terlalu pesimis, dan tidak berani menghadapi tugas dan kasus yang aku jalani. Sesungguhnya bukan karena apa. Menjalani jalanku ini amatlah berat dan tidak mudah, jika alam gaib telah terbuka dan aku sudah bisa berinteraksi dengan alam dan mahluk gaib. Maka apapun yang aku lakukan dan menjalankan tugas dan kasusku yang menyangkut alam gaib pasti akan tersambung secara otomatis. Guruku tidak mau aku mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Saat menjalankan kasus seseorang yang berkaitan dengan alam gaib, aku harus teguh, yakin, siap dan berani menghadapinya. Karena kekuatan gaib itu tidak bisa dilihat dengan mata jasmani, jika aku tidak mempersiapkan diriku sedemikian rupa untuk bisa menangkal dan melawannya, itu akan berakibat buruk untukku. Itulah yang dikuatirkan oleh guruku. Selama ini setiap ada kekuatan gaib yang menyerangku, masih ada guruku yang menangkalnya sehingga tidak mengenai diriku. Tapi kedepannya aku harus bisa menghadapinya sendiri.
      Pernah suatu kali alam gaib itu terpaksa ditutup oleh guruku, karena guruku mengkuatirkan aku. Guruku mengetahui apa yang aku rasakan, ketidak siapan aku dan kemalasanku untuk berlatih. Sehingga sejak saat itu, tidak ada hal-hal gaib yang aku rasakan. Tapi aku masih terus dibimbing oleh para dewa. dan setelah guruku merasa bahwa aku sudah siap, dia membuka kembali alam gaib itu untukku dan berkata.
       “ desi … aku melihat kau sudah siap menjalani tugas-tugasmu, kau telah membuktikannya hari ini dengan secara spontan membantu salah satu keluargamu yang diserang ilmu hitam. Sesungguhnya aku sengaja membiarkan guna-guna itu mengenai keluargamu demi melihat reaksimu, ternyata engkau menjalankannya dengan baik dan tenang. 
       Mulai hari ini aku akan membuka kembali alam gaib itu untukmu, jalanilah setiap tugasmu dengan baik.”
       Sejak guruku mengatakan hal itu, langsung saja datang beberapa kasus yang berkaitan dengan alam gaib menghampiriku bertubi-tubi, sampai aku agak kewalahan. Tapi aku berusaha bersikap tenang, dan mengingat pesan-pesan guruku itu didalam hati.
        Saat itu secara mendadak teman suamiku member kabar bahwa istrinya masuk rumah sakit akibat pendarahan pada kehamilannya, setelah diperiksa ternyata dikandungannya ada kista yang sudah membesar, itu lah yang menyebabkan dia mengalami pendarahan dan harus dioperasi untuk melahirkan bayinya yang baru berusia 8 bulan. 
        Setelah dia melahirkan bayinya istrinya itu mengalami koma dan tidak sadarkan diri selama 2 hari, teman suamiku itu begitu sedih dan tidak tau harus berbuat apa lagi. Suamiku menceritakan hal ini kepadaku dan memintaku untuk melihat keadaan istrinya dengan mata batinku. Lalu aku masuk dalam Samadhi, rohku keluar dan pergi kerumah sakit itu, diluar aku melihat teman suamiku itu sedang duduk bersedih. Lalu aku masuh keruang istrinya, aku melihat istrinya itu tidak bergerak, tapi aku melihat ada 2 orang berpakaian hitam dan putih. Aku menghampiri kedua orang dan bertanya ;
“ maaf, nama saya desi. Anda berdua siapa?”
“ kami adalah dewa penjemput roh.”
“ mengapa anda berada didekat wanita itu?”
“ jika rohnya keluar kami yang akan menangkapnya.”
“ kenapa? Apa wanita ini memang sudah ditakdirkan untuk meninggal”
“ karena wanita ini bukan orang yang baik. Dia belum waktunya meninggal. Jika ada orang baik yang memohon untuknya, maka dia akan selamat.”
“ bisakah engkau membantunya “
“ ini bukan tugas kami. Bukankah kau bisa berkomunikasi dengan para dewa. kau tanyalah kepada para dewa mengenai hal ini.”
“ baiklah, aku akan meminta petunjuk para dewa. terima kasih.” Lalu aku bergegas pergi dari rumah sakit itu.
     Setelah itu aku meminta petunjuk guruku, apa yang harus kulakukan untuk menolong wanita itu. guruku memberitahu apa saja yang harus kupersiapkan. Lalu dengan ketulusan hati menjalankan ritual dan memohon kepada para dewa agar bisa memberikan kesempatan hidup bagi wanita itu agar dia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.
     Esok harinya, teman suamiku itu memberi khabar bahwa istrinya sudah siuman dan sudah bisa berbicara. Mendengar hal itu aku merasa lega, aku dan suamiku tidak memberitahukan apa yang kami lakukan untuk istrinya. Biarlah mereka bisa mendapatkan kebahagian berkumpul satu keluarga dan mulai menata hidup mereka dengan baik.
    Ini adalah salah satu hal yang terjadi saat gaib dibukakan oleh guruku, ada beberapa hal lagi yang terjadi dan tidak kutuliskan disini.  Aku sungguh bersyukur berjodoh dengan guruku itu, dia selalu memperhatikan aku, menjagaku dan membimbingku agar aku menjadi lebih baik.
  
50. SELALU MENDAPAT HADIAH BILA SELESAI MENJALANKAN TUGAS

    Aku menceritakan pengalamanku ini bukan semata-mata mengada-ada. Tapi ini benar-benar aku alami. Mendekatkan diri pada para dewa, ternyata bagiku bukan hanya sekedar mendekatkan diri. Aku dipilih secara khusus oleh para dewa untuk menjalankan dharma. Dengan tujuan membantu orang lain dan membimbing mereka agar berbuat baik.
     Tugas-tugas para dewa yang kujalankan, pada awalnya ringan kurasakan. Tapi semakin naik tingkat semakin berat dan penuh dengan tantangan. Tapi setiap kali aku selesai menjalankan tugas yang diberikan, aku selalu mendapatkan penghargaan. Berupa benda-benda pusaka yang tidak terlihat oleh mata jasmani dan hanya bisa dilihat dengan mata batin. Benda-benda pusaka itu tersimpan pada diriku.
      Awalnya aku tidak terlalu antusias dengan hadiah-hadiah itu, karena kupikir tidak akan berfungsi apa-apa. Tapi ternyata pikiranku itu salah, benda-benda pusaka yang diberikan kepadaku bukan tidak ada fungsinya. Karena adanya benda-benda pusaka itu, aku mengalami perubahan demikian pesat. Benda-benda pusaka itu benar-benar menyatu dalam tubuhku dan membantu mengaktifkan kekuatan-kekuatan yang ada dalam diriku yang pada saat itu belum terbuka. Setiap benda memiliki fungsi masing-masing.  Berdasarkan bimbingan apa yang akan aku terima dan siapa yang membimbingku.
     Para dewa memberikan semua itu, mungkin untuk memotivasi diriku. Agar aku bersemangat menjalankan semua tugas yang diberikan. Dan mau mempergunakan kelebihan yang aku miliki untuk menolong orang, karena tujuan para dewa dari dulu adalah menyelamatkan para insan. Suatu tujuan yang mulia bagiku, tapi proses menuju kesana tidak mudah. Harus rela mengalami penderitaan demi orang lain yang tidak aku kenal.  Aku berusaha merubah karakter dan sikapku yang sebelumnya kurang begitu peka terhadap kesulitan orang lain. Sesungguhnya aku ini memiliki sifat acuh pada orang lain dan tidak terlalu memperdulikan orang lain, selama orang itu tidak menggangguku, akupun tidak akan menganggunya. Sifatku ini bertolak belakang dengan suamiku yang suka menolong orang, hatinya segera tergerak jika melihat kesulitan orang lain.
     Tapi aku bersyukur karena secara perlahan sifatku itu berubah, disamping dibimbing oleh para dewa juga ada suamiku yang selalu mengingatkan aku dengan sabar. Mungkin jika tidak ada dukungan dari suamiku dan bimbingan para dewa, aku mungkin masih menjadi seorang yang tidak berarti dan tidak peka terhadap kesulitan orang lain. Yang menghabiskan kehidupanku dengan kesenangan duniawi. Tidak seperti sekarang mulai mengabdikan diriku untuk menjalankan dharma.
      Semua hadiah-hadiah yang kuterima dari para dewa akan selalu kujaga dengan baik, dan tidak akan mempergunakannya untuk hal-hal yang tidak baik. Tapi mempergunakan semua benda tersebut untuk tujuan kebaikan. Para dewa pasti tahu ketulusan hatiku ini.