Sabtu, 25 September 2010

MENDAPATKAN KONTAK BATHIN DENGAN PARA DEWA


Ini adalah buku pertama yang aku tulis, suatu amanat yang harus kujalankan dan tidak bisa ditawar lagi. Judul buku, banyaknya pengalaman, dan berapa jumlah yang harus dicetak. Semua ditentukan oleh Guru pembimbingku. Tujuan ditulisnya buku ini, menurut Guru pembimbingku ditulisnya buku ini adalah untuk jalan dharma. Berbagi pengalaman itu untuk menuntun manusia kejalan yang benar.

Tulisan dalam buku ini mewakili kepercayaanku saat ini, yaitu agama Buddha. Karena kontak batin yang kualami selama ini adalah kepada para Dewa agama tersebut. Jadi aku bisa mengatakan bahwa tulisanku ini berdasarkan kepercayaanku itu. Tapi dalam menangani kasus seseorang,aku tidak pernah membedakan agama/aliran apapun. Karena Guruku telah berpesan mengenai hal ini untuk tidak pilih-pilih dalam menolong orang. Salah satu Buddha sudah memberitahukan apa aliranku. Tapi untuk saat ini aku belum diizinkan untuk menulisnya disini karena aku masih dalam bimbingan untuk memahami aliranku tersebut. Saat aku menulis kata pengantar ini aku belum mengetahui seperti apa gambar sampul/cover buku ini. Karena Guru pembimbingku ingin agar aku menyiapkan semua tulisanku terlebih dahulu, baru dia akan memeriksanya dan setelah itu akan memberitahukan kepadaku seperti apa sampul buku nanti.

Isi dalam buku ini adalah pengalaman yang terjadi padaku selama memperoleh kontak batin dan bimbingan, walaupun belum begitu lama, tapi telah banyak hal terjadi dan begitu cepat, sehingga buku ini bisa diterbitkan lebih awal dan bisa dibaca oleh orang-orang yang berjodoh. Dalam penulisan buku ini,nama-nama Dewa, roh/arwah dan nama orang yang kasusnya kutulis disini. Tidak bisa kutuliskan dengan jelas karena bersifat pribadi, jadi aku mencari nama pengganti untuk nama-nama tersebut. Begitu juga nama-nama tempat yang aku kunjungi saat menjalankan tugas tidak bisa aku sebutkan disini. Semua itu untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Aku mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para Buddha, para Dewa, para Guru, dan Guru sejatiku. Tanpa bimbingan dan pengarahan yang mereka berikan, aku tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Juga terima kasih yang teramat sangat kepada suamiku, yang tidak lelah-lelahnya mendampingi aku dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan.

Juga kepada keluarga suamiku yang banyak memberi masukan, dorongan semangat kepadaku didalam menjalankan tugas-tugas. Juga kepada teman-teman yang dengan tulus membantu sehingga buku ini bisa terbit.

Semoga buku ini bisa bisa memberi kebaikan bagi kita semua.


OM, MANI PADME HUM

Penulis,
Desi

3 komentar:

  1. Bisakah minta alamat Cetya Sukhavati Prajna?

    BalasHapus
  2. Nanya dong.... apakah untuk terbuka tuk bisa lihat segala alam dan yang gaib gaib,harus menunggu di umur tertentu ?
    makasih

    by Anaruka Panca Varha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anaruka Panca Varha,
      Ya, lebih baik jika sudah dewasa agar tidak salah dalam menerima bimbingan, anak-anak tidak diperkenankan.

      Hapus